Lepas dari Bank Mandiri, Hery Gunardi Kepalai Merger Bank Syariah BUMN

Kompas.com - 21/10/2020, 18:09 WIB
Direktur Consumer and Retail Transactions Bank Mandiri Hery Gunardi menjelaskan kepada awak media, di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (16/12/2019). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIDirektur Consumer and Retail Transactions Bank Mandiri Hery Gunardi menjelaskan kepada awak media, di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (16/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Nama Hery Gunardi sudah tak muncul lagi di jajaran direksi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Hery digantikan oleh Alexandra Askandar sebagai Wakil Direktur Utama Bank Mandiri.

Hery Gunardi menyebut, ada beberapa alasan tak lagi menjadi pengurus di bank bersandi saham BMRI itu.

Baca juga: Tak Masuk Jajaran Direksi Bank Mandiri, ke Mana Hery Gunardi?

Alasan utamanya adalah karena Hery telah ditunjuk menjadi Ketua Project Management Office (PMO) bank syariah BUMN yang tengah melangsungkan merger (penggabungan).

"Saya dinyatakan tidak menjadi pengurus lagi di BMRI. Memang seperti yang disampaikan, saya mendapat tugas untuk mengawal proses merger 3 bank syariah milik Himbara," kata Hery dalam konferensi virtual RUPS LB Bank Mandiri, Rabu (21/10/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hery menuturkan, dirinya sudah ditunjuk menjadi PMO sejak Maret 2020. Proses merger sendiri tengah berlangsung dengan ditantanganinya Conditional Merger Agreement (CMA) pada 12 Oktober 2020 lalu.

Menurut Hery, tugasnya mengawal proses merger semakin berat dan kompleks sehingga tak memungkinkan untuk ditinggal.

Baca juga: Jadi Dirut Bank Mandiri, Ini Profil Darmawan Junaidi

"Tanggal 20 Oktober kemarin sudah penyampaian rencana dan rancangan merger. Karena tugas di situ makin kompleks dan berat, saya akan menjalanlan amanah ini. Tugas ini tentunya (harus diurus) dengan waktu yang tidak boleh nyambi," sebut Hery.

Sebagai informasi, legal merger ketiga bank syariah BUMN, yakni BRISyariah, Bank BNI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri, bakal terjadi pada awal Februari 2021.

Bank hasil penggabungan ini akan memiliki modal dan aset yang kuat dari segi finansial, sumber daya manusia, sistem teknologi informasi, maupun produk dan layanan keuangan.

Total aset dari hasil penggabungan akan mencapai Rp 214,6 triliun dengan modal inti lebih dari Rp 20,4 triliun (bank BUKU III).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.