Penanganan Covid-19, Luhut: Jangan Ada yang Jalan Sendiri-sendiri...

Kompas.com - 22/10/2020, 12:42 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rapat terkait tol laut secara daring di Kantornya, Jakarta, Rabu (30/9/2020). Dokumentasi Humas Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan InvestasiMenko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rapat terkait tol laut secara daring di Kantornya, Jakarta, Rabu (30/9/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) yang juga Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan meminta semua pihak untuk bekerja sama untuk menekan laju angka kasus virus corona atau covid-19 di berbagai daerah di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Luhut ketika mengadakan rapat koordinasi secara virtual mengenai penanganan Covid-19.

Luhut menyebutkan, ada tiga strategi yang telah ditentukan dalam penanganan pandemi Covid-19. Pertama, perubahan perilaku dan deteksi awal penyebaran. Kedua, pembangunan pusat-pusat karantina dan isolasi. Yang ketiga, manajemen perawatan Covid-19.

“Saya mohon kita semua mengacu kepada tiga strategi tadi, baik dari Kemenkes, Satgas maupun Gubernur, Kapolda, Pangdam. Semua kita mengacu pada strategi itu supaya kita betul-betul satu tim, jadi tidak ada yang jalan sendiri-sendiri,” katanya melalui keterangan tertulis, Kamis (22/10/2020).

Baca juga: Luhut Khawatir Libur Panjang Picu Gelombang Kedua Covid-19

Hadir dalam rakor virtual rapat penanganan covid-19 tersebut, di antaranya Menteri Kesehatan, Kepala Satgas Covid-19 Nasional, para Gubernur, Kapolda, Pangdam, dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Luhut mengatakan, sejauh ini penanganan yang dilakukan para gubernur dan para pemangku kepentingan lain di 8 provinsi yang menjadi prioritas sudah terbilang baik.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Sejak 9 September 2020, saya diperintah menangani delapan provinsi yang kontribusi terhadap kasus nasionalnya 72 persen. Sampai hari ini, di delapan provinsi itu tinggal 60,6 persen kontribusinya kepada nasional," katanya.

Namun Luhut menyoroti 4 provinsi yang memiliki peningkatan kasus terkonfirmasi positif tinggi yakni, Sumatera Barat, Riau, Kalimantan Timur,  dan Papua.

“Di empat provinsi saya sebut tadi, naik 7 persen dari 13, 4 persen diawal periode 9-15 September 2020 menjadi 20,5 persen di periode 14-20 Oktober 2020. Saya minta Dansatgas, Menkes, para Gubernur, Pangdam, Kapolda, tolong lihat. Jadi saya akan ikut memperhatikan juga empat provinsi ini, Sumbar, Kaltim, Riau, dan Papua,” ucap Luhut.

Luhut juga menyatakan, pelibatan TNI-Polri dalam menjalankan operasi yustisi sebagai upaya menekan angka penyebaran Covid-19 cukup berdampak. Hal ini terbukti di Provinsi Jawa Timur, angka kasus covidnya telah menurun akibat dari perubahan perilaku masyarakatnya memerapkan protokol kesehatan.

“Ini datanya real time. Kita berharap di daerah-daerah yang kasusnya tinggi supaya itu dilakukan seperti di Provinsi Jatim. Jadi kerja sama antara Gubernur, Kapolda, Pangdam, Dinkes sangat penting,” ujarnya.

Baca juga: Tak Bisa Temui Sang Istri yang Ulang Tahun, Menko Luhut Sampaikan Rasa Rindu dengan Cara Ini

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X