Orang Terkaya Ketiga di Indonesia Wafat, Tinggalkan Harta Rp 87,92 Triliun

Kompas.com - 29/10/2020, 07:18 WIB
Pengendara motor melintas di depan papan nama sederhana kawasan pabrik rokok PT Gudang Garam Tbk di Kediri, Jawa Timur. KOMPAS.com/M Agus Fauzul HakimPengendara motor melintas di depan papan nama sederhana kawasan pabrik rokok PT Gudang Garam Tbk di Kediri, Jawa Timur.

JAKARTA, KOMPAS.com - Miliarder terkaya ketiga di Indonesia, Tan Siok Tjien tutup usia. Tan Siok Tjien merupakan istri mendiang Surya Wonowidjojo, pendiri PT Gudang Garam Tbk (GGRM), perusahaan rokok yang bermarkas di Kediri, Jawa Timur.

Tan Siok Tjien wafat pada Minggu (25/10/2020) pada usia 91 tahun dan sudah dimakamkan, Selasa (27/10/2020).

Tan Siok Tjien merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia. Bloomberg Billionaire Index mencatat, harta kekayaan Tan Siok Tjien mencapai 5,96 miliar dollar AS per Selasa (27/10/2020). Jumlah ini setara Rp 87,92 triliun (kurs Rp 14.752 per dollar AS). 

Baca juga: Robert Kuok, Bos Hotel Shangri-La yang Jadi Orang Terkaya di Malaysia

Nilai kekayaan Tan tersebut turun 1,86 miliar dollar AS atau 23,8 persen sejak awal tahun ini.

Tan Siok Tjien tercatat di peringkat 369 orang terkaya dunia dan orang terkaya ketiga di Indonesia.

Tan menguasai Gudang Garam, produsen rokok dengan sekitar seperempat pasar tembakau Indonesia. Didirikan oleh mendiang suaminya, Surya Wonowidjojo, perusahaan asal Kediri ini terbilang legendaris dan dikenal memproduksi rokok kretek.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mengutip Bloomberg, Gudang Garam mempekerjakan sekitar 32.000 pekerja dan melaporkan pendapatan 7,8 miliar dollar AS pada 2019.

Mayoritas kekayaan Tan berasal dari kepemilikan 76 persen saham produsen rokok Gudang Garam, menurut laporan tahunan perusahaan tahun 2019.

Baca juga: Di Tengah Pandemi, Nilai Harta 100 Orang Terkaya di India Naik Rp 7.607,25 Triliun

Tan Siok Tjien mewarisi kekayaannya dari mendiang suaminya, Surya Wonowidjojo, dan sahamnya dipegang melalui PT Suryaduta Investama dan Suryamitra Kusuma, menurut laporan tahunan perusahaan tahun 2019.

Saat ini, PT Suryaduta Investama menjadi pemegang saham terbesar GGRM sebesar 69,29 persen saham. Diikuti pemegang saham publik yang menggenggam 24,45 persen saham. Serta PT Suryamitra Kusuma memiliki 6,26 persen saham GGRM.

Tan dan anak-anaknya mewarisi Gudang Garam setelah suaminya Surya Wonowidjojo meninggal pada tahun 1985.

 

Mengutip keterangan di Bloomberg Billionaire Index, Surya Wonowidjojo merupakan seorang imigran dari provinsi Fujian di China, dan memulai mendirikan Gudang Garam pada tahun 1958 dengan membuat rokok linting tangan dari tembakau dan rempah-rempah cengkeh asli Indonesia.

Rokok ini dikenal dengan sebutan kretek karena bunyi berderak yang dihasilkan dari bumbu wangi yang terbakar.

Ketika penjualan meningkat, keluarga tersebut membangun lebih banyak pabrik dan memperkenalkan kretek yang diproduksi dengan mesin sekitar dua dekade kemudian, mengubah Gudang Garam menjadi pembuat rokok terbesar di Indonesia. (Khomarul Hidayat)

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Miliarder terkaya ketiga di Indonesia wafat, meninggalkan kekayaan Rp 87,92 triliun

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.