Panel Surya Siap Salip Batu Bara sebagai Bahan Bakar Listrik Nomor Satu

Kompas.com - 14/10/2020, 16:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bauran energi baru terbarukan (EBT) global diproyeksi akan terus meningkat setiap tahunnya. Bahkan, dalam kurun waktu 10 tahun ke depan, bauran EBT akan mencapai 80 persen dari total energi dunia.

Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) menyatakan, pertumbuhan bauran EBT utamanya akan ditopang oleh sumber energi berbasis panel surya.

Pasalnya, dengan biaya pemasangan panel surya yang terus menurun, maka sumber energi yang berasalkan dari matahari itu menjadi semakin murah dibanding pembakaran batu bara atau gas bumi di berbagai negara.

Baca juga: Indonesia Kini Punya Panel Surya Terbesar di Asia Tenggara

Biaya pemasangan panel surya terus mengalami penurunan sejak dikembangkannya teknologi Solar Photovoltaic (PV).

Berdasarkan data Badan Energi Terbarukan Internasional (International Renewable Energy Agency/IRENA), biaya listrik dengan menggunakan sel surya PV, terus menyusut.

Pada 2010, biaya listrik yang dihasilkan sel surya PV, mencapai 38 sen per kWh, sementara pada tahun 2019, biayanya hanya mencapai 6,8 sen per kWh.

"Saya meyakini tenaga matahari akan menjadi raja baru di pasar energi listrik. Dengan kebijakan yang ada saat ini, jumlah panel surya akan terus memecahkan rekor baru setiap tahunnya," ujar Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol, dikutip dari CNN, Rabu (14/10/2020).

IEA bahkan memproyeksikan, apabila permintaan listrik dapat kembali pulih seperti periode sebelum Covid-19 merebak, maka permintaan akan sel surya PV akan tumbuh dengan sangat cepat.

Baca juga: Harga Panel Surya Masih Mahal, ESDM: Impornya Ketengan, Pengolahannya Kecil-kecil...

Pertumbuhan bauran energi berbasis panel surya secara global pun diproyeksi mampu tumbuh hingga 12 persen setiap tahunnya.

"Pada 2025, EBT akan menyalip batu bara sebagai bahan bakar listrik nomor satu di dunia," tulis IEA.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.