Survei Kemenhub ke 1.526 Responden: Mayoritas Tak Ingin Berpergian Saat Libur Panjang Akhir Oktober

Kompas.com - 23/10/2020, 16:31 WIB
Kepadatan kendaraan menuju Jalan Raya Puncak, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (22/8/2020). Tingginya antusias warga untuk berlibur di kawasan Puncak Bogor pada libur panjang Tahun Baru Islam 1 Muharam 1442 Hijriah dan libur akhir pekan membuat kepadatan terjadi di sejumlah titik, Sat Lantas Polres Bogor memberlakukan sistem buka tutup jalur dan sistem lawan arus (contraflow) untuk mengurai kemacetan. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/hp. ANTARA FOTO/Yulius Satria WijayaKepadatan kendaraan menuju Jalan Raya Puncak, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (22/8/2020). Tingginya antusias warga untuk berlibur di kawasan Puncak Bogor pada libur panjang Tahun Baru Islam 1 Muharam 1442 Hijriah dan libur akhir pekan membuat kepadatan terjadi di sejumlah titik, Sat Lantas Polres Bogor memberlakukan sistem buka tutup jalur dan sistem lawan arus (contraflow) untuk mengurai kemacetan. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/hp.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan mengadakan survei terkait libur panjang pada akhir Oktober 2020 nanti. Hasilnya, mayoritas responden yang dilakukan survei mengatakan tidak akan melakukan perjalanan saat libur panjang tersebut.

Adapun metode yang digunakan adalah random sampling. Survei ini dilakukan kepada 1.526 responden dan memiliki margin error sebesar lima persen.

“Yang menarik ketika ditanya apakah saat libur panjang akan melakukan perjalanan, yang menjawab ya hanya 23 persen yang akan melakukan perjalanan. 77 persen tidak,” ujar Kepala Badan Litbang Kemenhub Iniyatun dalam konferensi pers virtual, Jumat (23/10/2020).

Baca juga: Jelang Libur Panjang, Saran Menhub: Libur di Rumah Pilihan Tepat

Adapun karakteristik responden dalam survei ini terdiri dari 61 persen laki-laki dan 39 persen perempuan. Rentang usianya 31-40 tahun (33,2 persen), 41-50 tahun (24,7 persen), 21-30 tahun (24,9 persen), dan lainnya.

Dari segi pekerjaan, 43,3 persen PNS, 18 persen karyawan swasta, dan sisanya pekerjaan lain-lain.

Sementara itu, mengenai daerah asal responden didominasi oleh Jabodetabek (40,10 persen), Jawa Timur (13,7 persen), Jawa Tengah (9,96 persen), dan Jawa Barat (9,31 persen).

“Alasan mereka tidak melakukan perjalanan karena merasa lebih aman di rumah saja (50,6 persen), mencegah tertular Covid-19 (40,5 persen), tidak memiliki biaya (7,7 persen), dan masih belum percaya naik angkutan umum (1,2 persen),” kata Umiyatun.

Sementara itu, dari 23 persen responden yang menjawab akan melakukan perjalanan saat libur panjang nanti, mayoritas ingin berlibur ke tempat wisata. Sisanya, mereka mengatakan ingin pulang kampung.

“Daerah tujuan terbanyak ke Jawa Tengah 21,61 persen, Jawa Barat 20,17 persen, Jawa Timur 15,56 persen, dan 9,31 persen ke wilayah lainnya,” ungkapnya.

Masih berdasarkan hasil survei tersebut, mayoritas masyarakat yang ingin bepergian saat libur panjang nanti akan menggunakan kendaraan pribadi sebanyak 64 persen. Sisanya menggunakan moda transportasi lainnya.

Baca juga: Luhut Khawatir Libur Panjang Picu Gelombang Kedua Covid-19

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.