Janji Jokowi Pertumbuhan Ekonomi Meroket 7 Persen dan Realisasinya pada 2015-2020

Kompas.com - 20/10/2020, 09:02 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato untuk ditayangkan dalam Sidang Majelis Umum ke-75 PBB secara virtual di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (23/9/2020). Dalam pidatonya Presiden Joko Widodo mengajak pemimpin dunia untuk bersatu dan bekerja sama dalam menghadapi pandemi Covid-19. ANTARA FOTO/HO/KEMENLUPresiden Joko Widodo menyampaikan pidato untuk ditayangkan dalam Sidang Majelis Umum ke-75 PBB secara virtual di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (23/9/2020). Dalam pidatonya Presiden Joko Widodo mengajak pemimpin dunia untuk bersatu dan bekerja sama dalam menghadapi pandemi Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat masih menjadi calon presiden (capres) pada Pilpres 2014, Presiden Joko Widodo ( Jokowi) pernah berjanji agar pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa melesat hingga 7 persen. Sebab, menurut Jokowi, target itu bukanlah hal yang sulit dilakukan. 

Ada tiga hal yang dikejar Jokowi jika menjadi presiden agar pertumbuhan PDB Indonesia bisa menyentuh di atas 7 persen, antara lain iklim investasi, regulasi, dan peningkatan ekspor berbasis industri.

"Ke depan, saya meyakini bahwa ekonomi kita bisa tumbuh di atas 7 persen, dengan catatan iklim investasi beserta regulasinya itu betul-betul terbuka dan memberikan kesempatan untuk investor lokal bergerak menciptakan pertumbuhan ekonomi,” ucap Jokowi yang saat itu masih menjabat Gubernur DKI Jakarta dikutip dari Kompas.com, 15 Juni 2014.

Menurut Jokowi, hal terpenting mengejar target pertumbuhan ekonomi 7 persen yakni memangkas birokrasi perizinan agar bisa menarik investor sebanyak-banyaknya.

Baca juga: 2 Periode Jokowi, Utang Luar Negeri RI Bertambah Rp 1.721 Triliun

“Investor diberikan kesempatan membuka lapangan pekerjaan dan investasi di daerah-daerah. Saya yakin 7 persen bukan sesuatu yang sulit. Arah industri yang ke ekspor harus dibuka seluas-luasnya, harus diberikan insentif sebesar-besarnya. Industri kecil di desa bisa berkompetisi di dunia, asal diberikan ruang untuk memasarkan barang,” kata Jokowi.

Janji kampanyenya itu kemudian dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2015-2019. Bukan 7 persen yang dicapai, pada periode pertama Presiden Jokowi, pertumbuhan ekonomi malah selalu berkisar di angka 5 persen.

Diperinci lebih lanjut, pertumbuhan ekonomi pada tahun 2015 tercatat sebesar 4,88 persen. Berikutnya pertumbuhan ekonomi berturut-turut pada 2016 sebesar 5,03 persen, 2017 sebesar 5,07 persen, 2018 sebesar 5,17 persen, dan 2019 sebesar 5,03 persen.

Realisasi periode kedua Jokowi

Realisasi pertumbuhan ekonomi 7 persen semakin jauh panggang dari api pada 2020, apalagi setelah ekonomi Indonesia terdampak pandemi virus corona (Covid-19).

Baca juga: Ini Janji Jokowi yang Bikin Sri Mulyani Sampai Sakit Perut

Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia triwulan II-2020 terhadap triwulan sebelumnya mengalami kontraksi pertumbuhan atau minus sebesar 4,19 persen (q-to-q).

Sementara untuk pertumbuhan ekonomi kuartal selanjutnya pada 2020, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal III akan mengalami kontraksi hingga minus 2,9 persen.

Halaman:


Sumber Kompas.com
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X