Menaker di Depan 34 Pemred: Bantu Saya Nyalakan Lilin

Kompas.com - 13/10/2020, 20:13 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah melakukan webinar virtual dengan 34 Pemimpin Redaksi media, Jakarta, Selasa (13/10/2020). Dokumentasi Humas Kementerian KetenagakerjaanMenteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah melakukan webinar virtual dengan 34 Pemimpin Redaksi media, Jakarta, Selasa (13/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menegaskan, Omnibus Law UU Cipta Kerja dibutuhkan untuk menjawab tantangan terbesar yaitu mempertahankan dan menyediakan lapangan kerja di Indonesia.

Setiap tahun ada sekitar 2,9 juta penduduk usia kerja baru yang masuk ke pasar kerja sehingga kebutuhan atas lapangan kerja baru sangat mendesak.

Apalagi di tengah pandemi ini, lanjut dia, ada sekitar 6,9 juta pengangguran dan 3,5 juta pekerja terdampak pandemi Covid-19. Banyak dari pengangguran ini merupakan angkatan kerja generasi muda.

Baca juga: Menaker Ingatkan Perusahaan Tetap Terapkan K3 di Tengah Pandemi Covid-19

 

Hal itu dia sampaikan dalam pertemuan melalui webinar virtual dengan 34 pimpinan redaksi yang tergabung dalam Forum Pemred.

"UU Cipta kerja bertujuan untuk menyediakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya bagi para pencari kerja serta para pengangguran. Lihat angka-angkanya, lihat kondisi kita saat pandemi ini. Bantu saya menyalakan lilin, karena kita bisa," ujarnya melalui keterangan tertulis, Selasa (13/10/2020).

Dia juga menekankan, partisipasi publik dalam penyusunan Omnibus Law UU Cipta Kerja tidak pernah dipinggirkan.

Dia memastikan, kementerian yang dipimpinnya selalu melibatkan unsur pekerja/buruh yang diwakili serikat pekerja, kalangan pengusaha, praktisi, akademisi, dan Organisasi Buruh Internasional atau International Labour Organization (ILO).

“Hati saya bersama mereka yang saat ini masih bekerja, dan mereka yang saat masih menganggur," katanya.

Dirinya menjelaskan, pertemuan dengan para pemangku kepentingan di klaster Ketenagakerjaan UU Cipta Kerja sudah dilakukan sebanyak 64 kali. Di antaranya 2 kali rapat kerja, 56 kali rapat panitia kerja (Panja), dan 6 kali rapat tim perumus dan tim sinkronisasi.

"Rumusan klaster ketenagakerjaan yang ada dalam UU Cipta Kerja merupakan intisari dari hasil kajian ahli, DGD, rembug Tripartit (Pemerintah, Buruh dan Pengusaha). Saya jamin semuanya ikut membahas," jelasnya.

Ida memastikan, UU Cipta Kerja diperlukan untuk menyederhanakan dan memangkas regulasi yang menghambat penciptaan lapangan pekerjaan. Di sisi lain, UU ini juga merupakan instrumen untuk peningkatan efektifitas birokrasi dan selaras dengan semangat pencegahan dan pemberantasan korupsi.

"Kami mau memotong jalur perizinan yang hyper regulation. Kami mau memastikan pungutan liar bisa dihilangkan," ujarnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sepanjang 2021, Ekspor RI Tembus Rp 3.311 Triliun, Capaian Tertinggi dari Industri Pengolahan

Sepanjang 2021, Ekspor RI Tembus Rp 3.311 Triliun, Capaian Tertinggi dari Industri Pengolahan

Whats New
Mudah, Ini Syarat dan Cara Mengaktifkan Shopee Paylater

Mudah, Ini Syarat dan Cara Mengaktifkan Shopee Paylater

Spend Smart
Realisasi Bauran Energi Terbarukan Tidak Capai Target

Realisasi Bauran Energi Terbarukan Tidak Capai Target

Whats New
Daerah dengan Populasi Ternak Kambing dan Domba Terbesar di Indonesia

Daerah dengan Populasi Ternak Kambing dan Domba Terbesar di Indonesia

Whats New
Jual Foto KTP sebagai NFT Bisa Dipenjara dan Denda hingga Rp 1 Miliar

Jual Foto KTP sebagai NFT Bisa Dipenjara dan Denda hingga Rp 1 Miliar

Whats New
Cara Cek Saldo BRI lewat SMS Banking, Simpel dan Mudah

Cara Cek Saldo BRI lewat SMS Banking, Simpel dan Mudah

Whats New
Ini Reksa Dana Berkinerja Terbaik Pekan Lalu

Ini Reksa Dana Berkinerja Terbaik Pekan Lalu

Earn Smart
Impor RI Desember 2021 Tembus 21,36 Miliar Dollar AS, Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Impor RI Desember 2021 Tembus 21,36 Miliar Dollar AS, Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Whats New
Startup Anda Siap Fundraising? Kenali Dahulu Tahapannya

Startup Anda Siap Fundraising? Kenali Dahulu Tahapannya

Smartpreneur
IHSG Sesi I Merah, Asing Lepas SMGR, ASII, dan ICBP

IHSG Sesi I Merah, Asing Lepas SMGR, ASII, dan ICBP

Whats New
Cara Top Up DANA lewat m-Banking Mandiri, ATM dan Internet Banking

Cara Top Up DANA lewat m-Banking Mandiri, ATM dan Internet Banking

Whats New
Jelang MotoGP Mandalika, Ini 11 Rekomendasi Penginapan OYO di Lombok yang Masih Tersedia

Jelang MotoGP Mandalika, Ini 11 Rekomendasi Penginapan OYO di Lombok yang Masih Tersedia

Whats New
Surplus Neraca Dagang RI Tembus 35 Miliar Dollar AS, Tertinggi sejak 15 Tahun Terakhir

Surplus Neraca Dagang RI Tembus 35 Miliar Dollar AS, Tertinggi sejak 15 Tahun Terakhir

Whats New
Punya Fasilitas Penggemukan, BULS Siap Suplai Sapi Potong ke Timur Indonesia

Punya Fasilitas Penggemukan, BULS Siap Suplai Sapi Potong ke Timur Indonesia

Rilis
Minggu Ketiga Januari, Harga Cabai Merah hingga Minyak Goreng Terus Naik

Minggu Ketiga Januari, Harga Cabai Merah hingga Minyak Goreng Terus Naik

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.