Waskita Karya "Sesak Napas" Bangun Tol Palembang-Betung

Kompas.com - 17/10/2020, 07:31 WIB
Ruas Lubuk Linggau-Curup-Bengkulu Seksi 1 Bengkulu-Taba Penanjung pada koridor pendukung Tol Trans Sumatera, Palembang-Bengkulu. Dok. PT Hutama Karya (Persero).Ruas Lubuk Linggau-Curup-Bengkulu Seksi 1 Bengkulu-Taba Penanjung pada koridor pendukung Tol Trans Sumatera, Palembang-Bengkulu.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk berharap suntikan dana dari perbankan untuk membiayai proyek Jalan Tol Trans Sumatera ruas Tol Palembang-Betung, Sumatera Selatan, yang ditaksir menelan dana senilai Rp 7 triliun.

Presiden Direktur PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Destiawan Soewardjono, mengatakan bantuan pembiayaan dari perbankan ini dapat mempercepat proses konstruksi proyek itu.

Ruas Palembang-Betung yang merupakan bagian dari Tol Kayuagung-Palembang-Betung (Kapal Betung), merupakan 1 dari 11 ruas yang masuk tahap konstruksi dan digarap perseroan di Tanah Air.

“Kondisi pandemi Covid-19 ini membuat keuangan kami ‘sesak napas’, apalagi di Tol Kapal Betung ini pakai dana internal karena belum ada perbankan yang bantu proyek ini,” kata dia dilansir dari Antara, Sabtu (17/10/2020).

Baca juga: Hati-hati, Ada Perbaikan Jembatan di Tol Jagorawi

Sejauh ini, kata dia, perseroan berkomitmen untuk segera menyelesaian pembangunan Tol Kapal Betung.

Tol Kapal Betung sepanjang 111,69 kilometer (km), yang digarap anak usaha PT Waskita Sriwijaya Toll, terbagi dalam tiga seksi, yakni seksi I adalah Kayu Agung—Jakabaring sepanjang 34 km. Ruas tersebut telah beroperasi sejak April 2020.

Selanjutnya, seksi 2 adalah Jakabaring—Kramasan sepanjang 8,50 km yang saat ini sedang dalam tahap konstruksi. Perusahaan menargetkan seksi 2 rampung dan beroperasi pada Desember 2020.

Terakhir, seksi 3 yakni ruas Kramasan (Palembang) – Betung sepanjang 69,19 km. Ruas yang bakal menambah konektivitas ke provinsi tetangga, Jambi, tersebut ditarget beroperasi pada Desember 2021.

Baca juga: Hutama Karya Butuh Rp 51 Triliun untuk Bangun 771 Km Tol Trans-Sumatera

Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hedy Rahadian mengatakan pihaknya tetap memperjuangkan agar pembiayaan proyek-proyek JTTS bersumber dari APBN.

“Kita harus mengamankan JTTS masuk dalam APBN. Akan tetapi, saya kira partisipasi investasi, dari Waskita dan investor pendukung baru juga sangat kami harapkan,” katanya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X