Pesan Sri Mulyani ke Wisudawan STAN: Uang Negara Bukan Uang Nenek Moyang Kita

Kompas.com - 14/10/2020, 11:11 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (24/2/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (24/2/2019).
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberi peringatan kepada wisudawan PKN STAN agar tidak mudah tergoda dengan uang sogokan. Pasalnya, para wisudawan STAN tersebut akan bekerja sebagai aparatur sipil negara (ASN) yang bakal mengelola keuangan negara.

Bendahara negara itu pun mengatakan kepada para wisudawan agar memegang teguh integritas dalam pengelolaan keuangan negara. Sebab, uang yang dikelola merupakan uang negara yang didapatkan dari dana masyarakat.

"Keuangan negara ini adalah uang masyarakat, bangsa negara. Bukan uang kita, bukan uang nenek moyang kita, bukan untuk anak cucu saya sendiri, tidak. Ini adalah uang rakyat," kata dia saat memberi sambutan dalam Wisuda Akbar PKN STAN 2020 di Jakarta, Rabu, (14/10/2020).

Baca juga: 5 Fakta tentang Merger Bank Syariah BUMN

Sri Mulyani menambahkan, bila uang negara dikelola dengan baik, maka bisa digunakan untuk memberi kesejahteraan pada masyarakat. Namun di sisi lain, uang itu juga bisa menjadi godaan bila orang yang mengelola tidak memiliki integritas.

Sri Mulyani menegaskan, integritas merupakan sesuatu yang tidak boleh diperjualbelikan karena itu bisa menggambarkan karakter seseorang. Ketika integritas digadaikan, maka seseorang tidak lagi berharga karena bisa dibayar dengan uang sogokan. 

"Meskipun menghadap kemungkinan diberikan uang sogokan. Nilainya bisa jutaan, puluhan juta, ratusan juta, bahkan bisa miliar. Namun itu tidak diperjualbelikan, nilai itu menjadi tidak ada harganya begitu anda jual integritas anda. Anda menjadi tidak punya nilai," ungkapnya.

"Ironis, namun itu benar. Jadi peliharalah integritas anda. Dan saya senang kalian sampaikan terima kasih kepada orang tua, pengajar, itu nilai etika dan moralitas. Kalian jaga sopan santun dan etika," lanjut dia.

Baca juga: IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2021



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X