Ekonom: Inklusi Keuangan Bukan Cuma Soal Punya Rekening, tapi Akses Kreditnya...

Kompas.com - 20/10/2020, 17:22 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCK/JoyseulayIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom ekonomi digital Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Nailul Huda mengatakan, ada beberapa kendala saat Indonesia berusaha mencapai tingkat inklusi keuangan lebih dari 90 persen di tahun 2024.

Menurutnya, inklusi keuangan bukan hanya soal masyarakat memiliki rekening tabungan di bank atau tidak, tapi juga akses ke pembiayaan/ kredit.

"Masyarakat Indonesia yang tergolong unbank sama underbank mencapai 76 persen. Artinya sebenarnya memiliki akun perbankan enggak cukup. Tapi setidaknya memiliki akses layanan keuangan selain tabungan, seperti polis asuransi dan akses kredit," kata Nailul dalam dialog industri Tempo secara virtual, Selasa (20/10/2020).

Baca juga: Wamen BUMN Prediksi Penyaluran Kredit Mulai Positif di Kuartal IV-2020

Nyatanya hingga kini, akses kredit bagi pelaku usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masih rendah. Rasio kredit UMKM hanya 19 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) RI.

Untuk mencapai target inklusi keuangan mencapai 90 persen di tahun 2024, perlu adanya kolaborasi antara pemerintah dengan industri jasa keuangan. Bila kolaborasi tak dilakukan, masih sulit rasanya mencapai target inklusi keuangan.

"Untuk bisa (mencapai target inklusi keuangan) 90 persen itu kata kuncinya kolaborasi. Tahun 2024 kita optimis bisa mencapai 90 persen, tapi bisa lebih (meleset) dari tahun 2024," sebut dia.

Informasi saja, pada 28 Januari 2020 silam, Presiden RI Joko Widodo memberikan arahan dalam Rapat Terbatas Strategi Nasional Keuangan Inklusif.

Presiden mengarahkan agar Indonesia bisa mencapai target inklusi keuangan di atas 90 persen pada 2024.

Baca juga: BI Sebut Pertumbuhan Kredit Baru Naik pada Kuartal III-2020

Sementara saat ini, indeks inklusi keuangan di Indonesia yang berada di angka 76,2 persen pada 2019 masih lebih rendah dibanding negara-negara emerging market.

Di India dan China misalnya, indeks inklusi keuangan telah mencapai 80 persen. Indonesia tercatat tertinggal dibanding negara lain di Asean. Pada 2017, indeks inklusi keuangan Malaysia telah mencapai 85 persen, dan Thailand mencapai 82 persen.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X