Tips Investasi di Pasar Modal saat Pandemi Covid-19 ala Lo Kheng Hong

Kompas.com - 26/10/2020, 12:15 WIB
Lo Kheng Hong, investor retail terbesar di Indonesia. Dok SBM ITBLo Kheng Hong, investor retail terbesar di Indonesia.
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Kondisi pandemi Covid-19 memang membuat beberapa investor cenderung ragu untuk berinvetasi di pasar modal. Kondisi yang tidak pasti membuat volatilitas yang terjadi cukup tinggi dan menimbulkan kekhawatiran.

Salah seorang investor pasar modal yang terkenal sukses Lo Kheng Hong mengatakan, kondisi saat ini dengan valuasi yang murah merupakan waktu yang tepat untul berinvestasi saham. Dia bilang, ini bisa dijadikan momentum untuk memperoleh imbal hasil tinggi di masa mendatang, saat kondisi mulai stabil.

“Belilah (saham) di saat pandemi, karena di saat pandemi ini harga saham turun. Tentu saja harus perusahaan yang bagus dan murah. Nanti setelah pandemi usai dan vaksin mulai didistribusikan, maka harga saham itu juga akan naik,” ungkap dia dalam diskusi Capital Market Summit & Expo 2020, Sabtu (24/10/2020).

Baca juga: Kisah Umi, Pedagang Sayur yang Omzetnya Naik 50 Persen Setelah Beralih ke Digital

Dalam kesempatan tersebut Lo Kheng Hong mengatakan, sektor andalannya adalah sektor komoditas. Menurut dia, sektor komoditas merupakan sektor yang paling cepat bullish ketika kondisi pandemi mulai mereda.

“Mungkin sektor komoditas dulu, lalu perbankan, dan rasanya pandemi ini tidak begitu parah untuk perusahaan publik,” ujar dia.

Lo Kheng Hong mengatakan, ia mendapat banyak keuntungan dari sektor komoditas sejak sebelum pandemi. Dia bilang, investasi di sektor komoditas sangat menguntungkan karena potensi perolehan capital gain yang cukup besar dibanding sektor lain.

“Saya banyak mendapatkan keuntungan dari sektor komoditas, kalau saya beli sektor lain belum tentu bisa dapat capital gain yang sehebat itu, tentu saja saya suka ke (sektor) komoditas,” jelas dia.

Di sisi lain, investor juga harus jeli ketika akan menjual sahamnya. Lo Kheng Hong mengatakan, kesabaran dalam menunggu valuasi yang mahal adalah kunci sukses perolehan imbal hasil yang tinggi. Ia mengatakan, dirinya beruntung ketika memegang saham Indika Energy yang harganya berbalik dari harga Rp 100 ke Rp 4.000 dalam waktu 2 tahun.

“Saya beli Indah Kiat Pulp & Paper juga naik dari Rp 1.000 ke Rp 20.000 hanya perlu 2,5 tahun. Itu menurut saya sangat cepat sekali. Saya hanya punya kesabaran menunggu harga saham naik, naiknya kapan saya tidak tau,” jelas dia.

Baca juga: Cerita Nadya: Belajar Merangkai Bunga dari Youtube, Kini Raup Puluhan Jutaan Rupiah



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Kunci Agar Transformasi Digital di Bisnismu Berhasil

3 Kunci Agar Transformasi Digital di Bisnismu Berhasil

Smartpreneur
November, Jumlah Penumpang di 15 Bandara Kelolaan AP I Naik 29,1 Persen

November, Jumlah Penumpang di 15 Bandara Kelolaan AP I Naik 29,1 Persen

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Hitungan Baru Gaji PNS | Jelang Pilkada 2020 | Takdir Kostum Bekas Pemain

[POPULER DI KOMPASIANA] Hitungan Baru Gaji PNS | Jelang Pilkada 2020 | Takdir Kostum Bekas Pemain

Rilis
Ganti Nama Jadi Telkom Indonesia, Ini Alasan TLKM

Ganti Nama Jadi Telkom Indonesia, Ini Alasan TLKM

Whats New
Mau Berbisnis? Simak Tips Ala Bos SayurBox dan BLP Ini

Mau Berbisnis? Simak Tips Ala Bos SayurBox dan BLP Ini

Smartpreneur
Cara Mudah Memilih Reksadana untuk Pemula

Cara Mudah Memilih Reksadana untuk Pemula

Earn Smart
[POPULER MONEY] Keponakan Prabowo Tunjuk Hotman Paris soal Ekspor Benur | BCA Minta Maaf Layar ATM Bisa Ditonton

[POPULER MONEY] Keponakan Prabowo Tunjuk Hotman Paris soal Ekspor Benur | BCA Minta Maaf Layar ATM Bisa Ditonton

Whats New
Pusaran Ekspor Benur, Bantahan Hashim Djojohadikusumo hingga Respons Susi Pudjiastuti

Pusaran Ekspor Benur, Bantahan Hashim Djojohadikusumo hingga Respons Susi Pudjiastuti

Whats New
Ini 5 Keuntungan Mendirikan CV Dibandingkan PT

Ini 5 Keuntungan Mendirikan CV Dibandingkan PT

Work Smart
Turun Rp 1.000, Ini Rincian Harga Emas Antam 0,5 Gram hingga 1 Kg Terbaru

Turun Rp 1.000, Ini Rincian Harga Emas Antam 0,5 Gram hingga 1 Kg Terbaru

Whats New
Ajukan Perubahan Nama di Bursa Efek Indonesia, Ini Alasan Telkom

Ajukan Perubahan Nama di Bursa Efek Indonesia, Ini Alasan Telkom

Whats New
Luhut: Jepang Bakal Investasi Rp 57 Triliun buat Lembaga Pengelola Investasi Indonesia

Luhut: Jepang Bakal Investasi Rp 57 Triliun buat Lembaga Pengelola Investasi Indonesia

Whats New
Rincian Terbaru Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian

Rincian Terbaru Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian

Spend Smart
Hashim Soal Kasus Korupsi Benur: Partai Gerindra Tidak Suka Monopoli

Hashim Soal Kasus Korupsi Benur: Partai Gerindra Tidak Suka Monopoli

Whats New
Hentikan Ekspor Benur, Susi Pudjiastuti: Rasanya Tidak Mungkin Berhasil...

Hentikan Ekspor Benur, Susi Pudjiastuti: Rasanya Tidak Mungkin Berhasil...

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X