PSBB Transisi dan Surplus Neraca Dagang Dorong Rupiah Menguat

Kompas.com - 15/10/2020, 16:32 WIB
Ilustrasi rupiah ShutterstockIlustrasi rupiah
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan di pasar spot menguat pada Kamis (15/10/2020).

Mengutip data Bloomberg, rupiah sore ini ditutup pada level Rp 14.690 per dollar AS atau menguat 28 poin (0,19 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level Rp 14.718 per dollar AS.

Direktur PT.TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, penguatan rupiah terjadi karena optimisme pasar akan rencana pelonggaran PSBB (transisi) di DKI Jakarta, sehingga pemulihan ekonomi bisa lebih cepat.

Baca juga: Bio Farma Dipercaya CEPI untuk Produksi Vaksin Covid-19

“Dengan pertumbuhan ekonomi pada kuartal tiga, sudah pasti Indonesia masuk jurang resesi, namun ada secercah harapan ekonomi akan kembali pulih pasca dilonggarkannya masa PSBB di DKI Jakarta yang terlihat dari kembalinya masyarakat untuk aktif bekerja, berbelanja di mall dan restoran kembali ramai,” kata Ibrahim melalui siaran pers.

Adapun tanda-tanda pertumbuhan ekonomi kembali membaik setelah Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data ekspor dan impor pada September 2020. Nilai ekspor tercatat 14,01 miliar dollar AS atau turun 0,51 persen dibandingkan September 2019.

Sementara itu, nilai impor pada September 2020 tercatat 11,57 miliar dollar AS atau turun 18,88 persen. Dengan perhitungan ekspor yang masih tinggi maka neraca dagang September terjadi surplus 2,44 miliar dollar AS.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Angka-angka tersebut melebihi ekspektasi para analis yang memperkirakan ekspor akan terkontraksi atau tumbuh negatif nyaris 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY),” kata dia.

Baca juga: Utang Luar Negeri RI 10 Besar di Dunia, Ini Kata Staf Khusus Sri Mulyani

Sementara untuk impor diperkirakan turun sebesar 25,15 persen secara tahunan. Ini membuat neraca perdagangan surplus 2,06 miliar dollar AS.

Selain itu sebelum vaksin merah putih diserahkan ke Bio Farma, pemerintah berencana melakukan uji coba pada hewan di bulan November 2020. Jika uji coba vaksin merah putih berjalan lancar, maka ditahun depan bisa dipasarkan.

“Dengan berhasilnya uji coba vaksin, maka Indonesia memiliki vaksin buatan anak bangsa yang bisa bersaing dengan negara lainnya. Vaksin tersebut juga harganya relatif terjangkau, berbeda dengan vaksin buatan luar negeri,” ujar dia.

Baca juga: Hotman Paris Sebut Ada Pasal di UU Cipta Kerja yang Untungkan Buruh



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.