Wapres Minta RI Bukan Lagi Konsumen, tetapi Produsen Produk Halal

Kompas.com - 20/10/2020, 11:48 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin dalam testimoni virtual Hari Batik Nasional di acara pagelaran Hybrid Fashion Show, Karisma Batik 2020: Bangga Pakai Batik, Jumat (2/10/2020). Dok. KIP/SetwapresWakil Presiden Maruf Amin dalam testimoni virtual Hari Batik Nasional di acara pagelaran Hybrid Fashion Show, Karisma Batik 2020: Bangga Pakai Batik, Jumat (2/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menyoroti Indonesia yang masih menjadi konsumen produk halal di dunia.

Padahal, menurut dia, Indonesia seharusnya bukan lagi menjadi konsumen, melainkan memiliki peran untuk memproduksi berbagai produk halal.

"Pada 2018, Indonesia tercatat telah membelanjakan 214 miliar dollar AS khusus untuk produk makanan dan minuman halal dan ini merupakan konsumen terbesar dibandingkan dengan negara-negara mayoritas muslim lainnya," ujarnya dalam peluncuran program pelatihan digitalisasi pemasaran dan manajemen produk halal bagi UMKM secara virtual, Selasa (20/10/2020).

Baca juga: Potensi Industri Halal Nasional Capai Rp 3.000 Triliun

Menurut dia, saat ini pasar industri halal domestik sangat besar, termasuk dengan pangsa pasar global.

Apalagi, saat ini Indonesia memiliki visi pengembangan industri halal bukan hanya untuk mengisi kebutuhan domestik, melainkan juga untuk memperluas peran dalam perdagangan produk halal global.

Oleh sebab itu, kata dia, Indonesia sudah seharusnya memanfaatkan potensi pasar halal yang saat ini sedang berkembang.

"Kita harus dapat memanfaatkan potensi pasar halal dunia ini dengan meningkatkan ekspor kita yang saat ini baru berkisar 3,8 persen dari total pasar halal dunia," ungkapnya.

Baca juga: Pertanian hingga Pariwisata, Ini 4 Sektor Potensial Industri Halal

Ma'ruf menyebutkan, pasar global memiliki potensi yang sangat besar. Pada tahun 2017 saja, produk pasar halal dunia mencapai 2,1 triliun dollar AS. Angka ini pun diperkirakan akan terus meningkat menjadi 3 triliun dollar AS pada tahun 2023.

Selain itu, Ma'ruf juga menyebut pemanfaatan teknologi digital yang dilakukan oleh UMKM di Tanah Air masih sangat rendah.

Dia menyebutkan, baru ada 13 persen UMKM yang memanfaatkan teknologi digital atau sebanyak 8,3 juta dari 64,2 juta pelaku UMKM secara nasional.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X