Kemendag Berupaya Dorong Ekspor Tekstil ke Turki

Kompas.com - 28/10/2020, 20:12 WIB
Ilustrasi: Bahan baku benang sintetis yang akan diolah menjadi tekstil polyester. KOMPAS.com/Sakina Rakhma Diah SIlustrasi: Bahan baku benang sintetis yang akan diolah menjadi tekstil polyester.

Menurut dia, potensi bagi industri tekstil Indonesia didasarkan pada dua alasan. Pertama, posisi Turki yang membentang dari tenggara Eropa sampai dengan Asia Barat sehingga negara ini merupakan hub yang penting untuk menembus pasar Timur Tengah, Eropa, bahkan Afrika bagian utara.

Kedua, Turki adalah negara produsen tekstil dan garmen utama dunia. Negara tersebut merupakan pemasok ke-6 terbesar di dunia dan ke-3 di Eropa.

Dengan demikian, eksportir Indonesia dapat menjadi pemasok bahan baku atau intermediate goods TPT berkualitas tinggi atau dengan kata lain masuk ke dalam rantai nilai pasok (supply chain) Turki. Contohnya, serat stapel buatan merupakan produk ekspor terbesar Indonesia ke Turki pada 2019 dengan nilai 366 juta dollar AS dan tren pertumbuhan yang cukup besar.

Direktur Pengamanan Perdagangan Kemendag Pradnyawati menambahkan, beberapa upaya dilakukan pemerintah untuk memanfaatkan peluang ekspor ke Turki, di antaranya melalui Indonesia-Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT-CEPA) yang tengah dalam proses perundingan.

Baca juga: Mata Uang Lira Turki Anjlok ke Level Terendah Sepanjang Sejarah

Selain itu, dilakukan penguatan intelijen pasar untuk mengidentifikasi spesifikasi impor Turki pada masa pandemi dan pasca pandemi. Serta pelaksanaan business matching B2B untuk sinkronisasi suplai dan permintaan pasar Turki.

Kemudian, perlu dilakukan pula penciptaan diferensiasi produk tekstil yang berdaya saing dan komplementer dengan kebutuhan Turki.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Indonesia dapat fokus pada ekspor produk-produk tekstil yang tidak dapat diproduksi dan/atau tidak mencukupi suplainya di Turki, diantaranya produk dengan kode HS 550410, 550021, dan 540231," ujar Pradnyawati.

Pada 2019, total perdagangan Indonesia-Turki tercatat sebesar 1,49 miliar dollar AS, dengan Indonesia surplus sebesar 805,65 juta dollar AS. Pada periode tersebut ekspor Indonesia ke Turki tercatat sebesar 1,15 miliar dollar AS, sedangkan impor Indonesia dari Turki sebesar 342,23 juta dollar AS.

Sementara, pada periode Januari-Agustus 2020, total perdagangan kedua negara mencapai 856,91 juta dollar AS. Pada periode ini ekspor Indonesia ke Turki sebesar 671,93 dollar AS, sedangkan impor Indonesia dari Turki sebesar 185,88 juta dollar AS.

Produk ekspor utama Indonesia ke Turki yaitu serat stapel buatan, minyak kelapa sawit, karet alam, benang dari serat stapel sintetik, dan kertas. Sementara produk impor utama Indonesia dari Turki adalah tembakau, carbonat, borates, gandum, dan katun.

Baca juga: Pemerintah Perlu Duduk Bersama Pelaku Industri Tekstil

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER MONEY] Luhut Ancam Sanksi bagi Pelanggar Aturan PPKM | Keluarga Akidi Tio Sumbang Rp 2 Triliun

[POPULER MONEY] Luhut Ancam Sanksi bagi Pelanggar Aturan PPKM | Keluarga Akidi Tio Sumbang Rp 2 Triliun

Whats New
Soal Debt Collector, Perusahaan Pembiayaan: Penagihan Tidak Serta Merta dengan Eksekusi

Soal Debt Collector, Perusahaan Pembiayaan: Penagihan Tidak Serta Merta dengan Eksekusi

Whats New
Sandiaga Uno : Tingkap Okupansi Dibawah 10 Persen Selama PPKM Level 4

Sandiaga Uno : Tingkap Okupansi Dibawah 10 Persen Selama PPKM Level 4

Whats New
Indef Ungkap Penyebab Rendahnya Penyerapan Anggaran Covid-19 di Daerah

Indef Ungkap Penyebab Rendahnya Penyerapan Anggaran Covid-19 di Daerah

Whats New
SKK Migas Mulai Eksplorasi Migas di Lamongan

SKK Migas Mulai Eksplorasi Migas di Lamongan

Rilis
Ekonom Ingatkan Risiko Kenaikan Defisit Anggaran dari Penambahan PEN

Ekonom Ingatkan Risiko Kenaikan Defisit Anggaran dari Penambahan PEN

Whats New
Luhut Pantau Ketat PPKM Level 4 di Solo Raya dan DIY

Luhut Pantau Ketat PPKM Level 4 di Solo Raya dan DIY

Whats New
Prudential Indonesia Luncurkan Dana Investasi PRULink Dollar AS

Prudential Indonesia Luncurkan Dana Investasi PRULink Dollar AS

Rilis
Menko Airlangga Umumkan Sewa Toko Bebas PPN, Ini Kata Pengusaha Ritel

Menko Airlangga Umumkan Sewa Toko Bebas PPN, Ini Kata Pengusaha Ritel

Whats New
PPKM Diperpanjang hingga 2 Agustus, Ini Ketentuan Pegawai BKN yang Bekerja di Kantor

PPKM Diperpanjang hingga 2 Agustus, Ini Ketentuan Pegawai BKN yang Bekerja di Kantor

Rilis
AP I: Penumpang Pesawat Turun 76 Persen selama PPKM Darurat

AP I: Penumpang Pesawat Turun 76 Persen selama PPKM Darurat

Whats New
Ini Sanksi Bagi Perusahaan Industri yang Langgar Aturan Operasional Selama PPKM Level 4

Ini Sanksi Bagi Perusahaan Industri yang Langgar Aturan Operasional Selama PPKM Level 4

Whats New
Kemenperin Siapkan 500 Fasilitas Isoman Bagi Pasien Covid-19

Kemenperin Siapkan 500 Fasilitas Isoman Bagi Pasien Covid-19

Rilis
OJK Wajibkan Debt Collector Bawa Surat Tugas dan Sertifikat Profesi dalam Penagihan Utang

OJK Wajibkan Debt Collector Bawa Surat Tugas dan Sertifikat Profesi dalam Penagihan Utang

Whats New
PPKM Level 4 Diperpanjang, Ini Syarat Penerbangan Domestik

PPKM Level 4 Diperpanjang, Ini Syarat Penerbangan Domestik

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X