Virus Corona Baru Bisa Bertahan Lama di Uang Kertas, Ini Kata BI

Kompas.com - 13/10/2020, 06:34 WIB
Ilustrasi uang kertas Rp 100.000 RODERICK ADRIAN MOZESIlustrasi uang kertas Rp 100.000

JAKARTA, KOMPAS.com - Penelitian oleh laboratorium biosekuriti top Australia mengungkap, virus Covid-19 baru dapat tetap menular selama berminggu-minggu pada uang kertas, kaca, dan permukaan barang lainnya.

Ilmuwan di Pusat Kesiapsiagaan Penyakit Australia mengatakan, virus corona baru ini sangat kuat, mampu bertahan selama 28 hari pada permukaan yang halus seperti layar ponsel dan uang kertas dalam suhu 20° celcius.

Menanggapi hal itu, Kepala Departemen Pengelolaan Uang Rupiah Bank Indonesia, Marlison Hakim mengatakan, penelitian yang dilakukan di Australia memiliki jenis kertas yang berbeda dengan yang digunakan di Indonesia.

Baca juga: Rupa-rupa Uang Kertas yang Beredar di Era Penjajahan Jepang

"Penelitian yg dilakukan di Australia terhadap uang kertas polimer. Uang kertas yang diedarkan di Indonesia menggunakan kertas uang berserat kapas (cotton paper)," kata Marlison kepada Kompas.com, Selasa (13/10/2020).

Adapun untuk mencegah penularan Covid-19 melalui uang, BI telah melakukan beberapa langkah. Marlison menyebut, setidaknya ada 7 langkah yang dilakukan.

Langkah pertama adalah melakukan karantina terhadap setoran uang yang diterima dari perbankan selama 7 hari. Selanjutnya, memberikan disinfektan secara rutin dan berkala terhadap seluruh infrastruktur pengolahan uang dan layanan kas.

Lalu, pihaknya mewajibkan penggunaan APD seperti masker dan sarung tangan kepada petugas yang mengolah uang. Selain itu, BI membuat partisi di layanan kas untuk meminimalisir kontak antara petugas BI dengan pihak eksternal yang dilayani.

Kemudian, mewajibkan pihak eksternal yang melakukan kegiatan ke BI adalah orang yang bebas virus dibuktikan dengan hasil rapid test.

"Kami juga mengimbau masyarakat untuk menjaga higienitas dengan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer setelah memegang uang," pungkasnya.

Baca juga: Virus Corona Bisa Bertahan di Uang Kertas hingga 4 Minggu?

Sebelumnya diberitakan, Penelitian oleh laboratorium biosekuriti top Australia mengungkap, virus Covid-19 baru dapat tetap menular selama berminggu-minggu pada uang kertas, kaca, dan permukaan barang lainnya.

Ilmuwan di Pusat Kesiapsiagaan Penyakit Australia mengatakan, virus corona baru ini sangat kuat, mampu bertahan selama 28 hari pada permukaan yang halus seperti layar ponsel dan uang kertas dalam suhu 20° celcius.

Virus corona baru ini bahkan lebih kuat dibanding virus flu pada umumnya, yakni bertahan 17 hari.

Sementara menurut penelitian di Virology Journal, kelangsungan hidup virus bisa terus menurun menjadi kurang dari 1 hari pada suhu 40° celcius di beberapa permukaan.

Penemuan tersebut memperkuat bukti bahwa virus corona bertahan lebih lama dalam cuaca yang lebih dingin. Hal ini menunjukkan, virus berpotensi lebih sulit dikendalikan di musim dingin ketimbang saat musim panas.

"Hasil penelitian kami menunjukkan, SARS-CoV-2 dapat tetap menular di permukaan untuk jangka waktu yang lama. Ini memperkuat perlunya praktik yang baik, seperti mencuci tangan dan membersihkan permukaan secara teratur," kata Wakil Direktur Pusat, Debbie Eagles, mengutip Bloomberg, Senin (12/10/2020).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

SKK Migas dan Kontraktor Siapkan Tender Senilai Rp 84 Triliun

SKK Migas dan Kontraktor Siapkan Tender Senilai Rp 84 Triliun

Whats New
Kenapa Harus Mengatur Keuangan?

Kenapa Harus Mengatur Keuangan?

Earn Smart
[POPULER MONEY]  Tarif Tol Terbaru dari Jakarta ke Semarang dan Surabaya | Ekspor Sarang Burung Walet RI Dekati Rp 29 Triliun

[POPULER MONEY] Tarif Tol Terbaru dari Jakarta ke Semarang dan Surabaya | Ekspor Sarang Burung Walet RI Dekati Rp 29 Triliun

Whats New
Government Use, Alternatif Solusi untuk Kemandirian Vaksin Covid-19

Government Use, Alternatif Solusi untuk Kemandirian Vaksin Covid-19

Whats New
Bangga Buatan Indonesia, Luhut Ajak Masyarakat Beli Sepeda Produk Lokal

Bangga Buatan Indonesia, Luhut Ajak Masyarakat Beli Sepeda Produk Lokal

Whats New
Covid-19 Bikin Bisnis Hotel dan Restoran di Jakarta Kian Merana

Covid-19 Bikin Bisnis Hotel dan Restoran di Jakarta Kian Merana

Whats New
5+ Rahasia dan Cara Mengatur Keuangan Freelancer Zaman Now

5+ Rahasia dan Cara Mengatur Keuangan Freelancer Zaman Now

Earn Smart
Tarif Tol Jakarta-Bandung Terbaru di 2021

Tarif Tol Jakarta-Bandung Terbaru di 2021

Spend Smart
Hati-hati, Ada Hoaks Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 12!

Hati-hati, Ada Hoaks Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 12!

Whats New
Pastikan Kelayakan Terbang Pesawat, Menhub Tinjau Ramp Check di Bandara Soetta

Pastikan Kelayakan Terbang Pesawat, Menhub Tinjau Ramp Check di Bandara Soetta

Whats New
Tarif Tol Terbaru dari Jakarta Menuju Semarang dan Surabaya di 2021

Tarif Tol Terbaru dari Jakarta Menuju Semarang dan Surabaya di 2021

Spend Smart
Satpam Wajib Miliki KTA dan Ijazah, Berapa Biaya Pembuatannya?

Satpam Wajib Miliki KTA dan Ijazah, Berapa Biaya Pembuatannya?

Work Smart
Cerita Orang Terkaya Paling Muda di India, Pernah Jualan HP Kini Punya Harta Rp 21,7 Triliun

Cerita Orang Terkaya Paling Muda di India, Pernah Jualan HP Kini Punya Harta Rp 21,7 Triliun

Work Smart
MONEY SEPEKAN:  6 Maskapai Indonesia yang Kini Tinggal Nama | Uni Eropa Tolak Sawit Indonesia, Butuh Nikelnya

MONEY SEPEKAN: 6 Maskapai Indonesia yang Kini Tinggal Nama | Uni Eropa Tolak Sawit Indonesia, Butuh Nikelnya

Whats New
Selain Kendaran Listrik, Ini Pendongkrak Melejitnya Harga Nikel

Selain Kendaran Listrik, Ini Pendongkrak Melejitnya Harga Nikel

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X