Mentan: 7 Investor Siap Kembangkan Lumbung Pangan di Sumut

Kompas.com - 28/10/2020, 11:30 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam acara Tasyakuran satu tahun Kementerian Pertanian Kabinet Indonesia Maju bersama anak yatim piatu di Auditorium Kementan, Senin (26/10/2020). DOK. Humas KementanMenteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam acara Tasyakuran satu tahun Kementerian Pertanian Kabinet Indonesia Maju bersama anak yatim piatu di Auditorium Kementan, Senin (26/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong pengembangan kawasan lumbung pangan (food estate) hortikultura berbasis korporasi. Salah satunya di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara (Sumut).

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan sejauh ini sudah ada 7 investor yang tertarik untuk terlibat dalam pengembangan food estate di Sumut.

Ketujuh pihak swata yang telah menanamkan modal yakni PT Indofood, PT Calbee Wings, PT Champ, PT Semangat Tani Maju Bersama, PT Agra Garlica dan PT Agri Indo Sejahtera, dan PT Karya Tani Semesta.

"Ada sekitar 7 investor yang sudah siap, dan tentunya akan mendukung omzet untuk kesejahteraan para petani," ujar dia dalam keterangan tertulis, Rabu (28/10/2020).

Baca juga: Atur Ketentuan Perusahaan Konglomerasi, Ini Tujuan OJK

Ia menjelaskan, tanaman hortikultura yang akan dikembangkan di food estate Humbahas adalah kentang, bawang merah, dan bawang putih.

Adapun total luas areal yang dipersiapkan untuk food estate Humbahas mencapai 1.000 hektar pada tahun ini, yang sumber dananya dari APBN untuk lahan seluas 215 hektar dan dari swasta untuk lahan seluas 785 hektar.

Namun, areal yang saat ini dalam penggarapan yakni seluas 215 hektar, di mana lahan ini menjadi percontohan utama.

Pengembangan di sisa lahan lainnya bergantung pada kesiapan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) yang mengawal aspek lingkungan hidup, serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang menyiapkan infrastruktur pendukung pertanian.

"Kementan hanya bisa masuk setelah Kementerian LHK dan Kementerian PUPR serta lainnya selesai," imbuhnya.

Syahrul mengatakan, pengembangan food estate ini akan dibangun model industri hulu-hilir termasuk pascapanen. Sehingga nantinya akan ada 'market place' seperti pasar modern.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X