Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Aplikasi Pembayaran Digital KasPro Luncurkan Fitur Investasi Emas

Kompas.com - 28/10/2020, 17:13 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Aplikasi pembayaran digital Indonesia, KasPro yang merupakan afiliasi dari Digiasia Bios resmi meluncurkan fitur GoldPro.

GoldPro adalah fitur transaksi digital jual beli dan investasi emas dan merupakan hasil kerjasama antara KasPro dengan IndoGold.

Direktur KasPro Anggoro menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir emas telah menjadi pilihan utama dalam melakukan investasi jangka panjang.

Baca juga: Promo Gajian, Menabung Emas di Pegadaian Diskon hingga 20 Persen

"Ditambah dengan terus naiknya harga emas dunia, kami yakin akan semakin meningkat jumlah masyarakat yang akan melakukan investasi di emas. Dengan melihat potensi yang besar ini maka KasPro bersama Indogold luncurkan fitur GoldPro," ujar Anggoro dalam keterangan tertulis, Rabu (28/10/2020).

Anggoro menjelaskan, fitur GoldPro memberikan kesempatan kepada pengguna KasPro dan aplikasi afiliasi untuk belajar menyimpan tabungan investasi dalam bentuk investasi yang relatif terkenal aman.

Pengguna KasPro hanya cukup memilih fitur GoldPro, kemudian klik aktivasi GoldPro.

Apabila ingin membeli emas, tertera menu "beli emas" dan pengguna dapat memilih jumlah emas yang ingin dibeli dan membayarnya dengan saldo KasPro.

Baca juga: Penjualan Emas Antam Melonjak 147 Persen pada Kuartal III-2020

“Sampai saat ini emas masih menarik perhatian para investor. Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, nilai emas telah melonjak lebih dari 150 persen dan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir melonjak lebih dari 50 persen. Dengan adanya fitur GoldPro di KasPro, kami berharap masyarakat bisa semakin mengenal investasi emas dan dengan mudah dapat segera melakukan transaksi emas," ujar Alexander Rusli, Co-Founder Digiasia Bios.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

INKP Bakal Tebar Dividen Rp 273,5 Miliar

INKP Bakal Tebar Dividen Rp 273,5 Miliar

Whats New
AI Jadi 'Sephia' di Tempat Kerja: Benci tapi Rindu

AI Jadi "Sephia" di Tempat Kerja: Benci tapi Rindu

Whats New
P2MI: Masyarakat Jangan Lagi Termakan Pesan Berantai soal Daftar Makanan dan Bumbu Masak Tidak Halal

P2MI: Masyarakat Jangan Lagi Termakan Pesan Berantai soal Daftar Makanan dan Bumbu Masak Tidak Halal

Whats New
Strategi Pupuk Indonesia Tingkatkan Penyerapan Pupuk Bersubsidi

Strategi Pupuk Indonesia Tingkatkan Penyerapan Pupuk Bersubsidi

Whats New
PYFA Resmi Akuisisi 100 Persen Saham Perusahaan Farmasi Australia

PYFA Resmi Akuisisi 100 Persen Saham Perusahaan Farmasi Australia

Whats New
Waspada, Ini 15 Ciri-ciri Atasan Pelaku 'Micromanagement'

Waspada, Ini 15 Ciri-ciri Atasan Pelaku "Micromanagement"

Work Smart
Gandeng Baznas, Mitratel Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Terluar Indonesia

Gandeng Baznas, Mitratel Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Terluar Indonesia

Whats New
Pemerintah Bangun Pipa Gas Bumi Cirebon-Semarang II Senilai Rp 3 Triliun

Pemerintah Bangun Pipa Gas Bumi Cirebon-Semarang II Senilai Rp 3 Triliun

Whats New
Rupiah Melemah Lagi di Atas 16.400, Simak Kurs Dollar AS di 5 Bank Besar Indonesia

Rupiah Melemah Lagi di Atas 16.400, Simak Kurs Dollar AS di 5 Bank Besar Indonesia

Whats New
Bea Cukai Tahan Ribuan Kontainer, ERP Jadi Solusi Tepat bagi Importir

Bea Cukai Tahan Ribuan Kontainer, ERP Jadi Solusi Tepat bagi Importir

Whats New
PLN IP Pakai Limbah Uang Kertas Jadi Bahan Bakar PLTU Bengkayang

PLN IP Pakai Limbah Uang Kertas Jadi Bahan Bakar PLTU Bengkayang

Whats New
Ini 5 Bandara dengan Trafik Tertinggi Saat Penerbangan Haji 2024

Ini 5 Bandara dengan Trafik Tertinggi Saat Penerbangan Haji 2024

Whats New
Bos Pupuk: 56 Persen Petani yang Terdaftar di e-RDKK Belum Menebus Pupuk Subsidi

Bos Pupuk: 56 Persen Petani yang Terdaftar di e-RDKK Belum Menebus Pupuk Subsidi

Whats New
Satu Data Perkebunan, Strategi Kunci Capai Perkebunan yang Berkelanjutan

Satu Data Perkebunan, Strategi Kunci Capai Perkebunan yang Berkelanjutan

Whats New
Usai Cetak Rekor 'Marketing Sales' pada 2023, CTRA Bakal Tebar Dividen Rp 389 Miliar

Usai Cetak Rekor "Marketing Sales" pada 2023, CTRA Bakal Tebar Dividen Rp 389 Miliar

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com