BI: Sistem Pembayaran Digital Berperan Penting dalam Pemulihan Ekonomi

Kompas.com - 21/10/2020, 13:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Deputi Direktur PMO Blue Print Sistem Pembayaran Indonesia 2025 Bank Indonesia, Agung Purwoko mengatakan, sistem pembayaran digital yang meningkat di tengah pandemi Covid-19 bisa berperan dalam pemulihan ekonomi nasional.

Pasalnya, Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang termasuk cepat mengadopsi digitalisasi.

Tercatat nilai transaksi e-commerce pada Agustus 2020 melesat menjadi 140 juta. Angka ini lebih besar dibanding 80 juta transaksi di Agustus 2019 dan 40 juta transaksi di Agustus 2018.

Baca juga: Transaksi E-Commerce Naik, Opsi Pembayaran dengan Kredit Paling Diburu

"Internet user juga cukup tinggi, pengguna sosial media aktif tinggi. Dibanding negara lain, kita memiliki competitiveness yang cukup kuat. Dalam konteks pembayaran, ini menjadi penting bagaimana solusi dari sistem pembayaran terhadap ekonomi," kata Agung Purwoko dalam webinar Indef, Rabu (21/10/2020).

Tak hanya transaksi di e-commerce, transaksi digital banking juga meningkat. Peningkatan paling signifikan terjadi untuk transaksi mobile banking.

Pada Agustus 2020, transaksi mobile banking mencapai 12 juta transaksi, angka ini meningkat dari 8 juta transaksi pada Agustus 2019.

Transaksi uang elektronik pun semakin meningkat, meski sempat mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19. Tercatat pada 2019, transaksi harian uang elektronik berada di kisaran Rp 400 miliar per hari, meningkat jadi Rp 550 miliar di akhir tahun 2019.

Baca juga: Transaksi Kartu Uang Elektronik Bank Masih Menanjak

"Jadi kalau kita lihat, masyarakat memang. Elektronifikasi kita sudah jalankan beberapa tahun, tapi tidak secepat kondisi sekarang. Covid-19 mempercepat proses shifting dari masyarakat," sebut Agung.

Cepatnya transaksi digital membuat perusahaan berbondong-bondong menyesuaikan kondisi bisnisnya. Terlihat ada beberapa inovasi yang bermunculan di masa pandemi. Inovasi itu tak hanya datang dari sektor jasa keuangan, tapi juga dari pelaku usaha lainnya.

Hal ini membuat masyarakat yang tadinya enggan beradaptasi menggunakan transaksi digital, semakin dipaksa. Visa mencatat, terjadi pertumbuhan transaksi non-fisik sebesar 40 persen secara global.

Di kuartal II 2020, ada 51 persen konsumen baru yang pertama kali melakukan belanja online.

"Kerja sama antara industri semakin terbuka. Bank kolaborasi dengan fintech menyalurkan pembiayaan. Covid-19 adalah situasi yang tidak menyenangkan tapi ada positifnya yang bisa kita ambil," sebut Agung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.