4 Strategi BEI Tahun Depan

Kompas.com - 27/10/2020, 14:44 WIB
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). IHSG dibuka pada 6.381,18 naik 22,56 poin dibandingkan penutupan perdagangan Jumat lalu. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). IHSG dibuka pada 6.381,18 naik 22,56 poin dibandingkan penutupan perdagangan Jumat lalu.
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melakukan finalisasi master plan untuk periode 2021-2025, yang disusun sejak akhir tahun 2019 berdasarkan hasil diskusi dengan para stakeholders.

Sebagai upaya untuk terus bertumbuh, BEI menerapkan sejumlah inisiatif dalam 4 pilar utama, antara lain meningkatkan efisiensi sebagai Bursa Efek dalam penggalangan dana dan aktivitas perdagangan untuk menarik partisipasi yang lebih besar.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan, efisiensi ini dapat meliputi serangkaian inisiatif yang ditujukan untuk mengoptimalkan core function Bursa, baik dari sisi supply dan demand.

“Kami ada 4 pilar, pilar pertama lebih mengoptimalkan bursa dari sisi supply dan demand , baik di pasar reguler dan pasar skunder. Jadi kami mengoptimalkan core function bursa,” ungkap Inarno melalui konferensi video, Selasa (27/10/2020).

Baca juga: Ekonomi Global Diproyeksi Negatif 4,4 Persen, Ketidakpastian Meningkat

Pilar kedua, mengembangkan area pertumbuhan baru, termasuk Pasar Modal Syariah. Hal ini terkait dengan inisiatif Bursa dalam pengembangan produk baru meliputi Derivatif, ETF, serta layanan di bidang Pasar Modal Syariah.

“Kami betul-betul ingin fokus melakukan serangkaian inisiatif dan program kerja terkait dengan area pertumbuhan baru yang secara umum akan membuat perusahaan menjadi lebih lengkap dari sisi pelayanan, dan produk yang ditransaksikan,” kata Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi.

Pilar ketiga yakni memperluas cakupan layanan perdagangan untuk memenuhi kebutuhan pelaku pasar. Pilar ini berkaitan dengan inisiatif yang ditujukan untuk pengembangan di luar core utama Bursa dan mengikuti tren bursa saham global.

Hasan menyebut, hal ini terkait dengan inisiatif pengembangan indeks baru, optimalisasi layanan data, serta pengembangan sistem perdagangan untuk Pasar Obligasi, Pasar Uang, dan Pasar Valas.

Baca juga: Diakuisisi Coca-Cola European, Coca-Cola Amatil Dihargai Rp 97 triliun

Sementara pilar keempat yakni menjaga pasar yang teratur melalui tata kelola dan pengawasan berteknologi tinggi. Pilar ini merupakan pilar yang sangat penting, yaitu bagaimana bursa mengedepankan pasar yang teratur melalui tata kelola dan pengawasan berteknologi tinggi untuk mendukung pengembangan pasar ke depan.

“Masa pembatasan akibat pandemi Covid-19, pendekatan digital sangat efektif dan akan kami lanjutkan di masa mendatang. Ini juga meningkatkan likuiditas pasar dan belakangan ternyata menunjukkan tren kenaikan dengan menjadikian pasar kita lebih efisien dan menjadi pasar yang lebih mudah untuk diakses,” ungkap dia.

Selanjutnya yang tidak kalah penting adalah 2 pondasi utama untuk mendukung keempat pilar tersebut, yaitu Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompetensi tinggi dan kapabilitas infrastruktur IT yang andal dalam memenuhi pengembangan 5 tahun ke depan.

Pengembangan yang akan dilakukan BEI, serta penetapan penggunaan asumsi dalam penyusunan RKAT 2021 masih mempertimbangkan perkembangan penanganan Covid-19 sampai dengan tahun 2021 di Indonesia.

Baca juga: Ini Hak-hak Konsumen Saat Belanja Online



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X