Luhut Ingin Ada Peningkatan Kerja Sama Bilateral Indonesia-AS

Kompas.com - 23/10/2020, 05:19 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melakukan rapat virtual bersama Pemerintah Daerah Jawa Tengah secara virtual, Selasa (13/10/2020). Dokumentasi Humas Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan InvestasiMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melakukan rapat virtual bersama Pemerintah Daerah Jawa Tengah secara virtual, Selasa (13/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menerima kedatangan Duta Besar Amerika Serikat (AS) yang baru, Sung Yong Kim,.di kediamannya.

Kepada Kim, Luhut membahas hubungan bilateral Indonesia-AS.

Dirinya mempunyai harapan dari peningkatan kerja sama strategis bilateral kedua negara. Terutama di sektor investasi infrastruktur, energi dan konektivitas. Mengingat perusahaan Amerika mempunyai sejarah yang panjang di Indonesia sebelum Indonesia merdeka.

Baca juga: Penanganan Covid-19, Luhut: Jangan Ada yang Jalan Sendiri-sendiri...

"Terlebih, Indonesia dan Amerika juga sahabat lama yang saling membantu di kala suka dan duka, maka dari itulah keduanya menjadi mitra strategis yang alami karena sama-sama negara demokrasi yang menjunjung tinggi toleransi dan keberagaman," katanya melalui keterangan Facebooknya, Kamis (22/10/2020).

"Saya kira akan banyak hal yang bisa dikerjakan bersama dengan Amerika Serikat ke depan. Terutama bagaimana Indonesia dan Amerika Serikat bisa saling bahu membahu menghadapi dampak pandemi Covid-19 di sektor kesehatan dan perekonomian," sambung Luhut.

Sebelum pembahasan kerja sama bilateral, Duta Besar Kim menceritakan pengalamannya kepada Luhut, yang pernah menjadi diplomat di kedutaan besar AS di sejumlah negara. 

Kim resmi menjabat sebagai Duta Besar AS di Indonesia sejak 21 Oktober 2020.

Baca juga: Luhut Yakin Ekonomi Indonesia Tahun Depan Tumbuh 5 Persen

"Beliau secara resmi telah menyerahkan Letters of Credentials kepada Presiden Joko Widodo, 21 Oktober 2020 lalu sebagai tanda dimulainya penugasan dirinya di Kedutaan Amerika Serikat di Indonesia menggantikan Dubes sebelumya yaitu Mr Joseph R Donovan Jr. Bagi saya, beliau adalah seorang diplomat yang sangat berpengalaman. Beliau bercerita kepada saya pengalaman hidupnya bahwa beliau adalah warga negara Amerika Serikat keturunan Korea Selatan. Lahir di Seoul, Korea Selatan dan besar di Los Angeles, Amerika Serikat," katanya.

Kim sebelumnya adalah duta besar AS untuk Filipina, sejak November 2016 hingga Oktober 2020.

Ia juga pernah memegang posisi sebagai Utusan Khusus Perundingan Enam Negara untuk urusan Korea Utara, dengan tingkatan setara duta besar. Pernah juga beliau berdinas di Tokyo, Kuala Lumpur, dan Hong Kong.

Sebelum bergabung dengan Dinas Luar Negeri, Kim bekerja sebagai seorang jaksa di Los Angeles, California. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gaji Rp 5 Juta, Sebaiknya Ngontrak atau Cicil Rumah?

Gaji Rp 5 Juta, Sebaiknya Ngontrak atau Cicil Rumah?

Spend Smart
Wika dan CNI Bangun Pabrik Nikel di Kolaka

Wika dan CNI Bangun Pabrik Nikel di Kolaka

Whats New
Pengusaha Sebut Hanya 3 Persen Pekerja yang Bekerja di Perusahaan Besar

Pengusaha Sebut Hanya 3 Persen Pekerja yang Bekerja di Perusahaan Besar

Whats New
Nadine Chandrawinata: Selain Plastik, Sampah Puntung Rokok Juga Banyak Ditemukan di Laut

Nadine Chandrawinata: Selain Plastik, Sampah Puntung Rokok Juga Banyak Ditemukan di Laut

Whats New
Pengusaha Ingin Buruh Tak Sekadar Demo, tapi Berdialog untuk Menyelesaikan Masalah

Pengusaha Ingin Buruh Tak Sekadar Demo, tapi Berdialog untuk Menyelesaikan Masalah

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Menyiapkan Guru Masa Depan | Siap-siap 5G | 7 Kesalahan dalam Bisnis

[POPULER DI KOMPASIANA] Menyiapkan Guru Masa Depan | Siap-siap 5G | 7 Kesalahan dalam Bisnis

Rilis
Luhut: Saya Enggak Mau Lama-lama, Kerjaan Saya Banyak

Luhut: Saya Enggak Mau Lama-lama, Kerjaan Saya Banyak

Whats New
Menaker Akui Iklim Terciptanya Lapangan Kerja Baru Masih Belum Bersahabat

Menaker Akui Iklim Terciptanya Lapangan Kerja Baru Masih Belum Bersahabat

Whats New
779 Warga Kota Serang Dapat Kompensasi Tumpahan Minyak dari Pertamina

779 Warga Kota Serang Dapat Kompensasi Tumpahan Minyak dari Pertamina

Whats New
7 Posisi Menteri yang Pernah Dijabat Luhut, Apa Saja?

7 Posisi Menteri yang Pernah Dijabat Luhut, Apa Saja?

Whats New
Menaker Sebut Nilai Upah Minimum RI Tak Sepadan dengan Produktivitas Pekerja yang Rendah

Menaker Sebut Nilai Upah Minimum RI Tak Sepadan dengan Produktivitas Pekerja yang Rendah

Whats New
Ini 7 Kiat Sukses Calon Pemimpin ala Gubernur BI

Ini 7 Kiat Sukses Calon Pemimpin ala Gubernur BI

Rilis
KKP Bantu Permodalan Pembudi Daya Rumput Laut di Sulsel

KKP Bantu Permodalan Pembudi Daya Rumput Laut di Sulsel

Whats New
Kemenkeu Beri Pinjaman Rp 650 Miliar ke Perumnas untuk Penyediaan Satu Juta Rumah

Kemenkeu Beri Pinjaman Rp 650 Miliar ke Perumnas untuk Penyediaan Satu Juta Rumah

Whats New
Pulihkan Ekonomi, Mendag Dorong Penguatan Kerja Sama Indonesia-Malaysia-Thailand

Pulihkan Ekonomi, Mendag Dorong Penguatan Kerja Sama Indonesia-Malaysia-Thailand

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X