BUMN Nuklir Ini Mau Dimasukkan ke Holding BUMN Farmasi

Kompas.com - 15/10/2020, 17:07 WIB
Konferensi pers terkait pembentukan holding BUMN farmasi di Jakarta, Rabu (5/2/2020). Kompas.com/AKHDI MARTIN PRATAMAKonferensi pers terkait pembentukan holding BUMN farmasi di Jakarta, Rabu (5/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) berencana memasukan PT Industri Nuklir Indonesia (Persero) atau Inuki ke dalam holding BUMN farmasi.

Saat ini, holding BUMN farmasi terdiri dari Bio Farma, Kimia Farma, dan Indofarma. Induk perusahaan holding BUMN farmasi, yakni Bio Farmas.

“Kementerian BUMN berencana untuk memasukkan Inuki ke dalam holding farmasi dan telah menyampaikan inisiasi kepada stakeholder untuk dimulainya proses menjadikan Inuki sebagai bagian dari holding farmasi,” ujar Asisten Deputi Bidang Telekomunikasi dan Farmasi Kementerian BUMN Aditya Dhanwantara dalam diskusi virtual, Kamis (15/10/2020).

Baca juga: Perusahaan Farmasi Inggris Ini Siap Pasok 100 Juta Dosis Vaksin Covid-19 ke Indonesia

Aditya menambahkan, rencana memasukan Inuki ke dalam holding BUMN farmasi ditargetkan rampung pada 2021 mendatang.

“Inuki akan difokuskan untuk mendukung kedokteran nuklir di Indonesia," kata dia.

Menurut Aditya, hal itu dilakukan demi meningkatkan kualitas industri farmasi dalam negeri. Sebab, ke depannya industri nuklir bisa mendukung industri kesehatan.

“Inuki itu dulu industri nuklir, salah satu BUMN industri nuklir yang setelah kita amati kedokteran nuklir itu merupakan masa depan juga untuk industri kesehatan," ungkapnya.

Dikutip dari laman resmi perusahaan, PT Industri Nuklir Indonesia (Persero) atau Inuki yang sebelumnya bernama PT Batan Teknologi (Persero) merupakan satu-satunya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam industri berbasis teknologi nuklir.

Perusahaan didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 4 tahun 1996 tentang Penyertaan Modal Pemerintah dalam Persero, dengan nama PT Batan Teknologi (Persero).

Selanjutnya, PT Inuki (Persero) mengembangkan usaha di bidang produksi radioisotop dan radiofarmaka untuk keperluan medis dan industri yang dilaksanakan oleh Divisi Produksi Radioisotop dan Radiofarmaka (RI/RF).

Divisi Produksi Elemen Bakar Nuklir (EBN) menghasilkan produk elemen bakar nuklir untuk memenuhi kebutuhan reaktor riset BATAN, sedangkan fasilitas jasa teknik berupa kegiatan masining untuk komponen industri dilaksanakan oleh Divisi Jasa Teknik.

Baca juga: Pengembangan Vaksin Covid-19, Erick Thohir: Kualitas Bio Farma Diakui Dunia



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X