Artis Kawakan Stephen Chow Bangkrut, Termasuk gara-gara Covid-19

Kompas.com - 14/10/2020, 15:13 WIB
Aktor asal China Stephen Chow berperan sebagai Sing dalam film Kung Fu Hustle (2004). Kung Fu HustleAktor asal China Stephen Chow berperan sebagai Sing dalam film Kung Fu Hustle (2004).

HONG KONG, KOMPAS.com - Vicku Zhao rupanya bukan satu-satunya artis China yang dirundung masalah hukum dan keuangan akhir-akhir ini, termasuk akibat pandemi Covid-19.

Aktor kawakan dan sutradara asal Hong Kong, Stephen Chow, juga tengah dirundung masalah keuangan.

Mengutip Today Online, Rabu (14/10/2020), aktor Shaolin Soccer itu memiliki utang kepada investor dan mantan kekasihnya, ahli waris konstruksi Yu Manfung alias Alice Yu. Tak tanggung-tanggung, utangnya mencapai 47,4 juta dollar AS atau hampir Rp 700 miliar.

Baca juga: Puluhan Korporasi Besar di AS Bangkrut dan Ajukan Pailit

Lilitan utangnya diduga dimulai pada tahun 2012 ketika Manfung menggugat bintang berusia 58 tahun itu sebesar 14 juta dollar AS.

Manfung mengeklaim, jumlah itu merupakan utang Stephen Chow sebagai komisi atas penjualan rumah mewah kepada Manfung di kawasan elite, The Peak, Hongkong.

Manfung merasa dia seharusnya berhak menerima bayaran 10 persen dari penjualan, yang berarti sekitar 80 juta dollar Hong Kong. Namun, sejauh ini Manfung baru menerima 10 juta dollar Hong Kong atau 1,75 juta dollar AS.

Di sisi lain Stephen menyatakan, jumlah tersebut dibuat atas niat baik dan berakhir ditolak karena komisinya. Kemudian, kasus menjadi panjang dan masuk ke meja hijau pada November mendatang.

Akibat Covid-19

Tak hanya urusannya dengan sang mantan kekasih, gunungan utang juga disebabkan oleh Covid-19 secara tak langsung.

Awalnya pada 2016, Stephen berutang kepada investor. Saat itu, investor berkomitmen untuk berinvestasi sebesar 230 juta dollar AS di perusahaan Stephen. Stephen menjamin investor bakal mendapatkan keuntungan sebesar 180 juta dollar AS setelah empat tahun.

Hingga tahun ketiga, segalanya masih cukup lancar. Perusahaan Stephen mencatatkan keuntungan total sebesar 117 juta dollar AS. Namun, pada tahun keempat, tepatnya tahun 2020 ini, investor hanya menerima 30 juta dollar AS.

Baca juga: Mengenal Perbedaan Pailit dan Bangkrut

Hal itu tak lain karena tersebar luasnya pandemi Covid-19 yang telah menjungkirbalikkan industri film global. Perusahaan belum menghitung penghasilan pada kuartal I-2020, meski sudah terprediksi negatif.

Berakhirnya perjanjian dengan investor dan Stephen tak dapat memenuhi targetnya membuat investor mengejar-ngejarnya karena kekurangan uang. Investor pun meminta Stephen untuk membeli kembali saham mereka.

Puncaknya pada Juni lalu, Stephen dilaporkan telah menggadaikan rumah mewahnya untuk membayar semua utang.

Saat itu, ada pembeli yang tertarik dan menawarnya seharga 198 juta dollar AS, tetapi Chow tak begitu tergerak untuk menjualnya di harga sekian.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X