OJK: Kami Ingatkan Industri Perbankan Tetap Waspada...

Kompas.com - 27/10/2020, 18:05 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) Wimboh Santoso memberikan keterangan kepada wartawan hasil rapat perdana DK OJK periode 2017-2022 di Jakarta, Kamis (20/7/2017).  Rapat tersebut memutuskan Wimboh sebagai ketua DK OJK, Nurhaida sebagai Wakil Ketua, Hoesen sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Heru Kristiyana sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, Riswinandi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan NonBank, Ahmad Hidayat sebagai Ketua Dewan Audit, Tirta Segara sebagai Anggota Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Mirza Adityaswara sebagai Anggota Dewan Komisioner ex-officio Bank Indonesia dan Mardiasmo sebagai Anggota Dewan Komisioner ex-officio Kementerian Keuangan. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANKetua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) Wimboh Santoso memberikan keterangan kepada wartawan hasil rapat perdana DK OJK periode 2017-2022 di Jakarta, Kamis (20/7/2017). Rapat tersebut memutuskan Wimboh sebagai ketua DK OJK, Nurhaida sebagai Wakil Ketua, Hoesen sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Heru Kristiyana sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, Riswinandi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan NonBank, Ahmad Hidayat sebagai Ketua Dewan Audit, Tirta Segara sebagai Anggota Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Mirza Adityaswara sebagai Anggota Dewan Komisioner ex-officio Bank Indonesia dan Mardiasmo sebagai Anggota Dewan Komisioner ex-officio Kementerian Keuangan.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan ( OJK), Wimboh Santoso mengingatkan perbankan agar terus membentuk Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN).

Pasalnya, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) melihat ekonomi akan semakin pulih pada akhir tahun 2020. Pulihnya ekonomi membuat debitur-debitur yang sempat menerima restrukturisasi kredit mulai terlihat kemampuan membayarnya.

"Kami ingatkan kepada industri perbankan untuk tetap waspada karena yang direstrukturisasi, waspada kalau ada yang betul-betil butuh perhatian lebih. Kami pesan tetap harus membentuk CKPN," kata Wimboh dalam konferensi pers KSSK IV 2020 secara virtual, Selasa (27/10/2020).

Baca juga: Hak Cuti Tahunan ASN Tak Berkurang Meski Cuti Bersama

Adapun pada Agustus, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) kembali meningkat. NPL gross tercatat tumbuh 3,22 persen, meningkat dari 3,11 persen di akhir kuartal II 2020.

Namun, kondisi permodalan perbankan pada Agustus 2020 terlihat masih cukup bagus. Rasio CAR terjaga di level cukup tinggi sebesar 23,39 persen, dibanding kuartal II 2020 di level 22,5 persen.

"DPK masih ample, NPL slightly ada kenaikan. Tapi angka terakhir di September sudah mulai turun sedikit. Kita ingatkan kepada bank untuk tetap waspada," sebut Wimboh.

Informasi saja, dunia perbankan Tanah Air nampaknya sudah mendapat sinyal adanya kemungkinan peningkatan kredit macet.

Baca juga: Konversi ke Kompor Listrik, Subsidi Elpiji Bisa Berkurang Rp 4,8 Triliun

Beberapa bank besar sudah memupuk pencadangan sehingga menurunkan pendapatan laba bersih perseroan di kuartal III 2020.

Bank BCA misalnya, membukukan biaya pencadangan sebesar Rp 9,1 triliun, meningkat sebesar Rp 5,6 triliun atau 160,6 persen (yoy).

Sementara BNI memperkuat pencadangan sehingga membuat rasio kecukupan pencadangan (coverage ratio) hingga Kuartal III 2020 berada pada level 206,9 persen, lebih besar dibanding Kuartal III 2019 yang sebesar 159,2 persen.

Baca juga: KSSK Pastikan Sistem Keuangan Kuartal III-2020 dalam Kondisi Normal



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X