LPS: Ada 7 BPR Gagal Imbas Pandemi Corona

Kompas.com - 27/10/2020, 19:59 WIB
Dewan Komisioner LPS 2020-2025 mengucap sumpah jabatan di hadapan Presiden Joko Widodo, Rabu (23/9/2020). Keempatnya yakni Purbaya Yudhi Sadewa, Didik Madiyono, Luky Alfirman, Destry Damayanti  Biro Pers Sekretariat PresidenDewan Komisioner LPS 2020-2025 mengucap sumpah jabatan di hadapan Presiden Joko Widodo, Rabu (23/9/2020). Keempatnya yakni Purbaya Yudhi Sadewa, Didik Madiyono, Luky Alfirman, Destry Damayanti

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Penjaminan Simpanan ( LPS) menyatakan sepanjang tahun 2020 ada tujuh bank gagal yang telah ditangani.

Namun demikian, Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan ketujuh bank tersebut merupakan bank kecil yang tidak menimbulkan dampak berbahaya. Ketujuhnya merupakan Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Purbaya pun mengatakan, pihaknya akan terus memonitor dan mewaspadai perkembangan yang terjadi.

Baca juga: Hingga September 2020, LPS Jamin Simpanan Rp 3.418 Triliun

“Dari LPS kami terus memonitor dan mewaspadai perkembangan yang terjadi. Memang sudah ada bank-bank kecil yang masuk ke LPS, mungkin mendekati enam hingga tujuh bank BPR, kecil. Tapi belum berada pada level yang menimbulkan atau membahayakan,” ujar Purbaya dalam konferensi pers online KSSK, Selasa (27/10/2020).

Menurut Purbaya, jumlah bank gagal tersebut masih normal. Sebab jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, LPS juga menangani enam hingga tujuh BPR.

Meski demikian, Purbaya menegaskan pihaknya akan mewaspadai dan akan mempersiapkan diri jika ada kemungkinan penambahan jumlah bank gagal di era pandemi COVID-19.

“Namun ke depan kami akan mewaspadi dan akan mempersiapkan diri, kalau ada bank yang gagal lagi,” jelasnya.

Baca juga: Dipercaya Jokowi Pimpin LPS, Siapa Purbaya Yudhi Sadewa?

Secara umum dia menekankan, kondisi akibat pandemi virus corona ini membuat tekanan di sektor keuangan meningkat. Namun Purbaya memastikan, hal ini masih dalam level yang tidak membahayakan.

“Saya tekankan, trennya belum berubah dengan tahun lalu. Tekanan financial memang meningkat, tapi belum ke level yg membahayakan atau tdk dapat dikendalikan pada saat ini,” ujar dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X