PIP Sudah Relaksasi Pembiayaan 266.000 Debitur Selama Pandemi

Kompas.com - 23/10/2020, 19:18 WIB
Ilustrasi: Pengunjung membeli makanan kecil yang dijajakan ibu-ibu pengurus Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di pasar Ramadhan di alun-alun Kota Madiun, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Ini merupakan salah satu sarana promosi produk usaha mikro, kecil, dan menengah. KOMPAS/RUNIK SRI ASTUTIIlustrasi: Pengunjung membeli makanan kecil yang dijajakan ibu-ibu pengurus Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di pasar Ramadhan di alun-alun Kota Madiun, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Ini merupakan salah satu sarana promosi produk usaha mikro, kecil, dan menengah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan relaksasi berupa penundaan angsuran pokok bagi debitur program kredit Ultra Mikro (UMi) yang terdampak pandemi Covid-19.

Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah Ririn Kadariyah mengungkapkan, relaksasi tersebut telah diberikan pada 266.000 debitur hingga 23 Oktober 2020, dengan outstanding sebesar Rp 7,38 miliar.

"PIP melakukan relaksasi dengan meliburkan cicilan pokok selama maksimal 6 bulan sampai Desember 2020 nanti. Tentu ini selektif, hanya ke pelaku usaha yang benar-benar terdampak sehingga tidak mampu untuk mengangsur," ujarnya dalam wawancara khusus dengan Kompas.com, Jumat (23/10/2020).

Baca juga: PIP Sudah Salurkan Pembiayaan Ultramikro Rp 4,8 Triliun Sepanjang Pandemi

Mekanisme relaksasi program pembiayaan UMi ada dua bentuk, yaitu penundaan kewajiban pokok dan pemberian masa tenggang (grace period) pembayaran kewajiban pokok. Relaksasi diberikan pada periode Maret-Desember 2020.

Pengajuan permohonan penundaan pokok tersebut dibagi dua. Bagi debitur yang memiliki pinjaman sampai dengan 4 Juni 2020, bisa mendapatkan fasilitas penundaan pembayaran kewajiban pokok.

Sementara, bagi debitur yang memiliki pinjmanan sesudah tanggal 4 Juni akan mendapatkan fasilitas berupa masa tenggang pembayaran pokok.

Adapun debitur penerima relaksasi tersebut harus memiliki kualitas pembiayaan per 29 Februari 2020 dengan kolektibilitas lancar, kooperatif, terdampak Covid-19, dan mengajukan permohonan berjenjang.

"Harapannya dengan relaksasi ini pelaku usaha bisa mengatur kembali usahanya," kata Ririn.

Ia menjelaskan, pemberian relaksasi memang dibutuhkan mengingat kegiatan ekonomi terpaksa terhenti akibat pandemi Covid-19. Alhasil, usaha para debitur pun banyak yang terimbas sehingga kesulitan melakukan pembayaran angsuran pinjaman.

Baca juga: Restrukturisasi Diperpanjang, Bank Sahabat Sampoerna Perkuat Porsi CKPN

Selain relaksasi pembayaran, Ririn mengatakan, PIP juga memberikan peluang kepada para debitur yang ingin kembali membuka usahanya, untuk mengajukan pembiayaan sekalipun angsuran yang sebelumnya belum selesai dibayarkan.

Hal ini untuk membantu pelaku usaha memiliki modal untuk kembali mengelola usahanya, mengingat ekonomi sudah mulai pulih seiring dengan pemberlakukan kenormalan baru (new normal).

"Kalau misalnya ada pinjaman yang belum selesai, tapi kemudian sudah bisa mulai usaha lagi, jadi mau pinjam kembali atau top up pinjaman, itu diperbolehkan. Ini upaya kita untuk dorong masyarakan bisa tetap berusaha," tutup Ririn.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Transfer Pulsa Telkomsel lewat SMS dengan Mudah

Cara Transfer Pulsa Telkomsel lewat SMS dengan Mudah

Spend Smart
Apa Itu Produsen? Simak Pengertian, Fungsi dan Tujuannya

Apa Itu Produsen? Simak Pengertian, Fungsi dan Tujuannya

Earn Smart
Menteri Investasi: Dulu, Hanya Kepala Dinas dan Tuhan yang Tahu Kapan Izin Usaha Selesai

Menteri Investasi: Dulu, Hanya Kepala Dinas dan Tuhan yang Tahu Kapan Izin Usaha Selesai

Whats New
Pemerintah Evaluasi Harga Batu Bara Khusus Industri Semen dan Pupuk

Pemerintah Evaluasi Harga Batu Bara Khusus Industri Semen dan Pupuk

Whats New
LMAN Siap Terlibat dalam Pembangunan Ibu Kota 'Nusantara'

LMAN Siap Terlibat dalam Pembangunan Ibu Kota "Nusantara"

Whats New
Menkop UKM Teten Masduki Sambut Inisiatif Bill Gates dan Filantropis Dunia Dukung UMKM Indonesia

Menkop UKM Teten Masduki Sambut Inisiatif Bill Gates dan Filantropis Dunia Dukung UMKM Indonesia

Rilis
Ini Penyebab Anggaran PEN 2021 Tidak Terserap 100 Persen

Ini Penyebab Anggaran PEN 2021 Tidak Terserap 100 Persen

Whats New
Keuangan Mulai Membaik, Ekuitas Asabri Masih Negatif Rp 4,7 Triliun

Keuangan Mulai Membaik, Ekuitas Asabri Masih Negatif Rp 4,7 Triliun

Whats New
Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaann Tanpa Aplikasi

Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaann Tanpa Aplikasi

Whats New
Menkop UKM Dorong Peternak Ayam Ciremai Group untuk Manfaatkan KUR Klaster Pertanian

Menkop UKM Dorong Peternak Ayam Ciremai Group untuk Manfaatkan KUR Klaster Pertanian

Rilis
Mudah, Ini Cara Cetak Kartu BPJS Kesehatan Online

Mudah, Ini Cara Cetak Kartu BPJS Kesehatan Online

Whats New
Penguatan Infrastruktur Digital Jadi Kunci Industri e-Commerce Lebih Sustainable

Penguatan Infrastruktur Digital Jadi Kunci Industri e-Commerce Lebih Sustainable

Work Smart
Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Online hingga Rp 10 Juta

Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Online hingga Rp 10 Juta

Whats New
Bahlil: Gaji Menteri Enggak Lebih dari Rp 20 Juta, Gayanya Saja yang Mantap

Bahlil: Gaji Menteri Enggak Lebih dari Rp 20 Juta, Gayanya Saja yang Mantap

Whats New
Mandiri Investment Forum Kembali Digelar, Ribuan Investor dengan Total Aset 4 Triliun Dollar AS Bakal Hadir

Mandiri Investment Forum Kembali Digelar, Ribuan Investor dengan Total Aset 4 Triliun Dollar AS Bakal Hadir

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.