Ini Total Panjang Jalan Tol yang Dibangun dari Era Soeharto hingga Jokowi

Kompas.com - 21/10/2020, 09:11 WIB
Pekerja mengerjakan pembangunan ruas tol layang Kelapa Gading-Pulogebang di Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (15/10/2020). Pembangunan Jalan Tol Layang Dalam Kota seksi A Kelapa Gading-Pulogebang sepanjang 9,3 kilometer itu telah mencapai 71 persen dan ditargetkan selesai pada Juni 2021. ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK APekerja mengerjakan pembangunan ruas tol layang Kelapa Gading-Pulogebang di Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (15/10/2020). Pembangunan Jalan Tol Layang Dalam Kota seksi A Kelapa Gading-Pulogebang sepanjang 9,3 kilometer itu telah mencapai 71 persen dan ditargetkan selesai pada Juni 2021.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan realisasi jalan tol yang telah beroperasi sepanjang 2020 ini mencapai 210.3 km atau 62 persen dari target sepanjang 341 km.

"Sampai saat ini dari rencana 340 km, sudah selesai dan dioperasikan 210 km atau 62 persen dari rencana," kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian dilansir dari Antara, Rabu (21/10/2020).

Hedy menjelaskan hingga akhir 2019 telah beroperasi 2.093 km jalan tol sehingga secara total sejak 1978-2020 telah beroperasi 2.303,8 km jalan tol di seluruh Indonesia. Ada pun target jalan tol yang beroperasi dalam periode 1978-2024 atau dari era Presiden Soeharto hingga periode kedua Presiden Jokowi yakni 4.817 km.

Kementerian PUPR juga mencatat ada 11 ruas jalan tol yang rencananya akan dioperasikan sepanjang Oktober hingga Desember 2020.

Baca juga: 9 Jalan Tol Diusulkan ke Jokowi Jadi Proyek Strategis Nasional

Secara rinci, ke 11 ruas tol tersebut di antaranya Cimanggis-Cibitung Seksi IA (Cimanggis-Jatikarya), dan Ujung Pandang Seksi 3 (AP Pettarani) yang ditargetkan selesai konstruksi minggu ketiga Oktober.

Lalu serta Krian-Legundi-Bunder-Manyar Seksi 1, 2, dan 3 (Krian-Bunder) yang ditargetkan selesai konstruksi pada minggu keempat Oktober.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian Balikpapan-Samarinda Seksi 1 (KM 13-Samboja) dan Cinere-Serpong Seksi 1 (SS Serpong-SS Pamulang) yang ditargetkan selesai konstruksi pada November 2020.

Selanjutnya, Bogor Ring Road Seksi 3A (Simpang Yasmin-Kayu Manis), Kayu Agung – Palembang-Betung Seksi 1 Tahap 1B (Jakabaring-SS Kramasan), Cibitung-Cilincing Seksi 1 (Cibitung-Gabus Indah), Cengkareng-Kunciran.

Baca juga: Waskita Karya Sesak Napas Bangun Tol Palembang-Betung

Berikutnya Medan-Binjai Seksi 1 Segmen 1B-1D Jl Veteran-Tj Mulia, dan Bekasi-Cawang-Kampung Melayu Seksi 1 (Koneksi Toll to Toll Wiyoto Wiyono + On Ramp Pasar Gembrong) & 2A (Jaka Sampurna-Kayuringin) yang akan selesai konstruksi pada Desember 2020.

Kementerian PUPR mengusulkan sembilan jalan tol masuk daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Hingga saat ini, tercatat ada 64 ruas jalan tol yang masuk kategori PSN, di antaranya 14 ruas telah beroperasi penuh, 10 ruas beroperasi sebagian, 26 ruas masih dalam tahap konstruksi dan pengadaan lahan, serta 14 ruas masih dalam perencanaan.

"Ke depan kita ada usulan PSN baru yang sedang dalam proses, sementara ini sembilan ruas," kata dia.

Hedy menjelaskan dari sembilan usulan PSN baru di sektor jalan tol itu, empat ruas di antaranya ditambahkan ke lingkup PSN sebelumnya, dan lima ruas merupakan ruas baru.

Baca juga: Hati-hati, Ada Perbaikan Jembatan di Tol Jagorawi

Secara rinci empat ruas penambahan lingkup PSN sebelumnya yakni Tol Ngawi-Kertosono-Kediri, Bogor Ring Road, Depok-Antasari, dan Solo-Yogya-NYIA Kulonprogo.

Sedangkan lima ruas baru yakni Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap, Akses Pelabuhan Patimban, Semarang Harbour Toll Road, Maros-Sungguminasa-Takalar, dan Samarinda-Bontang.

"Sesuai dinamika yang ada, usulan ini ada kemungkinan bertambah," ujar dia.

Lebih lanjut, Hedy menjelaskan ada pula empat PSN sektor jalan non-tol yang terus dikebut pembangunannya, yaitu Jalan Lingkar Morotai, Jalan Penghubung Palu-Parigi, Jalan Penghubung Gorontalo-Manado dan Jalan Trans Maluku.

Baca juga: Lajur Tol Jakarta-Cikampek Menyempit, Ini Sebabnya

"Ini (PSN non-tol) saat ini semuanya belum tuntas," kata Hedy.

Secara rinci progres Jalan Lingkar Morotai mencapai 71,55 persen, Jalan Penghubung Palu-Parigi 91,61 persen, Jalan Penghubung Gorontalo-Manado 58,16 persen, dan Jalan Trans Maluku 72,33 persen.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X