Listrik di Ibu Kota Baru Akan Dibuat Tak Pernah Padam

Kompas.com - 23/10/2020, 14:34 WIB
Presiden Joko Widodo meninjau lokasi kluster pemerintahan di calon ibu kota baru di Kecamatan Sepaku, Penajam Passer Utara, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019). KOMPAS.com/IhsanuddinPresiden Joko Widodo meninjau lokasi kluster pemerintahan di calon ibu kota baru di Kecamatan Sepaku, Penajam Passer Utara, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT PLN (Persero) masih melakukan kajian terkait pembangunan sistem kelistrikan di lokasi ibu kota baru, yakni Kabupaten Penajem Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimatan Timur.

Direktur Bisnis PLN Regional Sulawesi dan Kalimantan Syamsul Huda mengatakan, dalam perancangan pengadaan sistem kelistrikan di ibu kota baru, pihaknya akan mengikuti roadmap yang telah disusun oleh Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional atau Bappenas.

Salah satu poin penting yang ditekankan dalam pembangunan sistem kelistrikan di daerah pengganti DKI Jakarta itu ialah keandalan kelistrikan. Rencananya, sistem kelistrikan di ibu kota baru tidak akan pernah padam, seperti di Istana Merdeka, Jakarta.

Baca juga: Sebut Vaksin Tak Serta Pulihkan Ekonomi, Sri Mulyani: Secara Mental Kita Harus Bersiap...

"Listrik di ibu kota baru itu, listrik yang tanpa padam. Ini bukan tidak mungkin, karena saat ini Istana Merdeka di Jakarta listriknya tidak pernah padam," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Jumat (23/10/2020).

Untuk merealisasikan visi tersebut, PLN akan mengikuti persis sistem kelistrikan yang digunakan Istana Merdeka saat ini, yaitu tidak hanya mengandalkan satu sumber listrik.

"Jadi harus ada beberapa sumber yang saling bisa back up. Gangguan tetap ada, tapi kami upayakan mitigasi dampak dari gangguan itu supaya tidak mengakibatkan seluruh pelanggan PLN di ibu kota baru listriknya padam," tutur Syamsul.

Selain itu, agar dapat tetap mendukung konsep Green City yang diusung oleh Bappenas, PLN akan mengedepankan sumber kelistrikan yang berasal dari pembangkit listrik ramah lingkungan, seperti halnya pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Baca juga: Dihantam Covid-19, Matahari Terpaksa Tutup Toko dan Rugi Rp 617 Miliar

"Di ibu kota baru, dalam membangun jaringan listrik juga kami tidak memakai kabel yang tidak elok estetikannya sehingga di sana kami akan membangun jaringan yang di bawah," kata dia.

Kendati demikian, Syamsul mengakui, di tengah pandemi Covid-19 progres perencanaan pembangunan sistem kelistrikan di ibu kota baru menjadi terhambat.

"Kami sudah agak lama tidak berkoordinasi soal kelanjutan rencana pembangunan kelistrikan di sana. Karena kita semua masih sibuk bagaimana bisa mengatasi pandemi ini," ucapnya.

Baca juga: Ini 3 Masalah Utama yang Harus Diselesaikan agar UMKM Bisa Naik Kelas



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pendiri Start Up Jaringan Bengkel Mobil Asal Indonesia Masuk Daftar Forbes 30 Under 30

Pendiri Start Up Jaringan Bengkel Mobil Asal Indonesia Masuk Daftar Forbes 30 Under 30

Whats New
Dukung UMKM ke Pasar Global, KGX Luncurkan Layanan Export Delivery Service

Dukung UMKM ke Pasar Global, KGX Luncurkan Layanan Export Delivery Service

Whats New
Tertarik Asuransi Unit Link? Pahami Dulu Manfaat dan Kerugiannya

Tertarik Asuransi Unit Link? Pahami Dulu Manfaat dan Kerugiannya

Spend Smart
Pendapatan Turun, Multi Bintang Tetap Bagi Dividen Rp 475 Per Saham

Pendapatan Turun, Multi Bintang Tetap Bagi Dividen Rp 475 Per Saham

Whats New
Pertamina Rosneft Mulai Desain Rinci Kilang Tuban

Pertamina Rosneft Mulai Desain Rinci Kilang Tuban

Whats New
Dalam Sepekan, Dogecoin Sudah Menguat 600 Persen

Dalam Sepekan, Dogecoin Sudah Menguat 600 Persen

Whats New
Selain Suku Bunga Rendah, Ini Jurus BI Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional

Selain Suku Bunga Rendah, Ini Jurus BI Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional

Whats New
Bogasari Ditunjuk Jadi Industri Percontohan Kawasan Tangguh Jaya

Bogasari Ditunjuk Jadi Industri Percontohan Kawasan Tangguh Jaya

Whats New
Pemerintah Siapkan 5 Prioritas Program Energi Terbarukan Hingga 2024

Pemerintah Siapkan 5 Prioritas Program Energi Terbarukan Hingga 2024

Whats New
Pasar Mitra Tani Berikan Gratis Ongkir untuk Masyarakat

Pasar Mitra Tani Berikan Gratis Ongkir untuk Masyarakat

Rilis
[TREN TRAVEL KOMPASIANA] Pesona Kawah Ijen | Kiat dan Trik Mendaki Gunung Talamau | Jalan Kaki Menikmati Alam Sentul

[TREN TRAVEL KOMPASIANA] Pesona Kawah Ijen | Kiat dan Trik Mendaki Gunung Talamau | Jalan Kaki Menikmati Alam Sentul

Rilis
Gubernur BI: Alhamdulillah, Suku Bunga Dasar Kredit Sekarang Sudah Single Digit...

Gubernur BI: Alhamdulillah, Suku Bunga Dasar Kredit Sekarang Sudah Single Digit...

Whats New
Berdamai dengan KPPU Australia, Garuda Bayar Denda Rp 241 Miliar

Berdamai dengan KPPU Australia, Garuda Bayar Denda Rp 241 Miliar

Whats New
Kemenkop Minta UMKM Ekspor Rempah dalam Bentuk Bumbu hingga Jamu

Kemenkop Minta UMKM Ekspor Rempah dalam Bentuk Bumbu hingga Jamu

Whats New
Waskita Karya Incar Pendanaan Rp 15,3 Triliun untuk Rampungkan Berbagai proyek

Waskita Karya Incar Pendanaan Rp 15,3 Triliun untuk Rampungkan Berbagai proyek

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X