Ekspor RI Naik Jadi 14,01 Miliar Dollar AS, Terbesar dari Besi dan Baja

Kompas.com - 15/10/2020, 12:42 WIB
Ilustrasi kontainer di pelabuhan. SHUTTERSTOCKIlustrasi kontainer di pelabuhan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik ( BPS) mencatat, nilai ekspor RI pada September 2020 mencapai 14,01 miliar dollar AS. Nilai ekspor meningkat sebesar 6,97 persen secara bulanan (month to month/mtm) dibanding Agustus 2020.

Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan, naiknya nilai ekspor selama September 2020 disebabkan oleh naiknya ekspor migas sebesar 17,43 persen dan naiknya ekspor non migas sebesar 6,47 persen.

Kendati, bila dibandingkan September 2019 (year on year/yoy) nilainya masih menurun 0,51 persen.

Baca juga: Ekspor Produk Minyak Sawit Lesu

"Dibanding September 2019, ekspor memang masih mengalami penurunan. Tapi sangat tipis karena penurunannya hanya 0,51 persen. Mudah-mudahan bulan berikutnya ekspor lebih naik," kata Suhariyanto dalam konferensi video, Kamis (15/10/2020).

Pria yang akrab disapa Kecuk itu menuturkan, peningkatan terbesar ekspor nonmigas terjadi pada besi baja sebesar 266 juta dollar AS. Sedangkan penurunannya terjadi pada logam mulia, seperti perhiasan maupun permata sebesar 113,2 juta dollar AS.

Sementara menurut sektor, ekspor pertanian tumbuh positif sebesar 20,84 persen (mtm) dan 16,22 persen (yoy). Beberapa hasil pertanian yang mengalami kenaikan ekspor, antara lain, kopi, sayur-sayuran, lada, udang hasil tangkap, dan buah-buahan.

Begitu pula dengan industri pengolahan yang tumbuh 7,37 persen (mtm) dan 6,61 persen (yoy) berasal dari kenaikan ekspor besi dan baja, serta minyak kelapa sawit. Namun, kondisi berbeda dialami oleh pertambangan yang masih mencatatkan -4,20 persen (mtm) dan -35,97 persen (yoy).

"Pertambangan menurut karena permintaannya menurun, komiditas seperti lignit, batubara, bijih logam menurun ekspornya. Harga batubara mengalami penurunan cukup dalam, secara tahunan masih tumbuh negatif 17 persen," papar Kecuk.

Baca juga: Di Tengah Pandemi Corona, PT Semen Padang Ekspor 25.000 Ton ke Australia

Menurut negara tujuan, pangsa pasar ekspor non migas pada September 2020 masih didominasi oleh China, yaitu sebesar 2,63 miliar dollar AS, disusul AS sebesar 1,69 miliar dollar AS, dan Jepang sebesar 1,06 miliar dollar AS. Kontribusi ketiganya mencapai 40,41 persen dari pangsa ekspor.

Komoditasnya nyaris tidak berubah, ekspor utama ke China didominasi oleh besi dan baja, lemak dan hewan nabati, serta bahan bakar mineral. Sedangkan ekspor ke AS didominasi oleh pakaian dan aksesoris, mesin dan perlengkapan elektrik, serta pakaian dan aksesoris bukan rajutan.

"Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari-September 2020 mencapai 117,19 miliar dollar AS. Angka ini menurun 5,81 persen dibanding periode yang sama tahun 2019. Tapi lebih landai dibanding bulan lalu," pungkas Kecuk.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X