Wapres: Merger Bank Syariah BUMN Mulai Beroperasi Februari 2021

Kompas.com - 27/10/2020, 12:38 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin saat memberi sambutan di acara Haul Virtual ke-39 K.H. Abdul Hamid pada Senin (26/10/2020). Dok. KIP/SetwapresWakil Presiden Maruf Amin saat memberi sambutan di acara Haul Virtual ke-39 K.H. Abdul Hamid pada Senin (26/10/2020).

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin berharap gabungan bank syariah anak usaha bank BUMN dapat beroperasi secepatnya.

Setelah ditandanganinya Conditional Merger Agreement (CMA) beberapa waktu lalu oleh 3 bank syariah pelat merah, mega merger akan dapat terlaksana dalam waktu dekat.

Ia menyebutkan, merger dari Bank Mandiri Syariah, Bank BRI Syariah, dan Bank BNI Syariah dapat mulai beroperasi pada Februari 2021.

Baca juga: Wapres: Merger Bank Syariah BUMN Tak Menutup Akses UMKM Mendapatkan Permodalan

"Bank syariah baru ini diharapkan nantinya dapat beroperasi penuh pada Februari 2021," katanya dalam sebuah webinar, Selasa (27/10/2020).

Menurutnya, penggabungan bank syariah BUMN menjadi penting untuk memaksimalkan potensi keuangan syariah yang ada saat ini.

"Dengan bergabungnya ketiga bank syariah tersebut maka bank syariah yang baru diharapkan dapat bersaing secara komptitif di tingkat global," tuturnya.

Selain itu, mega merger juga disebut sebagai salah satu langkah utama memperkuat lembaga syariah dalam negeri.

Baca juga: Ditinggal Merger Bank Syariah BUMN, Apa Rencana UUS BTN?

Oleh karenanya, Ma'ruf membantah pandangan yang menyebutkan penggabungan 3 bank syariah BUMN dapat menutup akses pelaku UMKM untuk mendapatkan permodalan.

Pasalnya, selain melakukan merger, pemerintah akan menambah dan memperluas pendirian bank wakaf mikro.

"Justru pemerintah sedang menyiapkan eksosistem syariah yang lengkap dari A sampai Z," ucapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X