Memaknai Sumpah Pemuda dari Spirit Kewirausahaan

Kompas.com - 27/10/2020, 05:05 WIB
Ilustrasi anak muda ThinkStock/ferlistockphotoIlustrasi anak muda

Kedua, para pemuda pada Kongres Pemuda I dan II telah menyadari bahwa mereka tidak mungkin berjuang sendiri-sendiri.

Mereka harus bersatu dan berkolaborasi, jika menginginkan hasil yang jauh lebih efektif. Demikian pula di dalam kewirausahaan. Kolaborasi di dalam tim menjadi sebuah keniscayaan.

Seperti yang dikemukakan Allen (2012), bahwa bekerja di dalam tim akan memberikan banyak keuntungan: pertama, usaha yang intens dapat dibagi antar anggota tim, sehingga tiap anggota tim dapat lebih fokus mengerjakan tugas yang diembannya. Hasilnya tentu akan jauh lebih baik ketimbang bekerja sendiri-sendiri.

Kedua, jika ada anggota tim yang berhalangan atau mundur di tengah jalan, usaha tetap berjalan. Ketiga, dengan anggota tim yang memiliki kemampuan beragam, kemampuan tim akan jauh lebih bagus bila dibandingkan dengan dijalankan seorang diri.

Keempat, tim yang terlatih akan membangun legitimasi terutama di mata investor. Terakhir, kemampuan tim akan lebih bagus di dalam mengambil keputusan dan menganalisis informasi, daripada dijalankan sendiri.

Semangat Sumpah Pemuda untuk bekerja sama, berkolaborasi dan bersatu di dalam tim, mewarnai semangat kewirausahaan.

Baca juga: Kiprah Wirausaha Desa Mereguk Manisnya Pasar Wisata

Ketiga, ketika rapat pertama Kongres Pemuda II pada 27 Oktober 1928, Ketua PPPI (Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia) Soegondo Djojopoespito mengemukakan bahwa terdapat lima faktor yang dapat membuat persatuan Indonesia menjadi lebih kuat, yakni sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan dan kemauan yang kuat.

Patut digaris bawahi pada faktor pendidikan dan kemauan yang kuat di dalam kewirausahaan. Kewirausahaan pada masa kini tidak bisa semata hanya mengandalkan intuisi, bakat dan keturunan.

Semua harus diasah dengan pendidikan. Walaupun hingga kini masih ada yang memperdebatkan, apakah kewirausahaan dapat diajarkan dan ditularkan.

Hasil penelitian terkini memperlihatkan bahwa seorang wirausaha dapat diciptakan, tidak semata karena faktor genetik.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X