PT AP II Rambah Bisnis Sektor Kesehatan

Kompas.com - 28/10/2020, 21:43 WIB
Ilustrasi Angkasa Pura II. KOMPAS.com/Reska K. NistantoIlustrasi Angkasa Pura II.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Angkasa Pura II (Persero) memperkenalkan fasilitas kesehatan sebagai portofolio bisnis baru untuk mendukung bisnis inti pengelolaan bandara di tengah pandemi Covid-19.

Fasilitas kesehatan itu meliputi rapid test dan yang terbaru adalah fasilitas PCR test yang di bangun di koridor kedatangan internasional Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Shelter dari fasilitas PCR Test hasil kerja sama dengan PT Indofarma Tbk ini terdiri dari beberapa area, yaitu ruang tunggu dan pengurusan administrasi, area pengambilan sampel dan ruang penyimpanan specimen, dan consumable.

Baca juga: Erick Thohir Akui Pernah Pinjam Uang ke Ketum Kadin Saat Rintis Bisnis

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, fasilitas kesehatan kini menjadi hal yang cukup penting di suatu bandara.

“Dulu mungkin fokus bandara adalah terkait operasi dan pelayanan. Sekarang dengan adanya pandemi ini, bidang kesehatan menjadi tidak kalah penting. Karena itu, PT Angkasa Pura II menambah portofolio baru yakni di bidang kesehatan untuk mendukung bisnis pengelolaan bandara,” ujar Awaluddin dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/10/2020).

Adapun beberapa waktu lalu, PT Angkasa Pura II telah menandatangani MoU dengan PT Bio Farma (Persero) untuk membahas kerja sama pengembangan healthcare facilities di bandara. Di samping itu, PT Angkasa Pura II juga sudah bekerja sama dengan PT Kimia Farma Tbk dalam menyediakan apotek di bandara-bandara peseroan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Awaluddin menambahkan, diperluasnya portofolio PT Angkasa Pura II dengan merambah bidang kesehatan tidak lepas dari penerapan konsep Biosecurity dan Biosafety Management di bandara-bandara perseroan di tengah pandemi.

Biosecurity Management diimplementasikan lewat program physical distanding, health screening, passenger touchless processing, people protection dan facility cleanliness. Sementara Biosafety Management melalui biohazard precautions, environment screening, infrastructure sterilization, testing lab facilities, dan public health assurance.

Keberadaan fasilitas kesehatan di bandara diharapkan dapat menciptakan kelancaran penerbangan/konektivitas di tengah pandemi ini, seperti misalnya mendukung Travel Corridor Arrangement (TCA) antara Indonesia – Singapura yang membutuhkan PCR Test penumpang di dalam skema tersebut.

“Tidak menutup kemungkinan healthcare fasilities untuk pengambilan PCR Test bagi penumpang pesawat juga dibuka di bandara-bandara lain yang dikelola PT Angkasa Pura II,” kata dia.

Baca juga: Simak, Tips Bisnis ala Erick Thohir di Masa Pandemi Covid-19

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.