Kuartal III-2020, BTPN Syariah Salurkan Pembiayaan Produktif Rp 9,1 Triliun

Kompas.com - 20/10/2020, 13:39 WIB
Ilustrasi bank ShutterstockIlustrasi bank

JAKARTA, KOMPAS.com – Pada kuartal III tahun 2020, Bank BTPN Syariah melaporkan penyaluran pembiayaan produktif senilai Rp 9,1 triliun atau tumbuh 4 persen dibandingkan periode kuartal II tahun 2020.

Sementara itu, Ratio Pembiayaan Bermasalah (Non Performing Financing/NPF) tetap terjaga sebesar 1,9 persen atau di bawah rata-rata industri.

Direktur Utama BTPN Syariah Hadi Wibowo mengatakan, pembiayaan produktif di tengah pandemi Covid-19 dijalankan dengan selektif dan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Dia bilang, pada kondisi yang tidak pasti ini, para nasabah terus melanjutkan usahanya melalui pendanaan yang disalurkan.

Baca juga: Pemberdayaan Masyarakat, BTPN Syariah Gandeng Dompet Dhuafa

“Kami bersyukur, nasabah kami sudah mulai bergeliat kembali. Selama masa pandemi yang penuh tantangan ini, nasabah kami terus melanjutkan usahanya untuk bertahan. Kami bantu mereka untuk mendapatkan pembiayaan baru, serta memastikan terjadinya perbaikan kondisi mereka (restructuring and recovery),” kata Hadi melalui siaran pers, Selasa (20/10/2020).

BTPN Syariah juga mempertahankan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) di posisi 43,1 persen dengan total aset Rp 15,5 triliun, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp 9,4 triliun.

Adapun laba bersih setelah pajak (NPAT) mencapai Rp 507 miliar, tumbuh dibandingkan dengan kuartal II tahun 2020.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Besok, Pemerintah Lelang SUN Maksimal Rp 40 Triliun

Besok, Pemerintah Lelang SUN Maksimal Rp 40 Triliun

Earn Smart
Menhub: Bakal Ada Kota Baru Dekat Pelabuhan Patimban bernama 'Kota Rebana'

Menhub: Bakal Ada Kota Baru Dekat Pelabuhan Patimban bernama "Kota Rebana"

Whats New
Bahas Antisipasi Banjir, Luhut Wanti-wanti soal Klaster Baru Covid-19

Bahas Antisipasi Banjir, Luhut Wanti-wanti soal Klaster Baru Covid-19

Whats New
Patimban Mulai Beroperasi Desember 2020, Menhub Ingin Ekspor yang Lebih Besar

Patimban Mulai Beroperasi Desember 2020, Menhub Ingin Ekspor yang Lebih Besar

Whats New
Realisasi Anggaran Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Capai Rp 431,54 Triliun

Realisasi Anggaran Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Capai Rp 431,54 Triliun

Whats New
Ada Lonjakan Kasus Covid-19, Erick Thohir Minta Masyarakat Tak Lengah

Ada Lonjakan Kasus Covid-19, Erick Thohir Minta Masyarakat Tak Lengah

Whats New
MenkopUKM Tekankan 3 Hal Dorong UMKM 'Go Digital', Apa Saja?

MenkopUKM Tekankan 3 Hal Dorong UMKM "Go Digital", Apa Saja?

Whats New
Dukung Pemerintah, Enesis Group Luncurkan Kampanye #EnesisSafeTravel

Dukung Pemerintah, Enesis Group Luncurkan Kampanye #EnesisSafeTravel

Rilis
IHSG dan Rupiah Terjun Bebas di Akhir November

IHSG dan Rupiah Terjun Bebas di Akhir November

Whats New
Pasar Keuangan Optimistis Skenario Vaksin Covid-19 Pulihkan Ekonomi Tahun 2021

Pasar Keuangan Optimistis Skenario Vaksin Covid-19 Pulihkan Ekonomi Tahun 2021

Whats New
Walhi Nilai Perpres Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional Bisa Rugikan Lingkungan Hingga Negara

Walhi Nilai Perpres Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional Bisa Rugikan Lingkungan Hingga Negara

Whats New
Usaha Logistik AirAsia Siap Bantu Distribusi Vaksin Covid-19

Usaha Logistik AirAsia Siap Bantu Distribusi Vaksin Covid-19

Rilis
Masih Belum Terima Subsidi Gaji dari Pemerintah? Ini Cara Mengadukannya

Masih Belum Terima Subsidi Gaji dari Pemerintah? Ini Cara Mengadukannya

Whats New
Mentan Sebut Tanaman 'Janda Bolong' Diminati di AS dan Eropa

Mentan Sebut Tanaman "Janda Bolong" Diminati di AS dan Eropa

Whats New
Sri Mulyani Ingatkan Para Youtuber untuk Bayar Pajak

Sri Mulyani Ingatkan Para Youtuber untuk Bayar Pajak

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X