Airport Tax Ditanggung Pemerintah, Citilink Turunkan Harga Tiketnya hingga 15 Persen

Kompas.com - 23/10/2020, 15:29 WIB
Pesawat Citilink dengan nomor penerbangan QC-132 dari Bandar Udara Halim Perdanakusuma mendarat di Bandar Udara Yogyakarta International Airport di Kulon Progo, DI Yogyakarta. Ini lendaratan pertama pesawat komersil berpenumpang di YIA. Pendaeatan sekaligus menunjukkan YIA sudah beroperasi penuh. KOMPAS.com/DANI JPesawat Citilink dengan nomor penerbangan QC-132 dari Bandar Udara Halim Perdanakusuma mendarat di Bandar Udara Yogyakarta International Airport di Kulon Progo, DI Yogyakarta. Ini lendaratan pertama pesawat komersil berpenumpang di YIA. Pendaeatan sekaligus menunjukkan YIA sudah beroperasi penuh.

JAKARTA, KOMPAS.com - Maskapai Citilink menurunkan harga tiket pesawatnya hingga 15 persen untuk keberangkatan dari 13 bandara tertentu di Indonesia.

Keputusan ini diambil dalam rangka menindaklanjuti pemberian insentif tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau Passenger Service Charge (PSC) oleh pemerintah.

Direktur Utama Citilink Juliandra mengatakan, pihaknya menyambut baik stimulus airport tax yang diberikan pemerintah ini.

“Seiring dengan program baik pemerintah ini, kami berkomitmen untuk mendukung secara penuh dalam mengimplementasikan program stimulus ini, sehingga dapat mendorong masyarakat untuk melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman, serta menggairahkan kembali industri penerbangan domestik, khususnya pada masa adaptasi kebiasaan baru,” ujar Juliandra dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/10/2020).

Baca juga: Hari Terakhir Peserta Kartu Prakerja Beli Pelatihan, Ini Cara dan Tipsnya

Juliandra menambahkan, Citilink telah mempersiapkan seluruh infrastruktur pendukung sesuai dengan ketentuan yang telah diberlakukan serta berkoordinasi erat dengan stakeholders. Sehingga program tersebut dapat terimplementasikan dengan baik di seluruh channel pembelian tiket Citilink.

“Pada akhirnya kami berharap program baik pemerintah tersebut dapat turut memberikan dampak positif bagi berbagai sektor terkait seperti pariwisata, ekonomi kreatif serta sektor lainnya,” kata dia.

Stimulus PJP2U dan biaya kalibrasi fasilitas penerbangan ini sendiri berlaku mulai 23 Oktober hingga 31 Desember 2020. Insentif ini berlaku bagi masyarakat yang membeli tiket di 13 bandara untuk periode penerbangan sebelum 1 Januari 2021.

Baca juga: Terima Investor AS, Luhut Jelaskan UU Cipta Kerja

Adapun ke-13 bandara tersebut, yakni Bandara Soekarno-Hatta (CGK), Bandara Hang Nadim (BTH), Bandara Kualanamu Medan (KNO), Bandara Bali I Gusti Ngurah Rai Denpasar (DPS), International Yogyakarta Kulon Progo (YIA), Halim Perdanakusuma Jakarta (HLP), Bandara Internasional Lombok Praya (LOP), Jenderal Ahmad Yani Semarang (SRG), Bandara Sam Ratulangi Manado (MDC).

Kemudian, Bandara Komodo Labuan Bajo (LBJ), Bandara Silangit (DTB), Bandara Banyuwangi (BWX), hingga Bandara Adi Sucipto (JOG).

Adapun total anggaran yang disiapkan pemerintah untuk program insentif PJP2U di periode 23 Oktober sampai 31 Desember sebesar Rp 175,7 miliar. Sedangkan untuk insentif kalibrasi fasilitas penerbangan senilai Rp 40,8 miliar.

Baca juga: Listrik di Ibu Kota Baru Akan Dibuat Tak Pernah Padam



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X