Digugat Karyawan karena Tak Bayar Gaji 6 Bulan, Ini Tanggapan AirAsia X

Kompas.com - 23/10/2020, 18:50 WIB
Mesin Trent 700 A330 AirAsia X Blog AirAsiaMesin Trent 700 A330 AirAsia X

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Indonesia AirAsia Extra (AirAsia X Indonesia atau IAAX) memberikan tanggapan terkait gugatan yang dilayangkan 14 karyawannya melalui Firma Hukum Henry Yosodiningrat & Partners kepada AirAsia Indonesia.

Dalam keterangan resminya, Jumat (23/10/2020), AirAsia X menyebutkan bahwa tuntutan yang diarahkan kepada AirAsia Indonesia tersebut tidak tepat sasaran, sebab kedua perusahaan merupakan dua entitas yang berbeda.

"AirAsia X Indonesia atau IAAX mengklarifikasi bahwa PT Indonesia AirAsia Extra dan PT Indonesia AirAsia (AirAsia Indonesia) adalah entitas yang berbeda sehingga tuntutan yang diarahkan kepada AirAsia Indonesia adalah tidak tepat," jelas manajemen Air Asia X.

Baca juga: AirAsia X Berhenti Beroperasi di Indonesia, Ada Apa?

AirAsia X pun menyayangkan sikap 14 orang karyawan dan pihak manajemen yang masih melakukan gugatan meskipun perusahaan telah menempuh beberapa upaya musyawarah, termasuk yang terakhir pada tanggal 21 Oktober 2020.

Perusahaan telah menghadiri undangan mediasi formal sebelumnya dan mediasi informal sesuai arahan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker). Undangan lainnya terkait isu tersebut juga telah dihadiri secara bersamaan.

"IAAX akan menghormati dan menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum yang berlaku di Indonesia," tambah perusahaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Manajemen menjelaskan, perusahaan telah menghentikan operasional penerbangan berjadwal sejak Januari 2019 dan kini pandemi Covid-19 turut memberi dampak pada AirAsia X dan karyawannya.

"IAAX berterima kasih kepada karyawan lainnya yang masih terus mendukung perusahaan dan satu sama lain di tengah situasi yang penuh tantangan ini," tutup manajemen AirAsia X.

Sebelumnya, 14 karyawan AirAsia X memutuskan untuk tetap melakukan gugatan terhadap AirAsia Indonesia lantaran gaji yang tidak dibayar selama 6 bulan.

Baca juga: Pandemi Covid-19, AirAsia Pangkas Gaji 533 Karyawan

Salah satu kuasa hukum para karyawan, Radhitya Yosodiningrat, menyebut AirAsia telah menelantarkan karyawannya dengan cuti tanpa dibayar sejak April 2020.

"Telah menelantarkan karyawannya dengan 'memaksa' karyawannya untuk cuti tanpa dibayar sejak April sampai dengan saat ini," ungkap Radhitya dalam keterangan tertulis, Jumat (23/10/2020).

Oleh sebab itu, karyawan yang terdiri dari kapten pilot, first officer sampai kru kabin meminta di-PHK ketimbang tidak mendapat kejelasan dan tidak mendapatkan gaji.

Alasannya mengacu pada Pasal 169 Ayat (1) huruf c dan d UU Ketenagakerjaan Tahun 2003, yaitu karena perusahaan tidak membayarkan gaji lebih dari 6 bulan berturut-turut dan juga telah tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana yang diperjanjikan dalam kontrak kerja.

Contohnya seperti tidak membayarkan iuran BPJS, asuransi kesehatan dan juga memotong upah secara sepihak.

Baca juga: Bos AirAsia: Semua Tujuan Penerbangan Masih Beroperasi, tetapi...

Oleh sebab itu, ia berharap ada itikad baik dari AirAsia Indonesia untuk memenuhi tuntutan 14 karyawan tersebut.

"Mereka melalui kami kuasa hukumnya meminta itikad baik dari AirAsia Indonesia untuk memenuhi hak-haknya," tutur Radithya.

Para karyawan juga telah melayangkan pengaduan ke Polda Metro Jaya terkait kasus tersebut dengan Laporan Polisi No: LP/2930/V/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ tanggal 20 Mei 2020.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X