Skandal Korupsi 1MDB, Inggris Denda Goldman Sachs Rp 1,86 Triliun

Kompas.com - 23/10/2020, 12:39 WIB
Goldman Sachs Headquarters shutterstockGoldman Sachs Headquarters

WASHINGTON, KOMPAS.com - Pemerintah Inggris mendenda Goldman Sachs International senilai 96,6 juta poundsterling atau 126 juta dollar AS, setara dengan Rp 1,86 triliun (kurs Rp 14.800) atas perannya dalam skandal korupsi 1MDB Malaysia.

Denda tersebut membuat bank asal Amerika Serika itu harus membayar hampir 3 miliar dollar AS untuk menyelesaikan penyelidikan atas perannya di mega skandal korupsi itu.

"Tidak ada amnesti bagi perusahaan yang menangani kejahatan keuangan dengan buruk, dan besarnya denda mencerminkan hal itu," kata Direktur Eksekutif Penegakan Hukum dan Pengawasan Pasar, Otoritas Keuangan Inggris, Mark Steward mengutip Reuters, Jumat (23/10/2020).

Baca juga: 75 Persen Pegawai Milenial, Goldman Sachs Longgarkan Aturan Berbusana

Menanggapi hal itu, Goldman Sachs Group Inc mengaku telah setuju untuk membayar dendanya yang sebesar 2,9 miliar dollar AS atas perannya dalam skandal korupsi 1MDB Malaysia beberapa tahun silam.

Lantas apa peran Goldman Sachs dalam mega skandal tersebut?

Penyelidikan oleh otoritas AS mengungkap, bank berperan dalam penjaminan 3 penawaran obligasi pada tahun 2012 - 2013.

Penawaran obligasi itu berhasil mengumpulkan 6,5 miliar dollar AS untuk 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

1MDB adalah dana investasi negara yang diluncurkan pada 2009 oleh mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, untuk mempromosikan pembangunan ekonomi.

1MDB mengumpulkan dana hingga miliaran dolar dalam bentuk obligasi. Dana tersebut digunakan untuk proyek investasi dan usaha patungan antara tahun 2009 hingga 2013.

Pihak berwenang Malaysia dan AS mengungkap, 4,5 miliar dollar AS dana yang dikumpulkan, termasuk dari obligasi yang dijamin oleh Goldman, rupanya dicuri dari 1MDB.

Pencurian alias korupsi ini berskema rumit yang menjangkau seluruh dunia dan melibatkan pejabat tingkat tinggi dari dana tersebut, tak lain mantan PM Malaysia Najib Razak.

Alih-alih investasi, dana digunakan untuk membeli aset mewah dan real estat, termasuk hotel, jet pribadi, karya seni Picasso dan Monet, serta untuk membiayai film-film Hollywood.

Departemen Kehakiman AS telah berusaha memulihkan sekitar 2,1 miliar dollar AS aset terkait dengan dana 1MDB. Tindakan pemulihan aset ini merupakan yang terbesar yang pernah dilakukan oleh Departemen Kehakiman AS.

Bagaimana Goldman Sachs terlibat?

Goldman Sachs telah diselidiki oleh regulator dari sedikitnya 14 negara karena perannya dalam penjaminan emisi obligasi 1MDB. Dalam penjaminan, bank menghasilkan 600 juta dollar AS dalam bentuk pembayaran. Penjaminan juga memberikan bonus besar bagi beberapa eksekutifnya.

Departemen Kehakiman AS, mengatakan, Goldman telah melanggar Undang-Undang Praktik Korupsi Luar Negeri AS.

Undang-Undang tersebut melarang perusahaan AS membayar pejabat pemerintah asing untuk membantu mendapatkan atau mempertahankan bisnis. Jaksa Malaysia juga menyatakan, bank telah menyesatkan investor atas penjualan obligasi.

Waktu itu Goldman mengaku, anggota tertentu dari mantan pejabat pemerintah Malaysia dan 1MDB berbohong mengenai penggunaan uang dari hasil penjualan obligasi.

Baca juga: Benny Tjokro Masuk Daftar Orang Terkaya RI, Terseret Skandal di BUMN

Halaman:


Sumber Reuters
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Kunci Agar Transformasi Digital di Bisnismu Berhasil

3 Kunci Agar Transformasi Digital di Bisnismu Berhasil

Smartpreneur
November, Jumlah Penumpang di 15 Bandara Kelolaan AP I Naik 29,1 Persen

November, Jumlah Penumpang di 15 Bandara Kelolaan AP I Naik 29,1 Persen

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Hitungan Baru Gaji PNS | Jelang Pilkada 2020 | Takdir Kostum Bekas Pemain

[POPULER DI KOMPASIANA] Hitungan Baru Gaji PNS | Jelang Pilkada 2020 | Takdir Kostum Bekas Pemain

Rilis
Ganti Nama Jadi Telkom Indonesia, Ini Alasan TLKM

Ganti Nama Jadi Telkom Indonesia, Ini Alasan TLKM

Whats New
Mau Berbisnis? Simak Tips Ala Bos SayurBox dan BLP Ini

Mau Berbisnis? Simak Tips Ala Bos SayurBox dan BLP Ini

Smartpreneur
Cara Mudah Memilih Reksadana untuk Pemula

Cara Mudah Memilih Reksadana untuk Pemula

Earn Smart
[POPULER MONEY] Keponakan Prabowo Tunjuk Hotman Paris soal Ekspor Benur | BCA Minta Maaf Layar ATM Bisa Ditonton

[POPULER MONEY] Keponakan Prabowo Tunjuk Hotman Paris soal Ekspor Benur | BCA Minta Maaf Layar ATM Bisa Ditonton

Whats New
Pusaran Ekspor Benur, Bantahan Hashim Djojohadikusumo hingga Respons Susi Pudjiastuti

Pusaran Ekspor Benur, Bantahan Hashim Djojohadikusumo hingga Respons Susi Pudjiastuti

Whats New
Ini 5 Keuntungan Mendirikan CV Dibandingkan PT

Ini 5 Keuntungan Mendirikan CV Dibandingkan PT

Work Smart
Turun Rp 1.000, Ini Rincian Harga Emas Antam 0,5 Gram hingga 1 Kg Terbaru

Turun Rp 1.000, Ini Rincian Harga Emas Antam 0,5 Gram hingga 1 Kg Terbaru

Whats New
Ajukan Perubahan Nama di Bursa Efek Indonesia, Ini Alasan Telkom

Ajukan Perubahan Nama di Bursa Efek Indonesia, Ini Alasan Telkom

Whats New
Luhut: Jepang Bakal Investasi Rp 57 Triliun buat Lembaga Pengelola Investasi Indonesia

Luhut: Jepang Bakal Investasi Rp 57 Triliun buat Lembaga Pengelola Investasi Indonesia

Whats New
Rincian Terbaru Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian

Rincian Terbaru Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian

Spend Smart
Hashim Soal Kasus Korupsi Benur: Partai Gerindra Tidak Suka Monopoli

Hashim Soal Kasus Korupsi Benur: Partai Gerindra Tidak Suka Monopoli

Whats New
Hentikan Ekspor Benur, Susi Pudjiastuti: Rasanya Tidak Mungkin Berhasil...

Hentikan Ekspor Benur, Susi Pudjiastuti: Rasanya Tidak Mungkin Berhasil...

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X