Simak Saham-saham yang Bisa Dilirik Tahun 2021

Kompas.com - 23/10/2020, 13:36 WIB
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com – Selama kondisi pandemi Covid-19 beragam sektor mengalami pukulan yang cukup keras, sehingga laba dan kinerja korporasi mengalami tekanan. Lalu, bagaimana propspek koleksi saham di tahun depan ?

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee dalam Capital Market Summit & Expo mengatakan, beberapa sektor masih potensial untuk dilirik investor pasar modal. Salah satunya sektor mining atau pertambangan.

“Kalau bicara sektor yang menarik, pertama adalah mining ya. Karena isu global sekarang arahnya ke green energy, dan mobil listrik itu menjadi salah satu kendaraan masa depan, pembuatan baterai listrik menjadi suatu yang sangat menjanjinkan,” kata Hans dalam virtual konferensi CMSE, Kamis (22/10/2020).

Baca juga: Merger Bank Syariah BUMN, Mandiri Jadi Pemegang Saham Terbesar

Beberapa emiten yang bisa dilirik dari sektor miningantara lain Vale Indonesia (INCO), Aneka Tambang (ANTM), Indo Tambangraya (ITMG), dan Timah (TINS).

Indonesia merupakan negara dengan produksi nikel terbesar di dunia untuk ekspor. Hal ini berbeda dengan China yang juga memproduksi nikel, namun untuk penggunaan domestik.

“Kita banyak ekspor nikel, Indonesia kalau mau membatasi ekspor nikel pastinya harga nikel akan bergerak ke atas karena kita dominan. Sebenarnya, memang pemerintah bisa mengontrol nikel kita,” jelas dia.

Sektor pertambangan juga mendapat dukungan dari beberapa perusahaan energi yang kinerjanya masih bersinar saat kondisi pandemi Covid-19. Dari sektor energi ini ada  Adaro Energy (ADRO) dan Bukit Asam (PTBA) yang masih menarik untuk dikoleksi investor di tahun depan.

Goldman Sachs juga menunjukkan sektor komoditas akan bergerak naik pada tahun 2021, seperti misalkan peninyakan dan batu bara yang menjadi komoditas andalan.

“Minyak dan batu bara akan bergerak ke atas sehingga PTBA, ADRO, dan ITMG bisa dipilih,” tambah dia.

Selain itu, sektor properti yang kini memiliki valuasi rendah, diproyeksikan akan bergerak naik di tahun 2023. Periode ini merupakan waktu tebaik untuk mengoleksi saham properti seperti Bumi Serpong Damai (BSDE), Ciputra (CTRA), Summarecon (SMRA), dan Pakuwon (PWON).

“Kalau kita lihat, sektor properti mulai naik lagi di tahun 2023. Ini adalah periode properti memiliki valuasi yang low dan merupakan periode terbaik,” jelas dia.

Sementara sektor perbankan, juga masih menarik terutama emiten kakap seperti Bank BCA (BBCA), Bank Mandiri (BMRI), Bank BNI (BBNI), dan Bank BRI (BBRI).

“Kalau sektor finance kita itu enggak terlalu terganggu ya, kita terbantu sekali dengan dukungan OJK berupa restrukturisasi kredit,” jelas dia.

Dia bilang, perbankan dalam posisi yang cukup kuat dengan likuiditas yang tinggi. Hal ini terjadi karena kondisi WFH dimana kebanyakan orang berada di rumah. Sehingga investasi cenderung berbentuk deposito yang meningkatkan DPK perbankan. Sementara untuk ekspansi kredit masih kurang. Namun, jika pandemi Covid-19 bisa diselesaikan maka ekspansi kredit akan tumbuh.

Baca juga: Turun Signifikan dalam Beberapa Pekan, Saham IKAN Masuk Pengawasan Bursa



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pendapatan Turun, Multi Bintang Tetap Bagi Dividen Rp 475 Per Saham

Pendapatan Turun, Multi Bintang Tetap Bagi Dividen Rp 475 Per Saham

Whats New
Pertamina Rosneft Mulai Desain Rinci Kilang Tuban

Pertamina Rosneft Mulai Desain Rinci Kilang Tuban

Whats New
Dalam Sepekan, Dogecoin Sudah Menguat 600 Persen

Dalam Sepekan, Dogecoin Sudah Menguat 600 Persen

Whats New
Selain Suku Bunga Rendah, Ini Jurus BI Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional

Selain Suku Bunga Rendah, Ini Jurus BI Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional

Whats New
Bogasari Ditunjuk Jadi Industri Percontohan Kawasan Tangguh Jaya

Bogasari Ditunjuk Jadi Industri Percontohan Kawasan Tangguh Jaya

Whats New
Pemerintah Siapkan 5 Prioritas Program Energi Terbarukan Hingga 2024

Pemerintah Siapkan 5 Prioritas Program Energi Terbarukan Hingga 2024

Whats New
Pasar Mitra Tani Berikan Gratis Ongkir untuk Masyarakat

Pasar Mitra Tani Berikan Gratis Ongkir untuk Masyarakat

Rilis
[TREN TRAVEL KOMPASIANA] Pesona Kawah Ijen | Kiat dan Trik Mendaki Gunung Talamau | Jalan Kaki Menikmati Alam Sentul

[TREN TRAVEL KOMPASIANA] Pesona Kawah Ijen | Kiat dan Trik Mendaki Gunung Talamau | Jalan Kaki Menikmati Alam Sentul

Rilis
Gubernur BI: Alhamdulillah, Suku Bunga Dasar Kredit Sekarang Sudah Single Digit...

Gubernur BI: Alhamdulillah, Suku Bunga Dasar Kredit Sekarang Sudah Single Digit...

Whats New
Berdamai dengan KPPU Australia, Garuda Bayar Denda Rp 241 Miliar

Berdamai dengan KPPU Australia, Garuda Bayar Denda Rp 241 Miliar

Whats New
Kemenkop Minta UMKM Ekspor Rempah dalam Bentuk Bumbu hingga Jamu

Kemenkop Minta UMKM Ekspor Rempah dalam Bentuk Bumbu hingga Jamu

Whats New
Waskita Karya Incar Pendanaan Rp 15,3 Triliun untuk Rampungkan Berbagai proyek

Waskita Karya Incar Pendanaan Rp 15,3 Triliun untuk Rampungkan Berbagai proyek

Whats New
Pegadaian Prediksi Transaksi Gadai Emas Turun jelang Lebaran, Ini Penyebabnya

Pegadaian Prediksi Transaksi Gadai Emas Turun jelang Lebaran, Ini Penyebabnya

Whats New
Tekan Serbuan Impor, Kemenperin Dorong Penggunaan Produk Logam Ber-SNI

Tekan Serbuan Impor, Kemenperin Dorong Penggunaan Produk Logam Ber-SNI

Rilis
Masih Ada 8 Cabang yang Beroperasi, Bank Mandiri Tetap Salurkan Kredit di Aceh?

Masih Ada 8 Cabang yang Beroperasi, Bank Mandiri Tetap Salurkan Kredit di Aceh?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X