Vaksin Covid-19 yang Datang November Hanya untuk Nakes dan TNI/Polri

Kompas.com - 15/10/2020, 14:38 WIB
Ilustrasi vaksin corona, vaksin virus corona, vaksin Covid-19 Shutterstock/Blue Planet StudioIlustrasi vaksin corona, vaksin virus corona, vaksin Covid-19

JAKRTA, KOMPAS.com - Vaksin Covid-19 dikabarkan akan tersedia di Indonesia pada November 2020 mendatang. Vaksin itu berasal dari tiga perusahaan produsen vaksin, yakni Sinovac, Sinopharm dan CanSino.

Project Integration Manager R&D PT Bio Farma (Persero) Neni Nurainy mengatakan, vaksin Covid-19 yang akan datang pada November 2020 itu merupakan program pemerintah.

“Jadi program pemerintah yang dilakukan dalam rangka emergency penanganan Covid-19,” ujar Neni dalam diskusi virtual, Kamis (15/10/2020).

Baca juga: Perusahaan Farmasi Inggris Ini Siap Pasok 100 Juta Dosis Vaksin Covid-19 ke Indonesia

Menurut Neni, vaksin-vaksin tersebut hanya akan diberikan kepada orang-orang yang masuk dalam kategori rentan tertular Covid-19. Salah satu contohnya adalah tenaga kesehatan.

“Jadi program ini akan diberikan penyuntikan kepada yang high risk, yaitu kepada tenaga kesehatan kita, TNI/Polri. Itu salah satu contoh yang high risk,” kata Neni.

Neni menambahkan, vaksin yang datang di November itu berbentuk sudah jadi. Bukan merupakan bulk vaksin.

“Untuk yang November itu pemerintah merencanakan mengimpor vaksin jadi yang sudah diwacanakan ada tiga, yaitu Sinovac, Sinopharm dan CanSino. Masih negoisasi. Vaksin ini sudah mendapat emergency use authorization di negeranya masing-masing,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk vaksin yang tengah dilakukan uji klinis di Bio Farma ditargetkan baru bisa rampung di awal 2021. Kendati begitu, kata Neni, kemungkinan vaksin itu akan siap diproduksi lebih cepat bisa terjadi.

Sebab menurut dia, pada minggu ini telah disuntikkan kepada 1.565 subyek relawan dan untuk penyuntikan tahap kedua sudah dilakukan kepada 843 subyek dari total 1.620 relawan yang terdaftar.

“Jadi kemungkinan kita bisa produksi di akhir Januari 2021 atau awal Februari 2021. Kita akan ajukan emergency use authorization (EUA) ke Badan Pom dan ini waktunya paling lambat 20 hari dari jadwal pengajuan,” ujarnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X