Kompas.com - 28/10/2020, 12:35 WIB
Ilustrasi Getty Images/iStockphoto/Vasyl DolmatovIlustrasi

 

Namun, saat krisis akibat pandemi semakin memburuk, peran para CFO bergeser ke arah ahli strategi dan agen perubahan, dan lebih sedikit sebagai penjaga gawang keuangan perusahaan.

Selama pandemi, CFO kini dapat secara efektif menjaga akuntabilitas perusahaan untuk seluruh fungsi keuangan sambil mencari peluang-peluang untuk menghasilkan imbal balik tertinggi bagi perusahaan.

Dalam survei tersebut, Grant Thornton juga berbagi 4 cara agar CFO dapat mempertimbangkan opsi yang bisa digunakan semasa pandemi untuk menegaskan peranan mereka di masa mendatang.

1. Pendelegasian

Delegasi dapat dimulai sesederhana dari tugas akuntasi tertentu atau dari perubahan struktural secara permanen. Misalnya, fungsi akuntansi dan pelaporan dimasukkan ke dalam peran controller.

Adapun posisi seperti risk management officer dapat mengambil peran CFO sebagai yang menggawangi keuangan perusahaan.

Baca juga: Apa Itu Startup dan Perbedaanya dengan Perusahaan Konvensional?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

2. Otomatisasi

CFO yang menggunakan software dengan hasil forecasting lebih cepat, telah merasakan langsung bagaimana teknologi mampu membuat kontribusi mereka menjadi lebih signifikan. Inovasi serta proses transformasi memudahkan CFO untuk fokus pada business-critical area.

"CFO juga perlu memanfaatkan kemampuan serta pengetahuan teknologi dari karyawan baru mereka yang mungkin saja dapat membawa hal baru yang berguna bagi perusahaan," tutur Kurniawan

3. Pelatihan

Untuk sepenuhnya mengembangkan potensi tim, CFO dapat memberikan program pelatihan untuk berbagai peran maupun kompetensi yang bersifat prioritas.

Mengembangkan staf lain untuk memikul tugas seperti standarisasi proses kepatuhan dan menanamkan kontrol pencegahan juga akan memungkinkan CFO untuk dapat berkonsentrasi pada strategi.

Baca juga: Menaker: Hanya 7 Persen Perusahaan yang Mampu Bayar Pesangon 32 Kali Gaji

4. Outsourcing

Jajaki kemungkinan melakukan alih daya fungsi tertentu yang sifatnya berulang dan sangat transaksional. Ini tidak hanya dapat membantu CFO agar tidak lagi disibukkan dengan berbagai tugas dengan prioritas rendah, tetapi juga dapat meningkatkan kepuasan kerja dengan menghilangkan tugas berulang untuk staf keuangan.

"Area yang dapat dipertimbangkan antara lain rekonsiliasi akun, pemrosesan utang akun, dan penyusunan pelaporan menurut undang-undang," terang Kurniawan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.