Atur Ketentuan Perusahaan Konglomerasi, Ini Tujuan OJK

Kompas.com - 28/10/2020, 10:36 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyampaikan sambutan di Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2020 ( Instagram OJK @ojkindonesia) Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyampaikan sambutan di Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2020 ( Instagram OJK @ojkindonesia)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan ketentuan mengenai konglomerasi sektor jasa keuangan.

Ketentuan tertuang dalam Peraturan OJK Nomor 45/POJK.03/2020 tentang Konglomerasi Keuangan. Beleid itu telah diteken oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso pada 14 Oktober lalu.

Wimboh mengatakan, beleid dibuat agar otoritas mampu melihat lebih detil kondisi perusahaan konglomerasi, yang jika bermasalah mampu menimbulkan potensi risiko terhadap sektor jasa keuangan.

Konglomerasi ini biasanya berbentuk emiten, memiliki perusahaan asuransi hingga bank. Semua usaha terkait satu sama lain. Bahkan ada beberapa yang memiliki industri manufaktur dan berbagai kegiatan di sektor riil.

Baca juga: LPS Ungkap Tekanan Likuiditas Mulai Hilang, Ini Indikatornya

"Kami akan lihat lebih detil kondisi perusahaan konglomerasi, terutama yang bisa menimbulkan spill over kepada sektor keuangan, baik melalui transmisi perusahaan asuransi, perbankan, maupun pasar modal," kata Wimboh dalam dalam konferensi pers KSSK IV 2020 secara virtual, Selasa (27/10/2020).

Adapun saat ini, pihaknya sudah berusaha mengelompokkan menjadi tiga klaster perusahaan konglomerasi. Tercatat setidaknya ada 45 emiten di Indonesia yang masuk dalam konglomerasi keuangan.

"Kami akan monitor closely semua perusahaan konglomerasi ini, agar kalau ada hal-hal uang menimbulkan potensial risk spill over kepada sektor keuangan, bisa dilihat secara lebih dini," sebutnya.

Adapun dalam beleid, konglomerasi keuangan diartikan sebagai lembaga jasa keuangan (LJK) yang berada dalam satu grup atau kelompok karena keterkaitan kepemilikan maupun pengendalian.

Baca juga: Sudah Akhir Oktober, Kapan Subsidi Gaji Termin II Ditransfer?

Grup usaha yang terdiri dari perbankan, pasar modal, perasuransian, dana pensiun, maupun LJK lainnya memiliki total aset mencapai Rp 100 triliun dari kegiatan bisnisnya di semua LJK.

Namun, konglomerasi bisa ditetapkan oleh OJK meski tidak memenuhi aset Rp 100 triliun, bila terdapat dua atau lebih LJK dalam satu grup karena keterkaitan kepemilikan maupun pengendalian.

Begitu pun jika asetnya menurun kurang dari Rp 100 triliun, grup itu tetap memenuhi kriteria konglomerasi keuangan yang sesuai dengan aturan OJK.

Ada beberapa kewajiban yang perlu dipenuhi perusahaan konglomerasi ini. Entitas utama dari grup utama wajib menyusun dan memiliki piagam korporasi yang memuat tujuan, dasar penyusunan, ruang lingkup, struktur konglomerasi keuangan, tugas dan tanggung jawab direksi entitas utama, dan direksi LJK anggota konglomerasi.

Piagam Korporasi ini wajib disampaikan kepada OJK paling lambat tanggal 31 Desember 2020 untuk pertama kalinya. Bila tidak memenuhi kewajiban, akan dikenai sanksi administratif berupa teguran tertulis atau peringatan tertulis.

Bila tetap tidak menyampaikan kewajiban pelaporannya hingga batas akhir penyampaian, perusahaan konglomerasi akan dikenai sanksi administratif berupa denda Rp 1 juta/hari dan paling banyak Rp 30 juta.

Baca juga: Ini Masalah Rekening Bank yang Buat Pekerja Gagal Terima Subsidi Gaji

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wika dan CNI Bangun Pabrik Nikel di Kolaka

Wika dan CNI Bangun Pabrik Nikel di Kolaka

Whats New
Pengusaha Sebut Hanya 3 Persen Pekerja yang Bekerja di Perusahaan Besar

Pengusaha Sebut Hanya 3 Persen Pekerja yang Bekerja di Perusahaan Besar

Whats New
Nadine Chandrawinata: Selain Plastik, Sampah Puntung Rokok Juga Banyak Ditemukan di Laut

Nadine Chandrawinata: Selain Plastik, Sampah Puntung Rokok Juga Banyak Ditemukan di Laut

Whats New
Pengusaha Ingin Buruh Tak Sekadar Demo, tapi Berdialog untuk Menyelesaikan Masalah

Pengusaha Ingin Buruh Tak Sekadar Demo, tapi Berdialog untuk Menyelesaikan Masalah

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Menyiapkan Guru Masa Depan | Siap-siap 5G | 7 Kesalahan dalam Bisnis

[POPULER DI KOMPASIANA] Menyiapkan Guru Masa Depan | Siap-siap 5G | 7 Kesalahan dalam Bisnis

Rilis
Luhut: Saya Enggak Mau Lama-lama, Kerjaan Saya Banyak

Luhut: Saya Enggak Mau Lama-lama, Kerjaan Saya Banyak

Whats New
Menaker Akui Iklim Terciptanya Lapangan Kerja Baru Masih Belum Bersahabat

Menaker Akui Iklim Terciptanya Lapangan Kerja Baru Masih Belum Bersahabat

Whats New
779 Warga Kota Serang Dapat Kompensasi Tumpahan Minyak dari Pertamina

779 Warga Kota Serang Dapat Kompensasi Tumpahan Minyak dari Pertamina

Whats New
7 Posisi Menteri yang Pernah Dijabat Luhut, Apa Saja?

7 Posisi Menteri yang Pernah Dijabat Luhut, Apa Saja?

Whats New
Menaker Sebut Nilai Upah Minimum RI Tak Sepadan dengan Produktivitas Pekerja yang Rendah

Menaker Sebut Nilai Upah Minimum RI Tak Sepadan dengan Produktivitas Pekerja yang Rendah

Whats New
Ini 7 Kiat Sukses Calon Pemimpin ala Gubernur BI

Ini 7 Kiat Sukses Calon Pemimpin ala Gubernur BI

Rilis
KKP Bantu Permodalan Pembudi Daya Rumput Laut di Sulsel

KKP Bantu Permodalan Pembudi Daya Rumput Laut di Sulsel

Whats New
Kemenkeu Beri Pinjaman Rp 650 Miliar ke Perumnas untuk Penyediaan Satu Juta Rumah

Kemenkeu Beri Pinjaman Rp 650 Miliar ke Perumnas untuk Penyediaan Satu Juta Rumah

Whats New
Pulihkan Ekonomi, Mendag Dorong Penguatan Kerja Sama Indonesia-Malaysia-Thailand

Pulihkan Ekonomi, Mendag Dorong Penguatan Kerja Sama Indonesia-Malaysia-Thailand

Rilis
Jadi Polemik di RI, Berapa Harga Lobster di Pasar Dunia?

Jadi Polemik di RI, Berapa Harga Lobster di Pasar Dunia?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X