BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Unilever

Unilever dan Gojek Tingkatkan Taraf Hidup Pedagang Kecil dan Konsumen Indonesia

Kompas.com - 27/10/2020, 12:14 WIB
Tak hanya memastikan kesehatan, Unilever juga berupaya untuk meningkatkan taraf hidup pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan konsumen di Indonesia. Dok. Unilever IndonesiaTak hanya memastikan kesehatan, Unilever juga berupaya untuk meningkatkan taraf hidup pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan konsumen di Indonesia.
|

KOMPAS.com - Tak hanya menyebabkan krisis kesehatan, pandemi Covid-19 juga menghantam berbagai sektor perekonomian. Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang mengalami dampak terparah.

Seperti diberitakan Kompas.com (28/7/2020), Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mengonfirmasi sekitar 50 persen atau 30 juta UMKM di Indonesia harus tutup sementara akibat pandemi Covid-19.

Hal tersebut disebabkan oleh penurunan jumlah pelanggan yang signifikan, terutama saat pemerintah menerapkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Semenjak pandemi, banyak konsumen juga lebih memilih untuk berbelanja secara online ketimbang datang langsung ke warung atau toko. Sebab, belanja online dinilai dapat meminimalisasi risiko terpapar virus corona penyebab Covid-19.

Merespons situasi tersebut, salah satu perusahaan fast-moving consumer goods (FMCG) dunia, Unilever, bekerja sama dengan Gojek untuk meluncurkan platform digital business-to-business (B2B) GoToko.

GoToko hadir untuk menjawab kebutuhan sekitar 2,5 juta pemilik toko kelontong di Indonesia yang termasuk dalam kategori underserved atau kurang terlayani.

Baca juga: Mitra UMKM Terdampak Pandemi, Ini Inisiatif yang Dilakukan Unilever

Para pemilik toko kelontong menghadapi sejumlah tantangan dalam menjalankan usahanya selama pandemi. Sebut saja keterbatasan variasi produk, harga produk kulakan yang tidak kompetitif, minimnya dukungan promosi dari produsen, serta kekurangan layanan pengiriman yang andal dan hemat biaya. Lewat platform GoToko, diharapkan pelaku UMKM dapat mengatasi permasalahan tersebut.

Kerja sama Unilever dan Gojek juga bertujuan untuk mempercepat digitalisasi sektor UMKM. Terlebih, berdasarkan survei McKinsey (2020), hampir 60 persen konsumen telah mencoba metode baru belanja secara online sejak awal 2020.

Presiden Direktur Unilever Indonesia Hemant Bakshi mengatakan, kerja sama tersebut merupakan bukti ketangkasan dan kualitas Unilever sebagai perusahaan yang harus terus relevan dengan masa depan.

“Dalam situasi yang berubah dengan cepat seperti sekarang ini, prioritas kami tetap sama, yakni terus memenuhi kebutuhan harian konsumen kami dengan memastikan produk-produk berkualitas kami selalu tersedia dan mudah didapatkan,” ujarnya dalam siaran pers Unilever, Selasa (29/9/2020).

Teknologi dan keahlian Gojek, lanjut Hemant, akan mengoptimalkan penyelenggaraan program-program Unilever, termasuk kampanye pemasaran dan promosi agar lebih efektif menjangkau audiens yang tepat.

“Dengan demikian, masyarakat luas dapat memperoleh manfaat dari kerja sama yang saling melengkapi ini,” imbuhnya.

Baca juga: UMKM Bisa Dapat Bantuan Modal Kerja dari Unilever, Ini Syaratnya

Hemant menambahkan, Unilever percaya pada kolaborasi yang bisa memberikan manfaat kebaikan yang lebih besar untuk banyak orang. Unilever pun berharap nilai-nilai yang tercipta dari kerja sama ini dapat membantu UMKM di Indonesia untuk bertahan dan berkembang saat melewati krisis akibat pandemi Covid-19.

“Kami berharap kerja sama antarpemimpin bisnis seperti yang kami lakukan akan bisa membantu kita semua bangkit menuju Indonesia yang lebih sehat, sejahtera dan maju,” terangnya.

Sementara itu, Co-CEO Gojek Group Andre Soelistyo menyampaikan, Gojek sangat senang dapat bekerja sama dengan Unilever. Pasalnya, kedua perusahaan memiliki misi yang sama, yakni meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia.

“Melalui GoToko, kami berupaya untuk menjangkau para peritel tradisional yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia, seperti warung kelontong,” katanya.

Dengan demikian, lanjut Andre, para peritel tradisional dapat memperoleh peluang yang sama dalam meningkatkan kegiatan operasional dan memenuhi kebutuhan konsumen akhir yang terus berubah.

Selain itu, Unilever memiliki kemampuan memberikan akses terhadap berbagai macam rangkaian produk kebutuhan sehari-hari dan pengalaman luas dalam hal bermitra dengan para peritel tradisional.

“Dengan dukungan teknologi dan jejak digital Gojek di Indonesia, kami yakin inisiatif ini dapat bermanfaat bagi berbagai segmen masyarakat di Indonesia dan membangun ketahanan yang lebih baik bagi perekonomian dalam berbagai situasi,” terang Andre.

Edukasi protokol kesehatan

Tak hanya memberdayakan pelaku UMKM, Unilever dan Gojek juga berkolaborasi untuk melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Hal tersebut diwujudkan dalam program pelatihan bertajuk Sahabat Sekolah yang diberikan kepada ribuan siswa di Bandung Raya. Program ini bertujuan untuk mengedukasi generasi muda tentang kesehatan dan keselamatan.

Baca juga: Unilever Indonesia Tanam Perilaku Hidup Sehat di 41.847 Sekolah dan Pesantren

Adapun program tersebut merupakan bagian dari kampanye Jaga Kesehatan, Kebersihan dan Keamanan (J3K), yaitu inisiatif Gojek untuk memastikan kenyamanan dan kesehatan bersama, baik di dalam maupun di luar ekosistem perusahaan.

Selain itu, belum lama ini Unilever dan Gojek juga berkolaborasi untuk mendukung pemberlakuan protokol kesehatan serta kebersihan puluhan ribu mitra pengemudi dan konsumen Gojek di tengah pandemi Covid-19.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui distribusi hand sanitizer Lifebuoy Skin Immunity Boosting di kota-kota besar di seluruh Indonesia.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[TREN WISATA KOMPASIANA] Macau Bukan Sekadar Tempat Berjudi | Urban Tourism, Tren Global yang Jadi Peluang Lokal | 'Traveling' Hemat ke Jerman Selama Corona

[TREN WISATA KOMPASIANA] Macau Bukan Sekadar Tempat Berjudi | Urban Tourism, Tren Global yang Jadi Peluang Lokal | "Traveling" Hemat ke Jerman Selama Corona

Rilis
Selama Larangan Mudik, Trafik di Bandara Kelolaan AP I Hanya 66.096 Penumpang

Selama Larangan Mudik, Trafik di Bandara Kelolaan AP I Hanya 66.096 Penumpang

Whats New
Mengenalkan Huruf dan Angka kepada Anak Prasekolah | Ini Cara Mengetahui dan Mengasah Bakat Anak Sejak Dini | Menilai dan Merumuskan Definisi Variabel Penelitian

Mengenalkan Huruf dan Angka kepada Anak Prasekolah | Ini Cara Mengetahui dan Mengasah Bakat Anak Sejak Dini | Menilai dan Merumuskan Definisi Variabel Penelitian

Rilis
Mahalnya Iron Dome, Teknologi Israel Penghalau Roket Hamas

Mahalnya Iron Dome, Teknologi Israel Penghalau Roket Hamas

Whats New
Menaker Ida Harap Bulan Syawal Jadi Spirit Baru untuk Tingkatkan Kinerja Para Pegawai

Menaker Ida Harap Bulan Syawal Jadi Spirit Baru untuk Tingkatkan Kinerja Para Pegawai

Rilis
Antisipasi Kerugian Saat Gagal Panen, Mentan Minta Petani Ikut AUTP

Antisipasi Kerugian Saat Gagal Panen, Mentan Minta Petani Ikut AUTP

Rilis
PPKM Mikro Diperpanjang, Tempat Wisata di Zona Merah dan Oranye Harus Tutup

PPKM Mikro Diperpanjang, Tempat Wisata di Zona Merah dan Oranye Harus Tutup

Whats New
Mulai Besok, KRL Kembali Beroperasi hingga Pukul 22.00 WIB

Mulai Besok, KRL Kembali Beroperasi hingga Pukul 22.00 WIB

Whats New
Kartu ATM atau Kartu Kredit Hilang, Ini yang Harus Dilakukan

Kartu ATM atau Kartu Kredit Hilang, Ini yang Harus Dilakukan

Whats New
Larangan Mudik Berakhir, Simak Jadwal KRL Terbaru Mulai Besok

Larangan Mudik Berakhir, Simak Jadwal KRL Terbaru Mulai Besok

Whats New
Syarat Perjalanan Terbaru Setelah Larangan Mudik Berakhir

Syarat Perjalanan Terbaru Setelah Larangan Mudik Berakhir

Whats New
Rencana Kenaikan PPN Belum Dibahas Antar-Kementerian

Rencana Kenaikan PPN Belum Dibahas Antar-Kementerian

Whats New
Ini Syarat Naik Kereta Jarak Jauh Setelah Larangan Mudik Berakhir

Ini Syarat Naik Kereta Jarak Jauh Setelah Larangan Mudik Berakhir

Whats New
Telkom Nyatakan Kualitas Layanan Suara dan Data di Jayapura Sudah Meningkat

Telkom Nyatakan Kualitas Layanan Suara dan Data di Jayapura Sudah Meningkat

Rilis
Selama Larangan Mudik, KAI Layani 81.000 Penumpang Non-mudik

Selama Larangan Mudik, KAI Layani 81.000 Penumpang Non-mudik

Whats New
komentar di artikel lainnya