KILAS

Percepat Tanam, Kementan Lakukan RJIT di Kabupaten Sukabumi

Kompas.com - 29/10/2020, 15:49 WIB
Kementan berusaha meningkatkan produktivitas di musim tanam kedua, salah satunya adalah memperbaiki jaringan irigasi lewat program RJIT jelang musim kering. DOK. Humas Kementerian PertanianKementan berusaha meningkatkan produktivitas di musim tanam kedua, salah satunya adalah memperbaiki jaringan irigasi lewat program RJIT jelang musim kering.

KOMPAS.com – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas adalah dengan mempercepat tanam.

“Mempercepat tanam padi bisa dilakukan jika ketersediaan air mencukupi,” kata Mentan, seperti dalam keterangan tertulisnya kepada Kompas.com, Kamis (29/10/2020).

Guna mendukung ketersediaan air itu, lanjut SYL, Kementan melakukan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) untuk memastikan air sampai ke petak-petak lahan persawahan.

Hal itu seperti yang dilakukan Kementan di Desa Ciheulang Tonggoh, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy mengatakan, kegiatan RJIT di Desa Ciheulang Tonggoh, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, dilakukan Kelompok Tani Gumbira.

“Sebelum kami lakukan rehabilitasi, kondisi saluran irigasi di tempat tersebut masih berupa tanah. Akibatnya distribusi air ke lahan sawah kurang lancar, karena sering terjadi kehilangan air akibat tanah yang porus,” terangnya.

Oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) PSP, saluran ini direhabilitasi dan dijadikan saluran permanen menggunakan konstruksi pasangan batu dengan 1 sisi lining saluran.

Dampaknya sangat positif. Karena, luas layanan irigasi menjadi bertambah, dari 15 hektar ( ha) menjadi 35 ha.

Begitu juga dengan produktivitas pernatian meningkat dari 6 ton per ha, menjadi 6,5 ton per ha atau naik 5 kwintal per ha

“Pada lokasi ini intensitas pertanaman ( IP) sebelum diperbaiki 250 atau 2,5 kali tanam dalam 1 tahun. Namun setelah perbaikan saluran IP menjadi 300 atau 3 kali tanam dalam 1 tahun,” kata Sarwo.

Selain meningkatkan IP dan provitas, lanjut Sarwo, dampak lain dari rehabilitasi saluran ini adalah mempercepat tanam padi, terutama pada Musim Tanam II dan III.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X