Berkembang Pesat Secara Global, TikTok Rekrut 3.000 "Engineer"

Kompas.com - 28/10/2020, 16:41 WIB
ilustrasi TikTok reuters.comilustrasi TikTok

JAKARTA, KOMPAS.com - TikTok berencana mempekerjakan sekitar 3.000 engineer selama tiga tahun ke depan sebagai langkah untuk memperluas pasar global.

Para tenaga kerja tersebut sebagian besar akan ditempatkan di Eropa, Kanada, dan Singapura.

"Untuk mendukung pertumbuhan global kami yang cepat, kami berencana untuk terus memperluas tim teknik global TikTok," ungkap juru bicara TikTok seperti dikutip dari Reuters, Rabu (28/10/2020).

Baca juga: Batal Diblokir, Trump Setujui TikTok Dibeli Oracle

Langkah tersebut sekaligus menunjukkan, bahwa perusahaan aplikasi video pendek ini belum menyerah pada ekspansi bisnisnya, meskipun masih ada persoalan ketidakpastian atas kepemilikan di Amerika Serikat (AS).

Seperti diketahui, Presiden AS Donald Trump telah memerintahkan perusahaan induk TikTok asal China, ByteDance, untuk mendivestasi TikTok di tengah kekhawatiran atas keamanan data pribadi pengguna.

Kendati demikian, perusahaan memastikan AS akan tetap menjadi salah satu pusat teknik TikTok, sehingga mempekerjakan lebih banyak staf. Ada sekitar 1.000 engineer yang saat ini bekerja untuk TikTok di luar China, hampir setengahnya berbasis di Mountain View, California.

Sebelumnya, ByteDance berencana untuk menginvestasikan miliaran dolar dan merekrut ratusan karyawan di Singapura, yang telah dipilih sebagai kantor pusatnya di Asia Tenggara.

Baca juga: Diblokir di AS, TikTok Gugat Trump

Sementara itu, Trump pada bulan lalu menyatakan, bahwa kesepakatan awal bagi Oracle dan Walmart untuk mengambil sebagian saham di TikTok telah mendapat 'restu'.

Namun kesepakatan formal belum terwujud setelah ByteDance mengatakan tidak akan melepaskan sebagian besar saham di TikTok.

Pada 4 November mendatang, hakim AS akan menggelar ajang dengar pendapat untuk memutuskan apakah pemerintah AS akan diizinkan untuk melarang unduhan TikTok di toko aplikasi negara tersebut.

ByteDance menilai langkah ini akan membatasi penggunaan aplikasi Tiktok di AS.



Sumber Reuters
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gaji Rp 5 Juta, Sebaiknya Ngontrak atau Cicil Rumah?

Gaji Rp 5 Juta, Sebaiknya Ngontrak atau Cicil Rumah?

Spend Smart
Wika dan CNI Bangun Pabrik Nikel di Kolaka

Wika dan CNI Bangun Pabrik Nikel di Kolaka

Whats New
Pengusaha Sebut Hanya 3 Persen Pekerja yang Bekerja di Perusahaan Besar

Pengusaha Sebut Hanya 3 Persen Pekerja yang Bekerja di Perusahaan Besar

Whats New
Nadine Chandrawinata: Selain Plastik, Sampah Puntung Rokok Juga Banyak Ditemukan di Laut

Nadine Chandrawinata: Selain Plastik, Sampah Puntung Rokok Juga Banyak Ditemukan di Laut

Whats New
Pengusaha Ingin Buruh Tak Sekadar Demo, tapi Berdialog untuk Menyelesaikan Masalah

Pengusaha Ingin Buruh Tak Sekadar Demo, tapi Berdialog untuk Menyelesaikan Masalah

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Menyiapkan Guru Masa Depan | Siap-siap 5G | 7 Kesalahan dalam Bisnis

[POPULER DI KOMPASIANA] Menyiapkan Guru Masa Depan | Siap-siap 5G | 7 Kesalahan dalam Bisnis

Rilis
Luhut: Saya Enggak Mau Lama-lama, Kerjaan Saya Banyak

Luhut: Saya Enggak Mau Lama-lama, Kerjaan Saya Banyak

Whats New
Menaker Akui Iklim Terciptanya Lapangan Kerja Baru Masih Belum Bersahabat

Menaker Akui Iklim Terciptanya Lapangan Kerja Baru Masih Belum Bersahabat

Whats New
779 Warga Kota Serang Dapat Kompensasi Tumpahan Minyak dari Pertamina

779 Warga Kota Serang Dapat Kompensasi Tumpahan Minyak dari Pertamina

Whats New
7 Posisi Menteri yang Pernah Dijabat Luhut, Apa Saja?

7 Posisi Menteri yang Pernah Dijabat Luhut, Apa Saja?

Whats New
Menaker Sebut Nilai Upah Minimum RI Tak Sepadan dengan Produktivitas Pekerja yang Rendah

Menaker Sebut Nilai Upah Minimum RI Tak Sepadan dengan Produktivitas Pekerja yang Rendah

Whats New
Ini 7 Kiat Sukses Calon Pemimpin ala Gubernur BI

Ini 7 Kiat Sukses Calon Pemimpin ala Gubernur BI

Rilis
KKP Bantu Permodalan Pembudi Daya Rumput Laut di Sulsel

KKP Bantu Permodalan Pembudi Daya Rumput Laut di Sulsel

Whats New
Kemenkeu Beri Pinjaman Rp 650 Miliar ke Perumnas untuk Penyediaan Satu Juta Rumah

Kemenkeu Beri Pinjaman Rp 650 Miliar ke Perumnas untuk Penyediaan Satu Juta Rumah

Whats New
Pulihkan Ekonomi, Mendag Dorong Penguatan Kerja Sama Indonesia-Malaysia-Thailand

Pulihkan Ekonomi, Mendag Dorong Penguatan Kerja Sama Indonesia-Malaysia-Thailand

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X