Andai Jadi RI-1, Apa yang Mau Dilakukan Ahok?

Kompas.com - 19/10/2020, 14:08 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok hadir saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Minggu (20/10/2019). Jokowi dan Maruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden masa jabatan 2019-2024. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOMantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok hadir saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Minggu (20/10/2019). Jokowi dan Maruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden masa jabatan 2019-2024.

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama ( BTP) alias Ahok mengungkapkan berbagai rencananya seandainya terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia atau RI-1

Hal itu disampaikan mantan Gubernur DKI Jakarta ini dalam sebuah unggahan Youtube berjudul "Kalau Ahok Jadi Presiden, Apa yang Dilakukan" milik seniman kondang Butet Kertaradjasa, Senin (19/10/2020).

"Siapa yang enggak pernah buat salah gitu lho, dulu pernah saya sampaikan," ucap Ahok menjawab pertanyaan seandainya dirinya jadi orang nomor satu di Indonesia.

Menurut Ahok, budaya korupsi di Indonesia sudah sangat mengakar. Dia tak mempemasalahkan andaikan jika ada anak atau kerabat pejabat yang tersandung kasus KKN dan kemudian masuk dalam birokrasi. Kata dia, hal tersebut tak jadi masalah asalkan sudah menyatakan komitmen untuk jujur ke depannya.

Baca juga: Soal Proyek yang Disinggung Ahok, Ini Jawaban Bos Peruri

Ahok menyebutnya sebagai pemutihan. Setelah itu, dia bisa menerapkan penegakan hukum yang keras bila korupsi masih saja dilakukan.

Rekonsiliasi sendiri tidak bermakna menutup-nutupi tindak kejahatan yang dilakukan di masa lalu. Namun, tindak kejahatan apapun harus tercatat, agar menjadi pembelajaran bagi generasi berikutnya.

"Langsung dilakukan pemutihan dosa-dosa lama. Supaya dari rezim ke rezim ini tidak dijadikan ATM. Anak pejabat yang korupsi pun belum tentu korup, belum tentu dia tidak punya hati melayani rakyat, belum tentu dia tidak punya hati menolong yang miskin dan yang butuh pertolongan," kata Ahok.

"Kamu mau mengatakan harta warisan orang tua saya yang korup. Enggak apa-apa minimal rakyat tahu, kenapa kamu punya harta sekian ratus miliar," kata dia lagi.

Baca juga: Pernyataan Lengkap Ahok yang Kritik Habis-habisan Pertamina

Mantan Bupati Belitung Timur ini lantas bicara soal pemilihan pejabat termasuk soal bagaimana melakukan penilaian kinerja di pemerintahan lewat alat ukur KPI atau key performance indicator.

Dia juga akan menerapkan apa yang sudah dilakukannya di PT Pertamina (Persero). Contohnya, seorang bisa saja naik jabatan dengan cepat atau langsung meloncati beberapa level, asalkan memiliki kinerja baik tanpa menunggu beberapa tahun. 

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X