Sri Mulyani Ingin Pesantren Bisa Jadi Contoh Kemandirian Hadapi Covid-19

Kompas.com - 22/10/2020, 10:56 WIB
Ilustrasi wartawan mewawancarai pejabat ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJAIlustrasi wartawan mewawancarai pejabat

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap santri dan pesantren bisa menjadi contoh masyarakat dalam menunjukkan daya tahan dan kreativitas selama pandemi Covid-19.

Menurut Bendahara Negara itu, pesantren perlu melakukan kolaborasi dengan masyarakat agar dapat melakukan percepatan pemulihan ekonomi di tengah pandemi yang memberikan dampak negatif terhadap kondisi sosial dan ekonomi.

"Saya berharap santri dan pesantren menjadi sumber inspirasi terhadap daya tahan dan daya kemampuan berkreasi dalam menghadapi cobaan Covid-19. Ini salah satu wujud jihad dalam memberdayan dan meningkatkan kapasitas perekonomian kita," ujar Sri Mulyani dalam Peringatan Hari Santri Nasional 2020, Kamis (22/10/2020).

Baca juga: Untuk PEN Pesantren, Pemerintah Siapkan Dana Rp 2,6 Triliun

Untuk meningkatkan kolaborasi antara pesantren dan masyarakat sekitar pesantren, Sri Mulyani mengatakan, pemerintah telah melakukan program digitalisasi UMKM.

Menurutnya, dengan digitalisasi di lingkungan UMKM pesantren harapannya bisa membuat pesantren dan masyarakat di sekitar pesantren membentuk ekosistem yang mandiri, sejahtera dan memiliki kegiatan ekonomi yang kompetitif.

"Selain itu juga berorientasi ekspor dan meningkatkan pangsa produk halal," ujar Sri Mulyani.

Adapun untuk mendukung kegiatan pesantren yang terdampak pandemi, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp 2,6 triliun. Anggaran itu disalurkan baik dalam bentuk bantuan pendidikan sebesar Rp 2,38 triliun hingga bantuan pembelajaran daring bagi pesantren sebesar Rp 211,7 miliar.

Baca juga: Sri Mulyani Paparkan Keberpihakan Pemerintah kepada Pesantren Selama Pandemi Covid-19

Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif untuk guru, ustaz, dan pengasuh pondok pesantren melalui bantuan sosial. Pemerintah juga memberikan bantuan pembangunan atau perbaikan sarana prasarana tempat wudhu dan tempat cuci tangan yang tersebar di 10 provinsi.

“Bantuan dari berbagai anggaran kementerian lembaga mencapai lebih dari Rp 991 miliar,” jelasnya.

Tak hanya itu, pemerintah juga masih terus menjalankan program Kredit Usah Rakyat (KUR) bagi setiap pesantren yang mengembangkan usahanya di setiap daerah.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X