Erick Thohir: 2 Investor dari China dan Korsel Minati Proyek NIkel Senilai Rp 294 Triliun

Kompas.com - 14/10/2020, 19:31 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (17/7/2020). ANTARA FOTO/Dhemas ReviyantoMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (17/7/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak dua produsen electric vehicle ( EV) battery untuk kendaraan listrik berminat berinvestasi di Indonesia. Dua produsen tersebut, yakni Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) dari China dan LG Chem Ltd asal Korea Selatan.

Kedua perusahaan tersebut mengisyaratkan akan bergabung dengan proyek investasi senilai 20 miliar dollar AS atau sekitar Rp 294 triliun (kurs Rp 14.700 per dollar AS) dalam pengembangan rantai pasokan nikel di Tanah Air.

“Ini sebuah angin segar. Usaha Indonesia yang memiliki kekayaan tambang berlimpah untuk melakukan hilirisasi industri minerba langsung mendapat respons bagus dari investor asing,” ujar Menteri BUMN Erick Thohir dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/10/2020).

Baca juga: Faisal Basri: Jebol Keuangan Negara gara-gara Nikel Ini

Erick mengatakan, Indonesia selama ini dikenal sebagai produsen dan eksportir nikel.

Kementerian BUMN saat ini tengah meningkatkan value chain nikel Nusantara yang berlimpah untuk memanfaatkan keuntungan sekaligus membangun industri baterai lithium di dalam negeri.

“Dengan kehadiran investasi luar negeri untuk menunjang program nasional di industri ini, maka saya yakin aspek keberlanjutan akan terus berkembang dan kita semakin kuat dalam daya saing untuk mendukung ketahanan energi bagi Indonesia," kata Erick.

MIND ID sendiri sebagai Holding BUMN industri mineral dan batubara telah merampungkan proses divestasi 20 persen saham PT Vale Indonesia Tbk (PT VI) yang merupakan perusahan yang memiliki aset nikel terbaik dan terbesar di dunia.

Dengan menjadi pemenang saham terbesar kedua di PT VI, maka MIND ID akan memiliki akses strategis untuk mengamankan pasokan bahan baku untuk industri hilir nikel Indonesia. Baik untuk hilirisasi industri nikel menjadi stainless steel, maupun menjadi baterai kendaraan listrik.

“Ketertarikan dua produsen raksasa EV Battery itu untuk terlibat dalam rantai pasok nikel menunjukkan kerjasama MIND ID dan PT VI merupakan sinergi yang strategis, saling menguntungkan, dan saling melengkapi untuk memajukan industri pertambangan. Saya optimistis, hal ini akan semakin menumbuhkan kepercayaan banyak perusahaan kelas dunia kepada MIND ID dalam mengembangkan industri minerba lainnya di Tanah Air,” kata Dirut MIND ID, Orias Petrus Moedak.

Baca juga: Rencana Pemerintah: Pertamina Jadi Produsen Baterai Mobil Listrik

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X