Bertemu Luhut, Bank Exim AS Sepakat Biayai Proyek di Indonesia Sebesar Rp 11 Triliun

Kompas.com - 26/10/2020, 09:08 WIB
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menerima kunjungan Chief Executive Officer (CEO) United States International Development Finance Corporation (IDFC) Adam Boehler, di Jakarta, Jumat (23/10/2020). Dokumentasi Humas Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan InvestasiMenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menerima kunjungan Chief Executive Officer (CEO) United States International Development Finance Corporation (IDFC) Adam Boehler, di Jakarta, Jumat (23/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com -  Bank Ekspor Impor (Exim) Amerika Serikat menyepakati pendanaaan 750 juta dollar AS atau setara Rp 11 triliun lebih untuk berbagai proyek di Indonesia.

Kesepakatan itu usai Chairman and President Exim Kimberly A. Reed menemui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan di Jakarta, Minggu (25/10/2020).

Adapun sektor yang didanai antara lain sektor energi, kesehatan, dan jaringan telekomunikasi.

"Kami menyambut baik MoU yang diajukan dan berharap ada lebih banyak investasi dan partisipasi bisnis AS di proyek-proyek infrastruktur, energi, transportasi dan telekomunikasi kami," kata Luhut dalam keterangan tertulis.

Baca juga: Luhut Sebut Ada Keuntungan Mendatangkan Dokter Asing ke Indonesia

Nantinya kesepakatan investasi tersebut akan berlanjut berupa penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang akan dijadwalkan dalam waktu dekat.

Sementara itu Reed menyebutkan, kesepakatan tersebut sebagai bentuk mempererat aliansi dan hubungan perdagangan yang kuat antara kedua negara.

"Diskusi saya dengan Menteri Panjaitan berjalan dengan sangat produktif dan saya sangat gembira mengumumkan MoU 750 juta dollar AS ini dengan beliau hari ini (Minggu). Bank Ekspor Impor Amerika Serikat berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama ekonomi antara kedua negara," ujar Reed.

"MoU ini akan menegaskan komitmen kami terhadap berbagai potensi proyek di Indonesia. Mulai dari energi hingga teknologi komunikasi nirkabel (4G+/5G) hingga layanan kesehatan, penyiaran dengan dukungan barang dan jasa dari AS,” sambung dia.

Perjanjian ini disepakati sebagai bagian dari kunjungan delegasi AS ke Indonesia, Vietnam dan Myanmar, yang dipimpin oleh CEO International Development Finance Corporation AS (IDFC) Adam Boehler. Didampingi pejabat tinggi pemerintah AS dari Departemen Keuangan, perdagangan, energi, dan Departemen Luar Negeri AS.

Pada 23 Oktober 2020, Luhut telah bertemu dengan CEO IDFC Adam Boehler untuk kedua kalinya. Sebelumnya, Januari 2020, Adam juga dipertemukan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pertemuan mereka berdua kali ini membahas mengenai Sovereign Wealth Fund (SWF).

Baca juga: Gantungan Baju Pun Impor, Luhut Geram



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X