Jadi Bank Survivor Pasca Merger, Saham BRIS Melesat

Kompas.com - 13/10/2020, 13:01 WIB
Jajaran Direksi Bank BRISyariah dalam acara Pencatatan Saham Pertama di Bursa Efek Indonesia, KOMPAS.com/Mutia FauziaJajaran Direksi Bank BRISyariah dalam acara Pencatatan Saham Pertama di Bursa Efek Indonesia,

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga saham PT BRISyariah Tbk (BRIS) melesat pada perdagangan sesi I, Selasa (13/10/2020).

Investor terlihat memborong saham usai BRIS menyatakan jadi bank survivor dari proses merger 3 bank syariah BUMN.

Mengutip data RTI pukul 12.09 WIB, harga saham BRIS naik 225 poin atau 25 persen di level Rp 1.125 per unit dari Rp 920 pada pembukaan perdagangan pagi ini.

Baca juga: Bank Syariah BUMN Segera Merger, Total Aset Bakal Tembus Rp 245 Triliun

Nilai transaksinya pun hampir menyentuh angka Rp 1 triliun, yakni sebesar Rp 981,06 miliar dengan volume mencapai 908,01 juta saham. Tak ayal, BRIS menjadi salah satu top gainers pada perdagangan sesi I ini.

Adapun dalam keterbukaan informasi, BRIS dinyatakan menjadi surviving entity dari tiga bank syariah BUMN, yakni BRISyariah, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah.

"Memperhatikan Perjanjian Penggabungan Bersyarat, setelah penggabungan menjadi efektif, BRIS akan menjadi entitas yang menerima penggabungan (surviving entity) dan pemegang saham BNIS dan BSM akan menjadi pemegang saham entitas yang menerima penggabungan," tulis keterbukaan informasi BRIS, Selasa (13/10/2020).

Keterbukaan informasi juga menyebutkan, ketiga bank syariah BUMN telah menyepakati penggabungan dan telah menadatangani suatu perjanjian penggabungan bersyarat pada Senin (12/10/2020).

Adapun konferensi pers dan penandatanganan conditional merger agreement (CMA) bakal diadakan pada pukul 15.00 WIB hari ini, Selasa (13/10/2020).

"Penggabungan yang direncanakan hanya akan menjadi efektif setelah diperolehnya persetujuan-persetujuan dari otoritas-otoritas yang berwenang, dan dengan memperhatikan ketentuan anggaran dasar dari masing-masing pihak serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tulis keterangan itu.

Baca juga: Perbedaan Bunga Bank Konvensional Vs Bagi Hasil Bank Syariah

Nantinya pasca mega merger, aset bank syariah ini bakal tembus Rp 245,87 triliun. Angka itu didapat dari posisi aset tiga bank syariah anak usaha Bank BUMN dan satu UUS per Juni 2020.

Aset terbesar dimiliki PT Bank Syariah Mandiri dengan total aset sebesar Rp 114,4 triliun pada Juni 2020 atau meningkat 13,26 persen dibandingkan periode sama tahun lalu (year on year/yoy).

Kemudian disusul dengan BNI Syariah dengan aset Rp 50,78 triliun atau tumbuh 17,8 persen yoy dan BRI Syariah tumbuh 34,7 persen yoy sebesar Rp 49,6 triliun.

Adapun aset UUS BTN Rp 31,09 triliun atau tumbuh 6,5 persen yoy.

Baca juga: Bank Syariah BUMN Merger, BRISyariah Jadi Bank Survivor



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X