PIP Sudah Salurkan Pembiayaan Ultramikro Rp 4,8 Triliun Sepanjang Pandemi

Kompas.com - 23/10/2020, 17:00 WIB
Sejumlah pekerja usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, membuat kue, Minggu (13/9/2020). KOMPAS/PRIYOMBODOSejumlah pekerja usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, membuat kue, Minggu (13/9/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pusat Investasi Pemerintah ( PIP), badan investasi di bawah naungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), telah menyalurkan pembiayaan ultramikro (UMi) sebesar Rp 4,8 triliun hingga 30 September 2020.

UMi merupakan program pembiayaan yang menyasar usaha mikro yang berada di lapisan terbawah. Nilai fasilitas pembiayaan maksimal Rp 10 juta per nasabah tanpa agunan atau jaminan.

Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Ririn Kadariyah mengatakan, penyaluran pembiayaan tersebut diberikan pada sekitar 1,46 juta debitur yang tersebar di seluruh Indonesia.

Baca juga: PIP Bakal Beri Relaksasi Kredit Untuk 1,77 Juta Debitur Ultra Mikro

Penyaluran dilakukan lewat PT Pegadaian (Persero), PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PMN, serta PT Bahana Artha Ventura (BAV).

"Secara keseluruhan Januari-September 2020, PIP sudah melayani 1.466.273 debitur dengan total dana Rp 4,8 triliun," ungkap Ririn dalam wawancara khusus dengan Kompas.com, Jumat (23/10/2020).

Ia menjelaskan, pandemi memang telah berdampak besar pada penyaluran UMi tahun ini. Banyaknya kegiatan ekonomi yang terhenti membuat pelaku usaha mikro pun enggan mengajukan pembiayaan karena memang tak bisa lakukan ekspansi bisnis.

"Kan mau produksi ataupun jualan juga enggak bisa, jadi mereka enggak butuh tambahan modal," imbuhnya.

Alhasil, penyaluran UMi mengalami penurunan sangat dalam pada Maret-Mei 2020 sebesar 64 persen. Penyaluran mulai naik pada Juni 2020, seiring dengan pemerintah melakukan pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Baca juga: Ini 3 Masalah Utama yang Harus Diselesaikan agar UMKM Bisa Naik Kelas

"Sehingga, aktivitas kembali bergeliat dan pembiayaan UMi pun mengikut, jadi langsung naik tinggi," kata Ririn.

Adapun dengan realisasi tersebut, maka sejak PIP dibentuk pada tahun 2017, total penyaluran pembiayaan hingga akhir September 2020 sudah mencapai Rp 9,8 triliun kepada 3,14 juta debitur.

Ririn mengatakan, seiring dengan pemulihan ekonomi yang mulai terjadi, maka akumulasi penyaluran hingga akhir tahun ini ditargetkan bisa mencapai Rp 10,5 triliun.

"Sekarang trennya terus membaik, proyeksinya nilai penyaluran bisa mencapai Rp 10,5 triliun di akhir tahun," tutup dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gaji Rp 5 Juta, Sebaiknya Ngontrak atau Cicil Rumah?

Gaji Rp 5 Juta, Sebaiknya Ngontrak atau Cicil Rumah?

Spend Smart
Wika dan CNI Bangun Pabrik Nikel di Kolaka

Wika dan CNI Bangun Pabrik Nikel di Kolaka

Whats New
Pengusaha Sebut Hanya 3 Persen Pekerja yang Bekerja di Perusahaan Besar

Pengusaha Sebut Hanya 3 Persen Pekerja yang Bekerja di Perusahaan Besar

Whats New
Nadine Chandrawinata: Selain Plastik, Sampah Puntung Rokok Juga Banyak Ditemukan di Laut

Nadine Chandrawinata: Selain Plastik, Sampah Puntung Rokok Juga Banyak Ditemukan di Laut

Whats New
Pengusaha Ingin Buruh Tak Sekadar Demo, tapi Berdialog untuk Menyelesaikan Masalah

Pengusaha Ingin Buruh Tak Sekadar Demo, tapi Berdialog untuk Menyelesaikan Masalah

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Menyiapkan Guru Masa Depan | Siap-siap 5G | 7 Kesalahan dalam Bisnis

[POPULER DI KOMPASIANA] Menyiapkan Guru Masa Depan | Siap-siap 5G | 7 Kesalahan dalam Bisnis

Rilis
Luhut: Saya Enggak Mau Lama-lama, Kerjaan Saya Banyak

Luhut: Saya Enggak Mau Lama-lama, Kerjaan Saya Banyak

Whats New
Menaker Akui Iklim Terciptanya Lapangan Kerja Baru Masih Belum Bersahabat

Menaker Akui Iklim Terciptanya Lapangan Kerja Baru Masih Belum Bersahabat

Whats New
779 Warga Kota Serang Dapat Kompensasi Tumpahan Minyak dari Pertamina

779 Warga Kota Serang Dapat Kompensasi Tumpahan Minyak dari Pertamina

Whats New
7 Posisi Menteri yang Pernah Dijabat Luhut, Apa Saja?

7 Posisi Menteri yang Pernah Dijabat Luhut, Apa Saja?

Whats New
Menaker Sebut Nilai Upah Minimum RI Tak Sepadan dengan Produktivitas Pekerja yang Rendah

Menaker Sebut Nilai Upah Minimum RI Tak Sepadan dengan Produktivitas Pekerja yang Rendah

Whats New
Ini 7 Kiat Sukses Calon Pemimpin ala Gubernur BI

Ini 7 Kiat Sukses Calon Pemimpin ala Gubernur BI

Rilis
KKP Bantu Permodalan Pembudi Daya Rumput Laut di Sulsel

KKP Bantu Permodalan Pembudi Daya Rumput Laut di Sulsel

Whats New
Kemenkeu Beri Pinjaman Rp 650 Miliar ke Perumnas untuk Penyediaan Satu Juta Rumah

Kemenkeu Beri Pinjaman Rp 650 Miliar ke Perumnas untuk Penyediaan Satu Juta Rumah

Whats New
Pulihkan Ekonomi, Mendag Dorong Penguatan Kerja Sama Indonesia-Malaysia-Thailand

Pulihkan Ekonomi, Mendag Dorong Penguatan Kerja Sama Indonesia-Malaysia-Thailand

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X