Bingung Mau Kembangkan Usaha di Masa Pandemi? Begini Caranya

Kompas.com - 28/10/2020, 15:12 WIB
Penjualan ikan hias di pasar ikan hias di kawasan Perumnas Depok, Rabu (7/10/2020).       Semenjak musim pandemi Covid-19 penjualan ikan hias mengalami peningkatan. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOPenjualan ikan hias di pasar ikan hias di kawasan Perumnas Depok, Rabu (7/10/2020). Semenjak musim pandemi Covid-19 penjualan ikan hias mengalami peningkatan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pakar investasi Riel Tasmaya yang juga merupakan CEO Suqma memberikan cara agar pelaku usaha mikro, kecil dan menengah ( UMKM) bisa berkembang meski di masa pandemi Covid-19.

Dalam salah satu materi di kelas Aksilerasi gagasan Ninja Xpress, Riel menyarankan agar pemilik usaha (founder) memahami visi dan misi usahanya sebelum meningkatkan derajat perusahaan menjadi lebih tinggi.

"Founder harus tahu sudah di tahap mana usahanya sekarang dan harus dapat menilai perusahaan objektif mau ke mana,” kata Riel melalui keterangan tertulisnya, Rabu (28/10/2020).

Baca juga: Tak Dapat BLT UMKM, Ini Tips Mengembangkan Usaha lewat Tren

Ia menganalogikan bahwa mencari investor selayaknya mencari jodoh. Sehingga penting untuk mendapatkan chemistry antara pemilik usaha dan investor barunya.

“Tentu tidak sekali bertemu tapi perlu proses berulang-ulang kali yang membuat keduanya cocok,” ujarnya.

Selain itu, pemilik usaha harus memahami jenis investor mana yang tepat bagi perusahaan. Mulai dari angel investor, perusahaan investasi, venture capital atau perusahaan yang masih berelasi dengan produk yang dijual.

Tentunya pemilik usaha harus juga bijak memilih jenis investasi mana yang tepat dalam pengembangan bisnisnya, baik itu berupa permodalan atau hanya dalam bentuk pinjaman.

“Tak perlu beri saham ke investor bila ternyata kita hanya butuh pinjaman jangka pendek,” katanya.

Baca juga: Kemendag Dorong Pelaku Usaha Dekorasi Rumah Tembus Pasar Eropa

Dengan demikian, menurut dia, pemilik usaha harus berhati-hati dalam menentukan valuasi startup agar investor lebih yakin dan mantap untuk berinvestasi. Tunjukkan data finansial atau projection, lalu gunakan pendekatan apa saja untuk mendapatkan data tersebut.

Dilanjutkan dengan laporan finansial dan laporan pajak. Setelah itu ada tahapan analisa industri, analisa pasar, pemetaan kompetitor dan terakhir pemilik usaha bersama dengan timnya.

"Terpenting bagi saya dari siapa foundernya. Itu kelihatan dari business plan sampai ke tahap eksekusi. Founder yang baik pasti punya tim kuat," katanya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X