IHSG Berpeluang Melemah, Simak Rekomendasi Sahamnya

Kompas.com - 15/10/2020, 08:14 WIB
Ilustrasi IHSG KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGIlustrasi IHSG

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diperdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan akan melemah pada Kamis (15/10/2020). Sebelumnya IHSG ditutup hijau dengan kenaikan 0,85 persen pada level 5.176,09.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, peluang IHSG melemah terjadi karena kenaikan indeks yang terjadi hampir dua pekan mendorong pasar melakukan aksi profit taking.

“IHSG berpeluang konsolidasi melemah, kita lihat indeks selama dua minggu sudah naik cukup banyak ya, jadi cukup rawan untuk profit taking,” kata Hans kepada Kompas.com.

Baca juga: IHSG Ditutup di Zona Hijau

Selain itu, penurunan indeks juga terdorong oleh sentimen bursa saham AS yang yang kemarin ditutup negatif. Melemahnya indeks Wall Street terjadi karena harapan akan paket stimulus yang bisa membantu perekonomian AS masih belum disepakati.

Tarik ulur kebijakan stimulus fiskal AS jilid II diperkirakan akan rampung usai Pemilu AS yang jatuh pada 3 November 2020 mendatang.

Kedua kubu, Partai Demokrat dan Republik hingga saat ini masih memperdebatkan stimulus yang awalnya ditetapkan 2,2 triliun dollar AS, turun menjadi 1,8 triliun dollar AS.

Indeks saham acuan teknologi AS turun 0,8 persen, disusul oleh indeks S&P 500 yang juga melorot 0,66 persen, demikian juga dengan Dow Jones yang turun 0,58 persen.

Di sisi lain, beberapa perusahaan yang sedang mengembangkan vaksin Covid-19 mundur dari uji coba, setelah menemukan efek samping yang masih belum dapat dijelaskan.

Adapun perusahaan yang menghentikan uji coba vaksin Covid-19 adalah Johnson & Johnson dan Eli Lilly.

Baca juga: Perusahaan Farmasi Inggris Ini Siap Pasok 100 Juta Dosis Vaksin Covid-19 ke Indonesia

“Ini membuktikan penelitian vaksin dan pemulihan ekonomi butuh waktu cukup lama,” jelas dia.

Hans memproyeksikan IHSG akan bergerak pada level support 5.125 sampai dengan 5.064 dan resistance pada level 5.200 sampai dengan 5.250.

Adapun rekomendasi teknikal dari tiga perusahaan sekuritas untuk perdagangan di Bursa Efek Indonesia hari ini, antara lain :

1. Artha Sekuritas

PTBA rekomendasi buy 1.970 – 2.000, TP 2.070- 2.100, stop loss <1.950.

BBNI rekomendasi buy 4.580 – 4.640, TP 5.050 – 5.150, stop loss <4.900.

ACST rekomendasi buy 210 - 220, TP 230 – 240, stop loss <206.

2. Anugerah Mega Investama

ADHI rekomendasi buy back jika break di level 630, TP 560 - 550, area sos di level 620 sampai 590.

PTPP rekomendasi buy back jika break level 970, TP 880 - 870, area sos di level 950 – 925.

PWON rekomendasi buy back jika break level 414, TP 378 - 370, area sos di level 406 - 394.

3. Panin Sekuritas

BBNI rekomendasi buy on breakout 5.000, TP 5.600, stop loss <4.620.

IRRA trading dalam area 755 - 815.

TKIM rekomendasi buy and hold >6.150, TP 6.500 – 6.625



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Larangan Mudik, Kemenhub Bakal Terbitkan Surat Edaran

Larangan Mudik, Kemenhub Bakal Terbitkan Surat Edaran

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Ketika Orangtua Terlalu Membandingkan Prestasi Akademik Antar-anak | 'Strict Parents', Jangankan Pacaran, Izin Main Saja Susah

[KURASI KOMPASIANA] Ketika Orangtua Terlalu Membandingkan Prestasi Akademik Antar-anak | "Strict Parents", Jangankan Pacaran, Izin Main Saja Susah

Rilis
Mengenal Arti Leasing dan Bedanya dengan Kredit

Mengenal Arti Leasing dan Bedanya dengan Kredit

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Sedarah tapi Saling Cemburu | Pandangan Keliru tentang Anak Sulung | Puncak Sibling Rivalry Ada pada Pembagian Harta Warisan

[KURASI KOMPASIANA] Sedarah tapi Saling Cemburu | Pandangan Keliru tentang Anak Sulung | Puncak Sibling Rivalry Ada pada Pembagian Harta Warisan

Rilis
Menhub Ingin Kendaraan Listrik Jadi Kebutuhan Massal

Menhub Ingin Kendaraan Listrik Jadi Kebutuhan Massal

Rilis
Update 10 Sekolah Ikatan Dinas Favorit: STIS dan STAN Banjir Peminat

Update 10 Sekolah Ikatan Dinas Favorit: STIS dan STAN Banjir Peminat

Whats New
Pemerintah Minta Pekerja Swasta Tidak Mudik Lebaran

Pemerintah Minta Pekerja Swasta Tidak Mudik Lebaran

Whats New
Deposito Nasabah Bank Mega Syariah Rp 20 Miliar Raib, Ini Kronologinya

Deposito Nasabah Bank Mega Syariah Rp 20 Miliar Raib, Ini Kronologinya

Whats New
Simak Proyeksi IHSG Pekan Depan

Simak Proyeksi IHSG Pekan Depan

Earn Smart
Ada Relokasi VMS, Jasa Marga Lakukan Buka Tutup Jalan Tol Jakarta-Cikampek

Ada Relokasi VMS, Jasa Marga Lakukan Buka Tutup Jalan Tol Jakarta-Cikampek

Whats New
Tutup Bisnis Perbankan Ritel, Ini Nasib Nasabah dan Karyawan Citigroup

Tutup Bisnis Perbankan Ritel, Ini Nasib Nasabah dan Karyawan Citigroup

Whats New
Formasi CPNS 2021 Ini Bisa Diikuti Pelamar Usia 40 Tahun

Formasi CPNS 2021 Ini Bisa Diikuti Pelamar Usia 40 Tahun

Whats New
[TREN FOODIE KOMPASIANA] Bikin Risol Mayo, Bisa untuk Camilan Buka Puasa, Loh! | Resep Pastel Tutup Klasik, Lezat dan Bergizi!

[TREN FOODIE KOMPASIANA] Bikin Risol Mayo, Bisa untuk Camilan Buka Puasa, Loh! | Resep Pastel Tutup Klasik, Lezat dan Bergizi!

Rilis
Menhub Terus Upayakan Kendaraan Listrik Jadi Kebutuhan Massal

Menhub Terus Upayakan Kendaraan Listrik Jadi Kebutuhan Massal

Whats New
Petani di Jawa Timur Rasakan Banyak Manfaat dari Kartu Tani

Petani di Jawa Timur Rasakan Banyak Manfaat dari Kartu Tani

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X